Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 29 Juli 2012

diposting pada tanggal 26 Jul 2012 01.06 oleh Essy Eisen   [ diperbarui26 Jul 2012 01.21 ]
Perjamuan Makan Sang Raja Semesta

2 Raja-Raja 4:42-44, Mazmur 145:10-18, Efesus 3:14-21, Yohanes 6:1-21

Mujizat atau keajaiban ilahi tidak boleh berakhir pada dirinya sendiri. Maksudnya, mujizat harus selalu mengarahkan kita kepada Sang Pemberi keajaiban, yaitu Allah sendiri. Mujizat terbesar bagi hidup orang Kristen adalah kebangkitan Kristus yang mengalahkan kuasa maut. Dengan kebangkitan-Nya, kita memiliki pengharapan akan kebangkitan hidup kita juga, dilepaskan dari ikatan kuasa dosa, untuk bangkit karena pertolongan Roh Kudus dalam hidup yang baru.

Minggu ini kita menyimak kembali karya keajaiban yang dibuat Tuhan Yesus yang dicatat dalam keempat kitab Injil, yaitu Perjamuan makan besar bagi ribuan orang yang berbondong-bondong mengikuti-Nya. Saat merenungkan kisah ini, kita diajak untuk membuka mata dan hati bagi tanda yang Allah perlihatkan dalam hidup kita, supaya kita tidak pernah kehilangan iman, kesetiaan dan kasih kepada-Nya yang setia memelihara hidup kita.

Apa yang terjadi dalam perjamuan makan bagi banyak orang itu tentu mengingatkan kita juga akan karya Allah bagi umat-Nya di padang gurun dalam perjalanan menuju Kanaan. Allah mengaruniakan manna, untuk mengenyangkan jasmani mereka. Di dalam Yesus Kristus, Allah memperlihatkan kembali kuasa pemeliharaan-Nya yang setia itu. Bahkan bukan hanya memelihara manusia saja. Tuhan Yesus berkuasa atas alam semesta. Laut yang bergelora karena angin kencang tidak mampu menghentikan kasih-Nya untuk tetap mendampingi murid-murid-Nya.

Apa makna yang dapat kita temukan dalam peristiwa ilahi ini?

  1. Keajaiban ilahi selalu didahului oleh masalah. Ternyata keajaiban ilahi bukan dimulai pertama sekali oleh iman, tetapi oleh masalah. Jika saat ini kita mengalami atau melihat masalah dalam hidup orang lain, berbahagialah. Sebab dalam keagungan rencana-Nya, Allah akan bertindak. Allah setia. Hati-Nya berbelas kasihan kala melihat kesusahan umat-Nya. Dia memberikan solusi. Dalam kisah Injil hari ini Yesus berkata: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Yesus memahami masalah kita.
     
  2. Keajaiban ilahi melibatkan hati yang mau peduli. Filipus dan Andreas, yang secara khusus menjadi target pembelajaran Yesus menunjukkan kepedulian mereka. Akal budi karunia Allah mereka dayagunakan untuk menemukan solusi bagi masalah yang ada. Tetapi adakalanya kemampuan manusia memang terbatas. Yang ada hanya lima roti jelai dan dua ikan. Solusi atas masalah memang selalu kurang memuaskan kalau hanya dijalani seorang diri. Tetapi jika dijalani bersama Kristus jawabannya tentu berbeda. Filipus dan Andreas belajar untuk melibatkan Kristus dalam segala keterbatasan daya penyelesaian masalah mereka. 

  3. Keajaiban ilahi melibatkan karya insani dalam bentuk kerelaan memberi diri. Lima roti jelai dan dua ikan diambil Yesus. Dalam syukur dan kasih, Yesus menjamu ribuan orang menggunakan apa yang didapat dari anak itu. Semua makan dengan kenyang. Bahkan ada sisa 12 bakul. Di tangan Yesus, talenta yang kecil ada artinya, selagi mencerminkan kasih-Nya. 

  4. Keajaiban ilahi tidak boleh dikecilkan untuk kepentingan sendiri. Setelah makan, orang banyak takjub akan kuasa Yesus. Tetapi lalu ada kecenderungan mereka untuk mengecilkan kuasa Yesus hanya untuk menjadi Raja dareah Galiea. Yesus lalu pergi, menyendiri. Bagi Yesus kasih-Nya tidak boleh dikecilkan hanya untuk segelintir orang. Keajaiban kuasa kasih-Nya adalah untuk semesta alam. Kristus Raja semesta. Ini dibuktikan dengan kuasa-Nya yang berjalan di atas air. Orang yang sudah menerima keajaiban kasih Kristus, harus meneruskannya kepada orang lain. 
Pertanyaan Aplikasi
  • Bagaimana saudara memahami keajaiban ilahi atau mujizat selama ini?
  • Mengapa Kristus memilih untuk menggunakan lima roti dan dua ikan untuk melakukan mujizat-Nya ketimbang memunculkan ratusan uang dinar atau menurunkan hujan roti dari Sorga? 
  • Apakah saudara mau dipakai Kristus dalam penyataan mujizat-Nya? Apa yang diharapkan Yesus dari saudara?
Comments