Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 24 April 2011

diposting pada tanggal 21 Apr 2011 00.18 oleh Essy Eisen   [ diperbarui21 Apr 2011 00.33 ]
Bangkitlah!

Kisah Para Rasul 10:34-43, Mazmur 118:1-2, 14-16, Kolose 3:1-4, Yohanes 20:1-18

Allah tidak pernah pilih kasih. Setiap orang yang takut akan Tuhan dan melakukan yang benar, berkenan kepada-Nya (Kis 10:34-35). Kehadiran Yesus Kristus di dunia ini bukan hanya memberikan spiritualitas baru untuk orang Yahudi tetapi untuk semua orang di muka bumi ini. Karya pemulihan Kristus di dunia ini menunjukkan bahwa Allah ada bersama-Nya. Kristus ditentukan-Nya menjadi hakim bagi orang yang hidup dan yang mati. Orang yang percaya Kristus tidak lagi ada dalam keterpisahan dengan Allah. Oleh sebab itu, bangkitlah! Allah berkenan akrab dengan kita. Karena Kristus, kita diterima-Nya. Pemulihan hidup disediakan-Nya. Pengampunan dosa dikaruniakan-Nya.

Kisah kebangkitan Yesus adalah kisah kebangkitan hidup setiap orang yang percaya kepada-Nya juga. Sebenarnya bukan hanya kisah, tetapi kuasa. Ya. Paska adalah kuasa. Setiap merayakannya kita teringat betapa terkadang kita menjadi seperti Maria Magdalena yang sulit memiliki pembaruan paradigma dalam menyingkapi kepedihan hidup. Bahkan malaikat-malaikatpun tidak mampu menggetarkan hatinya yang suram (Yoh 20:13). “Mengapa engkau menangis?” adalah pertanyaan untuk kita juga yang kadang dilanda kesusahan hidup. Dan jawaban kita acapkali tidak lahir dari iman. Jawaban kita biasanya berkisar pada apa yang kelihatan mata. “Tuhanku telah diambil orang..” Sebuah paradigma yang hanya berkutat kepada perkara duniawi dan lupa bahwa itu bukanlah segalanya!

Yesus yang bangkit mengulang pertanyaan yang sama kepada Maria dengan tambahan “Siapa yang engkau cari?” Apa yang Maria cari? Apa yang kita cari? Hati dan pikiran Maria dipenuhi asumsi dan ia sedang mencari-cari jawaban kelegaan hidup seorang diri. Kadang manusia tidak menemukan kelegaan karena ia mencari jawaban hanya untuk memuaskan diri sendiri. Pikiran Maria dipenuhi kuasa maut. Namun kasih Allah setia. Hingga pada saat-Nya, Allah menyapa kita secara pribadi di dalam Yesus. Ya. Ia mengenal kita. “Maria!”, Kuasa Allah dalam diri Yesus yang bangkit dan hidup menyapa dan menghentakkan kegusaran Maria.“Rabuni!” Satu kata ini lahir dari suasana hati yang telah diperbarui kuasa kebangkitan. Kata ini adalah sapaan akrab untuk Yesus oleh Maria. Paradigmanya kini terbarui. Ia telah melihat Tuhan. Dan bukan hanya itu, Bapa dan Allah, yang membangkitkan Yesus dari maut kini menjadi Bapa dan Allah dari Maria, yang juga telah dan akan membangkitkannya dari segala kepedihan hidup untuk mempersaksikan kuasa kebangkitan itu kepada yang lain.












Oleh sebab itu bangkitlah! sebab kita sudah dibangkitkan dalam hidup yang baru bersama Kristus. Roh-Nya memberikan kepada kita hikmat-Nya untuk melihat segala sesuatu dalam kehidupan ini sebagaimana Kristus memandangnya (Kol 3:1-2). Paska berarti hidup lama kita sudah mati bersama Kristus dan kini karena anugerah-Nya hidup menjadi baru, hidup yang sesungguhnya. Hidup yang jika dijalankan dengan kesetiaan dan ketulusan yang pada saat-Nya akan menerima kemuliaan bersama-bersama dengan Kristus.

Selamat merayakan kebangkitan hidup, karena Yesus Kristus hidup!

(Pdt. Essy Eisen)
Comments