Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 26 Oktober 2014

diposting pada tanggal 23 Okt 2014 02.19 oleh Admin Situs   [ diperbarui23 Okt 2014 10.56 ]
Aku Berkorban

Kidung Agung 8:6-7, Mazmur 139, Markus 10:42-45, Kolose 3:13

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. (Yohanes 15:9-10)

Setiap bulan Oktober GKI Halimun menyelenggarakan bulan keluarga. Tujuannya, supaya pertumbuhan dan tindakan iman nyata di keluarga. Oleh sebab itu, tema khotbah selama bulan Oktober mengangkat tentang keluarga. Tema tahun ini adalah : “Kekuatan Cinta” dengan pengertian, cinta yang dijalankan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati dan dengan jiwa yang tulus, yang akan memberikan pengaruh luar biasa. Kita menyadari bahwa semua makhluk hidup membutuhkan cinta. Tanpa cinta semua sia-sia. Tanpa cinta tidak akan ada pembaruan hidup di dunia ini.

Tahap pertama untuk berproses mengerahkan kekuatan cinta ialah berkenan untuk dibentuk. Kita sadar bahwa penyebab awal orang tidak melakukan apa yang seharusnya ialah karena tidak tahu dan tidak mengerti. Oleh sebab itu, sebagai pribadi yang mau menghidupi kekuatan cinta, kita berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan “Guru Besar” ilmu kasih kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Semakin hari, kita semakin serupa Kristus.

Tahap kedua untuk berproses mengerahkan kekuatan cinta ialah rendah hati. Sikap nyata yang menandakan rendah hati itu ialah mengakui kesalahan. Tidak ada orang yang sempurna, tanpa salah. Tetapi orang yang berani mengakui kesalahan dan mengampuni kesalahan adalah orang yang memiliki cinta yang sempurna. Konflik tidak akan berkepanjangan, kalau ada pribadi-pribadi yang mau mengakui kesalahan. Kebencian akan berhenti, kalau ada pribadi-pribadi yang mau mengampuni kesalahan.

Tahap ketiga untuk berproses mengerahkan kekuatan cinta ialah menghidupi perubahan. Iman sejati ditandai dengan perbuatan yang bertobat. Hidup beriman sejati selalu menghadirkan perubahan perilaku sesuai dengan nilai-nilai Firman Allah. Perubahan yang sehat dimulai dari diri sendiri, dimulai dari tindakan-tindakan yang kecil dan lama-lama juga tindakan-tindakan yang besar dan tindakan-tindakan perubahan itu tidak pernah ditunda tetapi dinyatakan sesegera mungkin.

Tahap keempat untuk berproses mengerahkan kekuatan cinta ialah dengan menunjukkan kasih yang berkorban. Apa itu kasih yang berkorban? Kasih yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus. Kasih yang terus dinyatakan walau kita mungkin mendapatkan apa yang tidak baik/enak. Kasih yang habis-habisan diberikan karena kita tahu dengan memberikan kasih, orang yang kita berikan kasih itu mendapatkan pertolongan nyata bagi hidupnya. Kasih yang tidak mengharapkan balasan kasih, sebab kalau kita mengharapkan balasan kasih, kita tidak akan pernah memberikan nilai lebih pada kasih kita.

Tahap kelima ialah menghidupi semua tahapan proses dengan melibatkan segenap hati, pikiran, jiwa dan yang terutama melalui perbuatan nyata. Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan ini sebagai pembantu bagi kita untuk menyatakan komitmen hidup baru di bulan keluarga ini: 
  • Dari mana dan dari siapakah Anda belajar tentang kasih dan mengasihi? Mengapa Anda memilih belajar di situ dan kepadanya?
     
  • Mengapa banyak orang enggan untuk mengakui kesalahan? Apa yang membuat orang mampu mengakui kesalahan? Menurut Anda manakah yang lebih mudah, mengakui kesalahan atau mengampuni kesalahan? Mengapa demikian? Apakah Anda pernah mengakui kesalahan? Apa akibatnya? Apakah Anda pernah mengampuni orang yang berbuat salah kepada Anda? Apa akibatnya?
     
  • Apakah ada dalam hidup Anda sekarang ini hal-hal yang menurut Anda tidak bisa diubah lagi? Mengapa demikian? Apakah Anda pernah bertemu dengan orang yang mengalami perubahan hidup? Mengapa ia dapat mengalami perubahan hidup seperti itu? Apa makna bertobat bagi Anda? Menurut Anda, pertobatan itu merugikan atau menguntungkan? Mengapa demikian? 

  • Pengorbanan apakah yang sudah Anda lakukan dalam hidup Anda selama ini? Menyesalkah Anda dengan pengorbanan itu? Apa dampak dari pengorbanan yang sudah Anda lakukan bagi Anda dan orang lain yang ada di sekitar Anda?
(Pdt. Essy Eisen)
Comments