Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 27 April 2014

diposting pada tanggal 2 Mei 2014 02.26 oleh Admin Situs
Kuasa Paska Membarui Hidup Kita

Kisah Para Rasul 2:14a, 22-32, Mazmur 16, 1 Petrus 1:3-9, Yohanes 20:19-31

Paska bukan sekadar peristiwa. Paska adalah juga kuasa. Saat mengingat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, Roh Kudus menolong kita untuk menyadari betapa Allah telah memenangkan cara Yesus Kristus membarui pola pikir yang jahat dalam dunia ini, supaya pada akhirnya kita pun tahu, untuk tetap memilih menghidupi cara pembaruan yang telah Tuhan Yesus Kristus tempuh itu.

Pada zaman Tuhan Yesus, ada banyak orang mengaku diri sebagai “kristus” atau “mesias”, “raja pembebas”. Bahkan tidak sedikit juga para terduga “kristus”/”mesias” itu mati mengenaskan di kayu salib juga, sama seperti Tuhan kita Yesus Kristus. Tetapi karya Tuhan Yesus Kristus berbeda dari mereka. Sebab nyata benar bahwa karya Tuhan Yesus tidak berhenti saat Ia mati. Murid-murid yang mengasihi dan percaya kepada kasih-Nya, menjumpai Yesus Kristus hidup!

Namun, bukan sekadar hidup saja, dengan kuasa cinta kasih-Nya Tuhan Yesus menyertai para murid dengan Roh Kudus supaya mereka mengisi hidup mereka pun dengan cinta kasih. Hidup yang sungguh baru di dalam nama-Nya. Hidup yang tidak lagi diikat oleh kebodohan dosa yang berakhir kebinasaan, tetapi hidup karena anugerah pendamaian Allah yang berujung pada damai sejahtera segenap ciptaan-Nya.

Paska seharusnya tidak berhenti pada kekaguman saja. Kuasa Paska, menolong kita untuk mengalami pembaruan hidup. Kita ditolong-Nya untuk tidak takut lagi dalam mengikuti jalan kasih-Nya. Kita dimampukan dan diutus-Nya untuk menjadi “jembatan” pembaruan hidup bagi banyak orang, supaya melalui kehadiran diri kita, kata-kata kita, setiap orang yang berjumpa dengan kita mengalami sukacita, inspirasi baru, kesegaran jiwa, pengharapan untuk bangkit dari segala keterpurukan hidup.

Memang tidak semua orang mau berproses untuk menikmati Paska sebagai kuasa. Acapkali seperti murid-murid Yesus yang mengunci pintu, masih ada juga orang yang mengunci “pintu hati”nya bagi kehadiran cinta kasih Kristus. Acapkali seperti Tomas yang begitu besarnya mendambakan bukti-bukti, masih ada juga orang yang begitu cepat menyimpulkan keadaan hidupnya, tanpa mau menyimak dengan rendah hati kenyataan pembaruan hidup yang sedang dikerjakan Allah di sekitar kehidupannya yang hadir dalam kepedulian kasih orang-orang yang berada di dekatnya.

Namun, kini kita tahu bahwa terhadap orang-orang yang demikian pun, kasih Allah tetap setia. Ia datang menembus relung hati kita, mengenyahkan keraguan kita seraya berkata dengan Firman-Nya yang lembut nan tegas “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Alangkah berbahagianya kita saat ini, yang telah mendengar Firman-Nya itu, yang tidak melihat Kristus secara fisik tetapi sungguh percaya. Kita yang percaya kepada-Nya, akan memperoleh pembaruan hidup!

Walaupun Kristus yang bangkit tidak dapat kita lihat secara fisik, kenyataan kuasa kebangkitan-Nya tetap kita lihat sampai saat ini melalui kehadiran gereja-Nya, yaitu para pengikut-Nya yang setia untuk hidup dalam cara Kristus dan cinta kasih Kristus. Dahulu kala, di Yerusalem, Petrus dan kesebelas rasul, dengan berani bersaksi melalui kata-kata dan perbuatan mereka yang telah diubahkan Roh Kudus. Orang banyak pada waktu itu melihat dengan nyata Kristus yang bangkit itu, melalui semangat mereka, perbuatan mereka, serta kuasa kasih Kristus yang menyertai mereka.

Para murid Kristus tetap memiliki pengharapan dan tidak putus asa dalam melakukan apa-apa yang Tuhan Yesus perintahkan. Rupa-rupa tekanan dan penderitaan tidak lagi menjadi penghalang, sebab pola pikir, sikap hati dan jiwa mereka mereka sebagai orang-orang yang telah mengalami kuasa paska Kristus sudah terbarui. Mereka tetap setia menjadi murid-murid Kristus yang mau dimenangkan Kristus dari kuasa kebodohan dosa. Mereka dimampukan Kristus untuk membarui dunia ini!

Sungguh, tidak akan sia-sia orang yang berlindung kepada Allah, sebab Ia baik. Nasihat Firman-Nya akan membarui setiap hati nurani yang percaya. Allah berpihak kepada setiap orang yang setia berjalan bersama-Nya dalam jalan kehidupan yang ditunjukkan-Nya. Pada jalan itu ada kegembiraan berlimpah dan kebahagiaan untuk selama-lamanya.

(Pdt. Essy Eisen)
Comments