Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 6 Oktober 2013

diposkan pada tanggal 5 Okt 2013 00.07 oleh Essy Eisen   [ diperbarui 9 Mei 2014 01.43 oleh Admin Situs ]
“Aku melakukan apa yang harus kulakukan” 

(Lukas 17:5-10)

Bacaan Injil hari ini (Lukas 17:5-10) sebenarnya terkait juga dengan ayat-ayat sebelumnya (Lukas 17:1-4). LAI memberikan judul perikop “Beberapa Nasihat”. Nasihat-nasihat dari Tuhan Yesus itu antara lain:
  1. Tidak menyesatkan orang lain sehingga orang itu pada akhirnya mengalami yang buruk dan menjauhi kasih karunia Allah (ayat 1-2).
  2. Mau menegor orang berdosa dan jika orang itu menyesal, diampuni. Jika ia berdosa lagi dan menyesal lagi, diampuni lagi. Terus menerus tiada henti (ayat 3-4). 
  3. Memiliki iman. Bukan soal besar kecilnya iman, tetapi apakah iman itu adalah iman yang sungguh-sungguh dihidupi (ayat 5-6).
  4. Merendahkan diri dan hati di hadapan Tuhan dan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dengan kasih serta ketulusan tanpa tuntutan (ayat 7-10). 
Nasihat-nasihat ini dapat diaminkan secara tersendiri maupun juga secara saling terkait. Jika kita mengerti saing terkait maka dalam pembacaan kita (ayat 5-10), Kristus mengajarkan bahwa iman yang ada dalam diri kita, akan memampukan kita untuk melakukan apa yang harus kita lakukan sebagai murid-murid Kristus dengan sukactia, tanpa membangkit-bangkit dan tinggi hati. Iman kita kepada Kristus yang sudah memberikan hidup-Nya bagi kita supaya kita beroleh hidup yang bermakna, pada gilirannya akan memampukan kita memiliki hati sebagai hamba, yang juga rela memberikan hidup kita seutuhnya bagi-Nya dan bagi sesama kita supaya orang lain mengalami hidup yang damai sejahtera. 

Hari ini bersama dengan gereja-gereja Tuhan di seluruh dunia, kita merayakan Perjamuan Kudus. Kita merasakan betapa kuasa kasih Tuhan dekat dan menyatu dalam diri kita, saat ingatan suci akan karya Kristus kita kenangkan melalui Perjamuan Kudus. Dengan iman kita menerima hikmat Kristus masuk dalam pikiran dan hati kita, supaya kuasa kasih-Nya memperbarui cara kita berpikir, mengelola hati dan bertindak baik dalam suka maupun duka kehidupan. Kita mengingat pengorbanan Kristus dan kita ditolong Roh Kudus untuk menunjukkan kasih Kristus yang berkorban melalui kehidupan kita, supaya Bapa dimuliakan dalam sisa hidup kita di dunia.

Hari ini juga spesial, sebab kita memasuki Bulan Keluarga. Momen di mana kita terus belajar untuk menjadikan keluarga kita, rumah yang penuh kasih dan pengampunan, saat setiap orang yang ada di dalamnya dengan rendah hati menghambakan dirinya kepada yang lain dengan menghidupi peran yang dipercayakan Tuhan dengan penuh tanggungjawab karena pertolongan hikmat Firman-Nya.

Tema Bulan Keluarga tahun ini ialah “aku HaDiR untukmu”. “aku” sengaja ditulis dengan huruf kecil, untuk menunjukkan pribadi di tengah keluarga. “aku” di sini dapat menunjuk kepada sosok ayah, ibu, anak, saudara, sahabat. “HaDiR” di sini diartikan dengan dua makna. Pertama, “hadir” dalam pengertian: bersedia untuk menunjukkan kasih, perhatian dan doa. Kedua, “HaDiR” sebagai kependekan dari visi jemaat GKI Halimun yaitu “Hangat, Dinamis dan Berpengaruh”. Lalu kata “untukmu” diartikan untuk orang-orang yang ada di sekitar kehidupan sehari-hari. Utamanya ialah untuk setiap pribadi di dalam keluarga.

Jadi, melalui tema ini diharapkan pada bulan keluarga tahun ini kita tergugah untuk menyadari bahwa Allah bersedia menolong kita untuk menjadi pribadi yang bersedia menyatakan kasih, perhatian dan doa dengan kehangatan dinamika kasih yang benar-benar berpengaruh bagi kehidupan keluarga kita, sehingga pada saatnya, kita dapat mengalami damai sejahtera yang dikaruniakan Allah. Oleh sebab itu mari, lakukan apa yang harus kita lakukan sebagai pengikut Kristus, di tengah-tengah kehidupan keluarga kita!

Pdt. Essy Eisen
Comments