Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Rendah Hati - 29 Agustus 2010

diposkan pada tanggal 26 Agt 2010 23.34 oleh Essy Eisen   [ diperbarui22 Sep 2010 15.16 ]
Lukas 14:1, 7-14

Tuhan Yesus menasihati orang-orang untuk tidak terburu-buru mencari tempat yang baik dalam situasi pesta. Saat sekarang ini, ada banyak orang yang begitu ingin untuk menaikkan status sosialnya. Entah itu dilakukan dengan bergaul dengan orang-orang yang “tinggi”, berpenampilan “wah” atau memiliki barang-barang mewah dan mahal. Muncul pertanyaan, siapakah yang ingin kita buat bangga?

Melalui nasihat Tuhan Yesus kita belajar, ketimbang mencari prestise, lebih baik cari cara untuk melayani orang lain. Pada saat-Nya, kalau Allah menghendaki kita untuk melayani dalam skala yang lebih luas, bukankah Allah akan mengundang kita? Melayani, memberikan orang lain yang terbaik dari apa yang kita bisa berikan untuk mereka adalah lebih penting ketimbang pencapaian status. Itulah makna yang luhur dalam Kerajaan Allah yang terbuka kepada banyak orang itu.

Bagaimana caranya agar kita dapat merendahkan diri? Beberapa orang mencoba memanipulasi dengan menampilkan tampilan yang merendah. Beberapa mengarikan rendah hari sama dengan rendah diri dan pasif. Sebenarnya, orang yang rendah hati itu adalah orang yang mencoba untuk semakin serupa dengan Kristus. Orang-orang seperti ini menyadari keberdosaan mereka di hadapan Allah dan memahami serta jujur akan keterbartasan-keterbatasan yang mereka miliki. Dalam kesadaran itu, kelebihan-kelebihan yang ada akan digunakan sebagaimana Kristus mengarahkannya. Kerendahan hati dengan nyata ditandakan oleh kesadaran akan keberadaan diri dengan jujur akan segala keterbatasan, tetapi bersamaan dengan itu juga diikuti oleh komitmen untuk melayani orang-orang yang ada di sekitarnya.
Comments