Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 26 Januari 2014

diposkan pada tanggal 24 Jan 2014 06.28 oleh Admin Situs
“Kabar baik di tengah kekelaman”

Yesaya 9:1-4, Mazmur 27:1, 4-9, 1 Korintus 1:10-18, Matius 4:12-23

Hampir dua pekan beberapa bagian kota di Indonesia dilanda kesusahan karena banjir. Berkat Tuhan berupa air hujan untuk menjaga ketersediaan air bersih pada musim kemarau rupanya tidak disikapi dengan pengelolaan saluran air yang baik. Sungguh kelam dan memprihatinkan. Bagi orang-orang yang terkena banjir, bantuan yang diberikan dengan segera adalah sebuah kabar baik yang melegakan hidup. Entah berupa bantuan jangka pendek, terlebih lagi bantuan jangka panjang oleh pemerintah berupa pengelolaan saluran air, pembuatan sumur resapan, pengelolaan sampah, tata ruang yang ramah lingkungan, serta pelatihan kesadaran bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan-kebiasaan pola hidup yang arif dalam mengimbangi pola cuaca yang tidak lagi menentu.

Di tengah-tengah kekelaman hidup umat Allah karena dijajah bangsa yang keji, nabi Yesaya menyampaikan visi-visi suci. Ada saatnya Allah akan bertindak untuk menghadirkan damai dengan “melenyapkan kuk dan gandar yang membebani dan mematahkan tongkat si penindas”. (Yes. 9:4) Dalam pengharapan yang demikian, bersama dengan pemazmur (Mzm 27:1, 4-9), umat Allah dapat mengalami ketenangan. Pertolongan Tuhan nyata bagai terang. Perlindungan-Nya aman bagai benteng yang kokoh!

Visi suci nabi Yesaya itu nyata kentara dalam karya Tuhan Yesus Kristus (Mat. 4:12-16). Kehadiran Yesus melalui segenap karya-Nya di dunia ini, menunjukkan bahwa Allah dengan kuasa kasih-Nya tengah menjadi Raja dalam kehidupan umat manusia. Apa yang indah, menyenangkan dan mengagumkan di Sorga, kini dihadirkan oleh Yesus Kristus melalui pengajaran dan keteladanan hidup-Nya. Kerajaan Sorga begitu dekat dalam hidup manusia!

Yesus tidak sendirian dalam memberitakan kabar baik di tengah kekelaman dunia ini. Ia mengajak serta orang-orang untuk berkarya bersama-Nya (Mat. 4:18-22). “Bertobatlah, sebab kerajaan Sorga sudah dekat!”, demikian digemakan oleh Yesus (Mat. 4:17). Orang-orang yang mau mendengarkan kabar baik dari Yesus, akan meninggalkan hidup yang dipenuhi kebodohan dosa untuk menjalankan hidup yang baru, hidup dalam kerajaan kasih Allah. Dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan, mereka bertobat, lalu menghidupi kasih, keadilan dan kebenaran dengan tulus dalam hidup mereka, bersama-sama dengan Yesus menghadirkan pembaruan bagi dunia.

Yesus berkeliling dan mengajar. Ia memberitakan bahwa kuasa kasih Allah akan mengubah kehidupan banyak orang. Dengan kuasa kasih, Ia melenyapkan segala penyakit dan kelemahan yang ada di antara bangsa-Nya (Mat. 4:23). Puncak dari karya Yesus Kristus ialah pemberian nyawa-Nya di salib. Salib Kristus adalah sebuah “khotbah” tanpa kata-kata yang gamblang dan jelas. Karya Kristus membarui dunia sampai sekarang. Bahwa kuasa kasih yang berkorban demi kebaikan akan menghasilkan kehidupan.

Hidup karena kabar baik dari Kristus (Injil) adalah hidup yang seia sekata, sehati sepikiran dalam menyikapi setiap perbedaan yang ada (1 Kor. 1:10-11). Tidak boleh ada orang yang memegahkan diri dengan merendahkan yang lain. Salib Kristus, menunjukkan dengan jelas apa arti kasih. Kasih ialah tindakan berkorban demi kebaikan orang lain (1 Kor. 1:12-18). Orang yang memberitakan Injil ialah orang yang memahami dan menghayati dengan benar apa arti salib Kristus, dan rela untuk menghadirkan dirinya sebagai “terang” bagi yang lain melalui kasih, keadilan dan kebenaran.

Tuhan Yesus Kristus berjanji menyertai Gereja-Nya sampai kepada kesudahan zaman. Penyertaan Kristus yang setia itu akan memampukan Gereja-Nya untuk memperlengkapi pribadi-pribadi yang ada di dalamnya saat menghadirkan kabar baik di tengah kekelaman hidup. Kristus akan menolong kita untuk serius dan tulus menghidupi hidup yang bertobat, kapok melakukan kejahatan. Kristus akan menolong kita untuk kerja sama satu sama lain, saling membangun, mendukung dan mengingatkan sebagai murid-murid-Nya. Kristus akan menolong kita, karena Terang-Nya, melenyapkan kekelaman hidup. Bersediakah kita ditolong Kristus?

(Pdt. Essy Eisen)
Comments