Kegiatan‎ > ‎Artikel Bina Iman‎ > ‎

“Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.”

diposkan pada tanggal 4 Agt 2011 22.24 oleh Essy Eisen
Roma 10: 5-15

Dalam Surat Roma pasal 9, kita menemukan Rasul Paulus sangat prihatin dengan saudara-saudara sebangsanya, orang-orang Yahudi yang menolak Injil Yesus Kristus. Ia rela terputus dari persekutuan dengan Kristus demi keselamatan saudara-saudaranya itu.

Dalam Surat Roma pasal 10, kita menemukan sisi lain dari pemikiran sang Rasul. Di sini kita temukan alasan mengapa sang Rasul disebut Rasul bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Dalam pola pikir Yahudi yang lazim pada abad pertama masehi, keselamatan dipandang sebagai hak lahir bangsa Yahudi. Mereka adalah keturunan Abraham, Ishak dan Yakub, orang-orang pilihan Allah sendiri. Dengan mereka inilah Allah mendirikan perjanjian keselamatan. Orang-orang bukan Yahudi, seperti saya dan saudara, tidak mendapat bagian keselamatan itu.

Bagi Paulus pemikiran semacam itu tidak tepat. Kasih Allah yang nyata dalam diri Yesus Kristus dan pengorbananNya di kayu salib telah menunjukkan bahwa kasih Allah terbuka luas untuk semua manusia, bukan sekedar umat Yahudi. Orang-orang Yahudi dikasihi Allah, benar! Namun Ia juga mengasihi semua umat manusia dengan kasih yang tak kurang dari kasihNya kepada orang-orang Yahudi.

Dengan demikian, bagi Paulus keselamatan tidak bisa lagi digantungkan kepada keturunan belaka. Keselamatan juga tidak lagi tergantung pada ketaatan pada Taurat. Kristus sendiri telah memenuhi semua tuntutan Taurat demi kita semua, karena tak ada seorangpun manusia lainnya yang dapat menggenapi tuntutan Taurat. Bagi Paulus, iman kepada Kristus yang telah menggenapi Taurat adalah patokan yang baru. Iman pada Kristus menggantikan hak keturunan yang dahulu dibatasi hanya kepada orang Yahudi.

Jika kita memahami pola pikir Paulus ini, kita dapat memahami mengapa ia sangat bersemangat mengabarkan Injil. Dalam ayat 14-15, kita baca, “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakanNya, jika mereka tidak diutus?”

Paulus ingin mengajak kita semua untuk memberitakan Injil karena ia meneladani Tuhannya. Ia katakan, “Karena Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepadaNya.”Tuhan, yang kasihNya membuat Dia kaya bagi semua orang tanpa kecuali, mengasihi saya dan saudara-saudara. Kita yang bukan keturunan orang pilihan telah dibuat menjadi orang pilihan. Kita yang mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati akan diselamatkan (ayat 9). Sudah selayaknya kita juga membagikan kasihNya kepada orang-orang lain, “sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.”

(Agustian N. Sutrisno)
Comments