Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 31 Oktober 2010

diposkan pada tanggal 28 Okt 2010 01.26 oleh Essy Eisen
Menjalankan reformasi kehidupan


Yesaya 1:10-18
Melalui Yesaya, Allah menasihatkan kepada umat untuk berhati-hati kepada rutinitas beragama yang tidak diikuti dengan perubahan sikap yang berarti. Hubungan vertikal yang baik dengan Allah seharusnya diikuti dengan hubungan horisontal dengan sesama manusia. Umat diajak untuk melakukan langkah-langkah pembaruan kehidupannya dan kehidupan orang lain di sekitarnya. “..belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!” (Yes 1:17)

“Menjauhi yang jahat dan belajar berbuat baik adalah bakti yang benar di mata Allah”

Mazmur 32:1-7
“Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.” (Mzm 32:7) Demikianlah pemazmur mengajarkan bahwa Allah selalu bersedia menjadi tempat perlindungan bagi setiap umat-Nya yang berada di dalam kesusahan karena dosa-dosanya. Dalam rahmat-Nya yang besar Allah akan menyambut dan membarui kehidupan mereka saat umat datang kepada-Nya dalam pertobatan yang sungguh-sungguh.

“Allah tidak pernah menolak orang yang menyesali kesalahannya dan mau bertobat kepada-Nya”

2 Tesalonika 1:1-4, 11-12
Paulus bersyukur karena jemaat Tesalonika telah menjadi jemaat yang mau bertumbuh menjadi dewasa. Paulus mengatakan “..karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,..” (2 Tes 1:3) Paulus terus berharap agar pekerjaan iman mereka makin sempurna dari hari ke hari di dalam kekuatan kasih karunia Allah (2 Tes 1:12).

“Bukti dari iman yang bertambah ialah pada saat kasih seorang akan yang lain semakin kuat”

Lukas 19:1-10
Yesus berkata tentang diri-Nya demikian: “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Luk 19:10). Zakheus dipuji oleh Yesus karena pada akhirnya ia mau melangkah menuju pembaruan hidup karena kasih Allah. Zakheus telah melihat bahwa apa-apa yang dahulu dianggapnya berharga tidak sebanding dengan harga jiwanya yang telah tertebus karena rahmat Allah. Untuk tiba pada titik itu, Zakheus telah meninggalkan kehidupan lamanya, dan melangkah dalam kebaruan hidup bersama Yesus.

“Yesus Kristus mencari kita yang terhilang dan tersisih untuk menghadirkan kehidupan yang baru dan penuh pengharapan. Untuk berproses menuju kehidupan yang baru dibutuhkan upaya melepaskan kehidupan lama yang telah menutupi hati nurani kita”

Perenungan

  • Hal-hal jahat apa yang sudah Anda tinggalkan selama satu bulan ini? Hal-hal baik apa yang lalu saat ini sedang Anda pelajari?
  • Saat ini, kasih Anda untuk keluarga semakin kuat atau semakin lemah? Apa sebabnya? Bagaimanakah Yesus Kristus sudah menolong Anda dalam hal itu?
  • Kapan terakhir kali Anda datang kepada Allah dan menyesali kesalahan Anda? Apa yang Anda lakukan dalam mengisi hidup yang sudah diampuni oleh Allah itu?
Comments