Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 25 Mei 2014

diposting pada tanggal 22 Mei 2014 08.40 oleh Admin Situs
Tindakan kasih = Tanda Kehadiran Kristus

Renungan warta pada Minggu ini menggunakan pertanyaan-pertanyaan pendalaman bacaan Alkitab pada kebaktian umum Minggu ini sebagai alat bagi kita untuk giat membaca dan memahami pesan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Temukanlah betapa hikmat Firman Allah begitu kaya, dan akan menolong kita untuk menyadari bahwa saat tindakan kasih dilakukan, Kristus sungguh hadir!

Kisah Para Rasul 17:22-31

17:22 Minggu kemarin kita membaca bahwa Paulus berdiri menyaksikan Stefanus dirajam sampai mati. Sekarang, Paulus berkhotbah di Athena di Areopagus. Tempat apa itu Areopagus? Mengapa Paulus memilih pergi ke sana ketimbang pergi ke rumah ibadat Yahudi (sinagoga) setempat?

17:23 Jika Paulus berkelana ke kota-kota besar kita seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, Semarang dan kota besar lainnya, apa kira-kira yang akan dikenali Paulus sebagai objek sesembahan kita?

17:24-29 Apa isi khotbah Paulus? Apakah ia menggunakan sumber-sumber Alkitab? Bagaimana Paulus menjelaskan tentang Allah? Tentang Kristus?

17:24 Bagaimana anda akan menjelaskan Allah kepada orang yang belum percaya kepada-Nya?

17:25 Apa maksud Paulus dengan mengatakan bahwa Allah “tidak dilayani oleh tangan manusia?”

17:26 Siapa “satu orang” yang dimaksud di sini? Apakah “batasan-batasan” kediaman di sini lebih tepat dipahami dari segi geografis atau politis?

17:27 Apa artinya “mencari dan menjamah Allah”? Apakah kita dapat melakukannya sekarang ini?

17:28 Paulus mengutip sastra hikmat dari budaya Yunani di sini. Apakah sastra hikmat dari budaya kita dapat kita gunakan untuk membantu kita menjelaskan Injil kepada orang lain sekarang ini?

17:29 Mengapa Paulus mengatakan “kita berasal dari keturunan Allah”? Apa maksudnya?

17:30 Kapankah itu “zaman kebodohan”? “Pertobatan” seperti apakah yang dimaksud di sini?

17:31 Siapa yang dimaksudkan Paulus “Dia” yang dibangkitkan Allah antara orang mati?

1 Petrus 3:13-22

3:13 Apa tanggapan anda terhadap pertanyaan ini? Mengapa? Jika kata “jahat” ditukar tempat dengan kata “baik” apakah tanggapan terhadap pertanyaan ini tetap sama? Mengapa?

3:14 Siapa “mereka” di sini? Apa yang “mereka” takuti? Apa yang sekarang ini anda takuti?

3:15 Menurut anda, bagaimanakah cara menguduskan Kristus di dalam hati sebagai Tuhan?

3:16 Bagaimana caranya memiliki hati nurani yang murni saat anda memberikan penjelasan tentang pendapat dan sikap hidup anda kepada orang lain yang sedang memfitnah anda?

3:17 Apakah dengan mengetahui penyebab penderitaan akan memengaruhi cara kita menjalani bahkan mengatasi penderitaan itu? Mengapa?

3:18 Apa yang dijelaskan ayat ini tentang makna kebangkitan Kristus?

3:19 Apakah ada kaitan ayat ini dengan “turun ke dalam kerajaan maut” dalam pengakuan iman rasuli?

3:20 Apakah yang dimaksudkan Petrus (penulis surat ini) hanya terbatas pada orang-orang yang meninggal karena air bah itu saja? Atau?

3:21 Apa yang dijelaskan ayat ini tentang makna sakramen baptisan yang kita terima?

3:22 Siapa atau apa yang dimaksud dengan segala malaikat, kuasa dan kekuatan di sini?

Yohanes 14:15-21

14:15 Mengapa pertanyaan ini dimulai dengan “Jikalau”? Apa artinya? Apa yang menjadi dasar seseorang dapat “mengasihi” Kristus? Apa saja “segala perintah Kristus” yang anda ketahui?

14:16 Apakah permintaan Kristus kepada Bapa di sini termasuk juga permintaan supaya kita dapat menuruti segala perintah-Nya? Mengapa “Penolong” di sini menggunakan huruf besar di awal kata?

14:17 Perhatikan “Roh Kebenaran” menggunakan huruf besar. Apa artinya? Pada 14:15, Yesus menggunakan “akan” tetapi pada ayat ini kita menjumpai kalimat “..Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Jadi dalam terang saat ini dan masa depan. Apa artinya?

14:18 “Aku datang kembali kepadamu”. Apakah Yesus berbicara tentang kedatangan Roh Kudus, kedatangan kembali di akhir zaman, atau kedua-duanya?

14:19 “Tinggal sesaat lagi” apa maksudnya?

14:20 “Pada waktu itu” kapankah waktu itu?

14:21 Apakah Yesus menuntut orang untuk mengasihi-Nya? Apakah Yesus pamrih? Pada saat apakah Yesus akan menyatakan diri-Nya?

(Pertanyaan-pertanyaan disusun oleh J.E. Harris dengan revisi oleh Pdt. Essy Eisen)
Comments