Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Komitmen Mengikut Yesus - 5 September 2010

diposting pada tanggal 3 Sep 2010 01.44 oleh Essy Eisen   [ diperbarui22 Sep 2010 15.15 ]
Lukas 14:25-33


Tanpa komitmen yang dalam, tindakan atau kekaryaan seseorang hanya sekedar menjadi tindakan yang tidak bermakna dan penuh beban. Dengan komitmen, kekaryaan seseorang sekecil apapun tindakannya akan menjadi sebuah “maha karya”, masterpiece. Jika sebuah tindakan kekaryaan dilakukan dengan komitmen, energi yang dikeluarkan mengalir karena cinta, penuh antusias dengan semangat memberikan yang paling baik dan memberikan dampak yang luar biasa kepada yang merasakan atau menikmati karya orang itu.

Yesus mengajak setiap orang yang mau mengikuti-Nya agar mau mengikut dengan antusiasme yang penuh. Sebagaimana seseorang yang dihukum mati oleh pemerintah Roma pada waktu itu harus memikul salib menuju tempat penyaliban sebagai tanda ketertundukan pada penguasaan Roma, Yesus mengajak setiap orang yang mau ikut Dia, juga “memikul salibnya” dalam arti berani membayar harga dengan komitmen penuh yang diwujudkan dengan pengorbanan dan kesetiaan kepada-Nya, sampai akhir hayat.

Yesus menambahkan dengan menggambarkan seorang yang hendak membangun menara, perlu mempertimbangkan dengan masak perencanaan dan anggarannya, agar pada saatnya karya pembangunan itu berlangsung dengan sempurna. Demikian pula dalam hal mengikut Yesus, ada harga yang harus diperhitungkan dan dilakukan sebagai tanda kepenuhan komitmen kepada-Nya. Ada hal-hal yang harus ditinggalkan, ada yang harus diperjuangkan untuk diberlakukan, semuanya dilakukan karena kasih yang dalam kepada Allah. Jika ini yang dipilih, maka hidup bukan sekedar hidup saja, tetapi menjadi “maha karya”, masterpiece di tangan pemeliharaan Allah untuk menerima karya-karya baik-Nya, sekaligus penyalur karya-karya baik-Nya kepada orang lain. Selamat berkarya dengan komitmen dalam mengikut Yesus Kristus.
Comments