Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 6 Maret 2011

diposkan pada tanggal 2 Mar 2011 18.24 oleh Essy Eisen   [ diperbarui2 Mar 2011 18.31 ]
Keluaran 24:12-18
Mazmur 2
2 Petrus 1:16-21
Matius 17:1-9

Transfigurasi Kristus

Hari ini ialah Minggu terakhir masa Epifani. Minggu ini menandakan berakhirnya satu bagian dari keseluruhan tahun gerejawi, untuk kemudian berlanjut pada bagian lainnya. Memasuki minggu ini, kita akan menjelang masa-masa pra-paska. Selama masa Epifani, pembacaan Injil-Injil pada minggu-minggu yang telah lewat mengungkapkan kepada kita siapa Yesus Kristus dalam beberapa kejadian dan tempat. Mulai dari pemberitaan Yohanes Pembaptis tentang Yesus, lalu kunjungan para Majus yang menyadari kehadiran seorang Mesias-Raja yang mereka nanti-nantikan, hingga dihadirkannya Yesus di bait Yerusalem oleh Yusuf dan Maria yang kemudian dikenali oleh Simeon dan Hana sebagai Yang diurapi oleh Allah dan dinantikan oleh umat-Nya sebagai pembawa kelepasan dan Juruselamat.

Dalam pembacaan Injil hari ini, Yesus mengalami transfigurasi yang penuh kemuliaan, bersama-sama dengan Musa (yang memperkenalkan Hukum Allah bagi Israel) dan Elia (Nabi besar di Israel), di hadapan murid-murid-Nya: Petrus, Yohanes dan Yakobus. Transfigurasi (perubahan rupa) merupakan titik balik dalam pelayanan Yesus. Mulai dari titik ini ke depan, Yesus banyak berbicara mengenai penderitaan-Nya yang akan dijelang di Yerusalem. Hari ini, kita juga diajak “berbalik” dari melihat ke belakang (masa-masa inkarnasi dan natal) untuk mulai melihat ke depan ke Yerusalem, kepada salib dan kubur yang kosong.

Tetapi tidak cukup bagi kita hanya melihat kemuliaan Allah dalam Kristus. Kitapun harus mengalami transfigurasi dalam kehidupan kita. Momen di puncak gunung ini mendorong kita untuk bersiap diri akan apa yang menanti di depan, yaitu pelayanan dan karya kita, yang harus dijalani di “lembah” atau di bawah “gunung kehidupan” kita. Memasuki minggu ini, kita diajak untuk memasuki masa-masa memeriksa diri masing-masing: “apakah kita dapat mengesampingkan keinginan pementingan diri dan mempersilahkan “cahaya kemuliaan Allah” bersinar melalui sikap kehidupan kita? Apakah masa-masa prapaska ini dapat memperbarui kita sehingga kehadiran kuasa kasih Allah nampak dengan nyata dalam perubahan hidup kita untuk menjadi semakin serupa Kristus?

Pembacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita saat menapaki perjalanan di masa-masa pra-paska, akan keagungan dan kemuliaan Allah yang menciptakan kita dan akan janji Allah yang tidak akan meninggalkan kita seorang diri. Seperti wajah Musa yang menghadirkan kemuliaan Allah menjadi pengingat bagi umat-Nya bahwa Allah tidak akan mengabaikan mereka di dalam segala kesulitan mereka, begitu juga janji kehadiran-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam perjalanan kita menuju penggenapan janji-Nya, kita diajak untuk setia mendengarkan suara-Nya di dalam Yesus Kristus.

Diadaptasi dari tulisan Tenny Thomas, oleh Pdt. Essy Eisen.
Gambar
dari http://www.mscperu.org/grafic/graficoslit/cuaresma_pascua/02_cua_a.htm


Comments