Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 8 April 2012

diposting pada tanggal 6 Apr 2012 19.35 oleh Essy Eisen   [ diperbarui6 Apr 2012 19.36 ]
“..Siapakah yang engkau cari?”

Kisah Para Rasul 10:34-43, Mazmur 118:1-2, 14-24, 1 Korintus 15:1-11, Yohanes 20:1-18
Yesaya 25:6-9, Mazmur 114, 1 Korintus 5:6b-8, Lukas 24:13-49

Palungan, salib, kubur yang terbuka. Ketiga hal ini adalah “tanda seru” dalam iman Kristiani. Ketiganya mengingatkan bahwa Allah telah bertindak bagi dunia ini. Ia hadir bersama manusia, Ia terlibat dalam pengalaman penderitaan manusia. Ia memberikan pengharapan yang melenyapkan ketakutan manusia akan maut. Setiap peristiwa itu patut disyukuri (Mzm. 118:1-2, 14-24; 114). Tidak heran gedung-gedung gereja penuh pada saat Natal dan Paska. Sayangnya, fenomena itu kadang dilengkapi dengan nada sindirian, bahwa orang-orang itu adalah orang-orang Kristen yang sedang “ber-napas” alias ber-“natal dan paska” belaka.

Namun, kasih Allah tidak berubah. Ia berkenan menjumpai dan dijumpai oleh siapapun. Allah tidak membedakan orang. Mereka yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran, berkenan kepada Allah. Begitulah penegasan Petrus (Kis. 10:34-43). Karya Allah memang selalu terbuka bagi khalayak (Yes. 25:6-9). Bahkan karya Allah melalui Yesus Kristus sungguh mengagumkan dan memberikan pengaruh yang besar. Dia menghadirkan damai dan sejahtera. Pengajaran-Nya adalah kebenaran yang membawa kehidupan. Yesus memperjuangkan apa arti kasih Allah bagi dunia dengan setia sampai penghabisan di Golgota. Tetapi ternyata karya-Nya tidak berakhir di sana. Allah membangkitkan Yesus. Dia ditentukan untuk menjadi Hakim bagi yang hidup dan yang mati. Kepada yang percaya, akan menerima pengampunan dosa karena nama-Nya. Roh Kudus menyertai mereka sampai pada kesudahan-Nya kelak pada akhir zaman.

Perjumpaan dengan Tuhan membutuhkan proses. Awalnya kadang memang tidak selalu mulus. Biasanya karena orang belum begitu mengenali “apa yang baru” dan enggan meninggalkan “yang lama” (1 Kor. 5:6b-8). Murid-murid Kristus mengalami hal itu. Pada peristiwa Paska pertama yang dicatat Kitab Suci, ada kegalauan, keraguan, kebingungan. Seolah-olah hati dan pikiran mereka dipenuhi oleh pengalaman tragis Golgota saja. Bahkan kala Kristus yang bangkit sedang berada bersama-sama di dekat mereka sekalipun.

Dalam kegalauan itu, Dia menolong kita untuk mengenali karya-Nya. Kepada Maria Magdalena dan kepada murid-murid yang sedang berjalan menuju Emaus, Kristus yang bangkit memberikan petunjuk-petunjuk yang terkait dengan Kitab Suci dalam kaitan dengan karya-Nya. Apa yang ada di dalam Kitab Suci, digenapi melalui karya-karya Kristus. Perlahan murid-murid mengerti dan sadar. Lalu prosesnya berlanjut. Kini mereka bukan saja melihat, tetapi juga mengenali Kristus yang bangkit. Mereka bukan saja ada bersama-sama dengan Kristus, tetapi juga menjumpai Kristus yang bangkit (Yoh. 20:1-18, Luk. 24:13-49). Pengenalan dan perjumpaan dengan Tuhan yang bangkit itu memberikan pengaruh besar bagi kehidupan murid-murid. Mereka memberitakan kuasa kebangkitan yang membarui kehidupan mereka. Bahkan pembaruan itu bukan hanya untuk mereka, tetapi tersedia juga bagi mereka yang percaya (1 Kor. 15:1-11).

“..Siapakah yang engkau cari?” begitulah pertanyaan Kristus yang bangkit kepada Maria Magdalena (Yoh. 20:15). Maria yang pada waktu itu belum mengenali dan menjumpai Kristus yang bangkit. Maria yang masih menganggap Kristus sebagai penunggu taman! Jika pertanyaan Kristus yang bangkit itu, ditanyakan kepada kita saat ini “..Siapakah yang engkau cari?” apakah yang menjadi jawaban kita?

Kiranya Kristus yang bangkit memampukan kita untuk mengenali dan menjumpai-Nya, sehingga kita dapat menjawab pertanyaan itu bukan saja dengan benar, tetapi juga dengan kesungguhan hati, melalui pembaruan hidup yang diubahkan-Nya.

Pertanyaan Aplikasi:
  • Apa yang menyebabkan orang sulit untuk meninggalkan kehidupan yang lama dan menjalankan kehidupan yang baru? (1 Kor. 5:6b-8)
  • Berulangkali Kristus yang bangkit mengajak murid-murid-Nya untuk mengenali apa yang dituliskan dalam Kitab Suci. Apakah ketekunan Saat Teduh telah membuat Saudara menyadari kehadiran-Nya dalam kehidupan Saudara selama ini?
  • Kuasa Paska memberikan pembaruan hidup. Pembaruan hidup apa yang sudah Allah kerjakan bagi hidup Saudara sebagai berita Paska tahun ini bagi lingkungan Saudara?
(Pdt. Essy Eisen)
Comments