Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 6 Januari 2013

diposkan pada tanggal 4 Jan 2013 08.40 oleh Essy Eisen
Kristus Pemandu Kehidupan Kita 

Yesaya 60:1-6, Mazmur 72:1-14, Efesus 3:1-12, Matius 2:1-12

Semua orang butuh pemandu dalam hidup. Orang tua menjadi pemandu kala kita masih kanak-kanak. Mereka mengajarkan kita kata-kata dan pola bersikap. Guru-guru menjadi pemandu kita kala kita bersekolah. Mereka mengajarkan kepada kita berbagai ilmu pengetahuan yang menolong kita mengenali dan mengembangkan segala potensi yang Tuhan sudah berikan dengan unik.

Siapa lagi yang menjadi pemandu kita dalam hidup? Tentu masih banyak lagi. Mereka adalah orang-orang yang karena kehadirannya kita mendapatkan bantuan dan pertolongan akan hal-hal yang tidak dapat kita lakukan seorang diri terkait proses waktu yang terus bergulir maju. Tetapi kita harus menyadari bahwa orang-orang yang menjadi pemandu kita itu memiliki keterbatasan. Jika terkait dengan hal-hal yang mendasar tentang kehidupan kita butuh “pemandu”-nya para pemandu. Kita membutuhkan Allah! Bapa yang Mahakuasa, pencipta dan pemelihara sejati kehidupan.

Karya Allah nampak jelas dalam sejarah dunia ini. Dalam sudut pandang iman, Ia telah berkarya dalam perjalanan sejarah umat Israel (Yes. 60:1-6) dan secara khusus Ia hadir di dalam karya Kristus, Anak-Nya (Ef. 3:1-12). Kristus telah dengan nyata memperlihatkan kasih Allah yang kongkrit melalui pengajaran dan pemberian hidup-Nya bagi dunia. Karena karya-Nya kita dibebaskan dari kegelapan hidup yang membinasakan, sebab kehadiran terang-Nya telah membebaskan dan memulihkan. Karena pertolongan Roh Kudus kita akan selalu terus menerus disadarkan akan kenyataan ini, bahwa Kristus adalah Pemandu Utama kehidupan kita.

Mengikuti kisah para Majus (Mat.2:1-12) kita menyadari bahwa Allah selalu membuka jalan yang lebar bagi kita supaya kita dapat menjumpai Kristus. Jika dahulu sekali para Majus dipandu oleh bintang untuk menyadari kehadiran Kristus di dunia, kini kita dipandu oleh pemberitaan Firman serta pelayanan Sakramen di Gereja-Nya. Lagi dan lagi Kristus terus mengundang kita untuk menikmati terang-Nya dalam bentuk hikmat ilahi yang menolong kita untuk memiliki panduan yang memberikan makna pada hidup kita yang sementara ini.

Kita tahu perjalanan para Majus tidak mudah. Mereka menjumpai orang-orang yang menolak dan mengabaikan Kristus. Mereka menjumpai Herodes yang penuh tipu muslihat dan hati yang mendua. Mereka menjumpai para ahli kitab suci yang bimbang. Mereka dapat tergoda untuk berhenti saja. Namun ketekunan mereka toh tidak sia-sia. Pada saatnya mereka menikmati sukacita yang tidak terbeli, yang bahkan memampukan mereka untuk memberikan apa-apa yang ada pada perbendaharaan mereka kepada Kristus, Sang Pembaru kehidupan banyak orang di dunia ini. Mereka memilih perjalanan yang benar dengan Pemandu yang tepat.

Indahnya, setelah mereka menjumpai Kristus, para Majus tidak terjebak untuk campur lebur kepada tipu muslihat Herodes atau kebimbangan para ahli kitab suci. Mereka kembali ke dalam kehidupan mereka melalui jalan lain. Ada sebuah pembaruan hidup yang nyata, sederhana dan bermakna pada diri para Majus ini. Allah di dalam kasih Kristus sungguh-sungguh telah memandu kehidupan mereka.

Mengikuti napak tilas yang dijalani para Majus dalam menjumpai Kristus, kita tertolong untuk kembali dikuatkan oleh Firman-Nya tentang arti ketekunan yang sejati, tentang arti menyembah Kristus, tentang ketaatan yang bukan basa-basi, tentang kehidupan yang sungguh bermakna dan memberikan damai sejahtera.

Pertanyaan Aplikasi
  1. Renungkan, perjalanan hidup Anda selama ini. Apakah Anda sedang berada di dalam “kegelapan tanpa terang”, atau Anda sedang berada dalam “kegelapan dengan terang”? Apa makna Kristus sebagai “Terang Dunia” bagi Anda? 

  2. Setelah menjumpai Kristus, para Majus kembali ke dalam keseharian hidup mereka “melewati jalan lain”. Bagaimana dengan Anda setelah mendengarkan Firman saban Minggu, apakah Anda kembali kepada kehidupan Anda dengan “melewati jalan lain”? 

  3. Jika Anda mendapat kesempatan untuk memberikan sesuatu kepada Kristus, apa yang akan Anda keluarkan dari “tempat harta benda” Anda? Mengapa? Apa artinya jika dikatakan Kristus sebagai Pemandu Utama kehidupan Anda?
(Pdt. Essy Eisen)
Comments