Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 8 Januari 2012

diposkan pada tanggal 6 Jan 2012 00.56 oleh Essy Eisen   [ diperbarui6 Jan 2012 00.57 ]
Terang Kristus Menuntun Kehidupan
Yesaya 60:1-6, Mazmur 72:1-7, 10-14, Efesus 3:1-12, Matius 2:1-12

Memasuki minggu kedua di tahun yang baru ini kita memulai kembali segala kesibukan sesuai dengan panggilan pekerjaan kita masing-masing. Ada godaan besar saat kembali ke tengah kesibukan itu. Sebab saat menemui kendala-kendala yang sama seperti tahun lalu, kita dapat saja menjadi putus asa dan kehilangan semangat untuk memaknakan pekerjaan kita secara baru. Patut diakui situasi Jakarta tidak banyak berubah. Kemacetan masih melanda bahkan kian parah kala hujan melanda. Orang-orang yang tinggal di bantaran sungai was-was, dihantui oleh peristiwa banjir 5 tahunan yang disinyalir akan berulang lagi pada tahun ini. Belum lagi bagi mereka yang belum menemukan solusi yang tepat atas permasalahan yang dihadapi semenjak tahun lalu, mulai dari sakit penyakit, pekerjaan, relasi yang buruk dengan orang lain, atau hal-hal lain yang sepertinya belum menemukan titik temu yang membahagiakan. Seolah-olah semuanya masih gelap dan tidak jelas.

Semua perjalanan hidup yang dijalankan tanpa kasih Allah memang gelap. Oleh sebab itu menjadi penting bagi setiap orang percaya untuk tidak berjalan dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri saja (Ams 3:5). Para Majus, bukanlah orang Yahudi. Mereka diyakini berasal dari Persia (Iran sekarang ini). Mereka adalah para cendikia yang melek ilmu pengetahuan dan cekatan dalam membuat perhitungan. Meskipun ada orang yang menganggap mereka menggunakan dan mempercayai sihir, para Majus merupakan penasihat yang banyak didengarkan oleh para Raja, sebab mereka adalah orang-orang yang serius dan cekatan untuk mengumpulkan bukti-bukti bahkan mencari dengan seksama cara penyelesaian atas masalah-masalah kehidupan dengan tidak menggampangkan sesuatu.

Mereka melihat fenomena alam yang tidak biasa. Ada bintang terang yang bersinar di Timur. Eksplorasi mereka atas sumber-sumber yang mereka pahami, itu merupakan penanda kelahiran seorang Raja Agung yang berpengaruh bagi seluruh dunia (Yes 60:3). Pembacaan Injil menunjukkan bahwa mereka akhirnya menjumpai Yesus Kristus yang diperkirakan berusia 2 tahunan (Mat 2:16), sang Mesias dari Allah itu. Mereka lalu memberikan persembahan berupa emas, kemenyan dan Mur, sebuah pemberian yang memiliki simbol yang jelas akan karya Kristus sebagai Raja dalam Kerajaan Allah (emas), karya sebagai Imam (kemenyan) yang mengantarai manusia dengan Allah dan karya penebusan Kristus (Mur, dipakai untuk meminyaki mayat) melalui penyerahan nyawa-Nya.

Ironis, Herodes dan Para Ahli Agama yang memahami nubuatan kitab suci, yang tinggal berjarak hanya 10 km dari Betlehem tidak menyadari kehadiran Mesias, namun para Majus ini, dengan pertolongan Allah yang memberkati upaya mereka mampu mengenali dan telah menjumpai Mesias penyelamat bagi dunia. Miris, karena setelah mengetahui Mesias lahir di Betlehem, Herodes dan antek-anteknya berusaha melenyapkan Kristus dengan membunuh bayi-bayi, sedangkan para Majus memberikan persembahan khas bagi seorang Raja demi dan melambangkan karya-Nya.

Melalui penginjil Matius kita memahami bahwa karya Kristus terbuka bagi banyak bangsa. Orang-orang dari berbagai bangsa yang cukup peka untuk menyadari karya Allah melalui Kristus akan menikmati damai dan sejahtera di dalam-Nya (Ef 3:1-6). Orang-orang seperti Herodes adalah orang-orang yang hanya besar “di luar” tetapi penuh dengan kehidupan busuk yang lama “di dalam.” Mereka tidak mau membuka hati mereka bagi pembaruan Kristus, bahkan berupaya melenyapkan-Nya. Tidak ada damai sejahtera dalam pribadi yang seperti itu.

Minggu ini kita berjumpa dengan Kristus, dalam Roh Kudus, Firman-Nya dan melalui Sakramen Perjamuan Kudus yang kita rayakan. Bersama para Majus kita memiliki hati yang rindu akan pembaruan kehidupan dan memberikan kepada-Nya segenap diri kita untuk diperbarui-Nya. Kalau dahulu para Majus dituntun oleh sinar bintang Terang, kini kita dituntun oleh Firman, Roh dan Sakramen dalam mengenali penyataan Kristus dalam kehidupan kita. Dengan merayakan Perjamuan Kudus di awal tahun yang baru ini kita tahu bahwa kita tidak sedang berjalan dalam gelap. Kita kembali mendengarkan janji Kristus yang mengatakan: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 20:28b) dan "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" (Why 21:5). Melalui Firman-Nya yang kita baca, pahami dan berlakukan setiap hari melalui saat teduh, hati dan pikiran kita senantiasa dibarui oleh Roh Kudus, sehingga Terang-Nya akan menuntun kehidupan kita di 2012 ini. Terpujilah Tuhan!

(Pdt. Essy Eisen)
Comments