Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 20 Juli 2014

diposting pada tanggal 31 Jul 2014 22.50 oleh Admin Situs
Tuhan Maha Tahu

Kejadian 28:10-19; Mazmur 139:1-12, 23-24; Roma 8:12-25; Matius 13:24-30, 36-43

Menurut Johari Window, pengenalan akan di dapat di kategorikan dalam empat bidang. Pertama (bidang A), bidang yang terbuka, yaitu apa yang kita dan siapa saja bisa lihat mengenai diri ini. (Saya tahu, orang lain pun tahu). Kedua (bidang B), bidang yang kita buta, yaitu apa yang orang lain lihat tentang diri ini, tetapi kita sendiri tidak bisa melihatnya. (Saya tidak tahu, orang lain tahu). Ketiga (bidang C), bidang yang tersembunyi, yaitu apa yang kita bisa lihat namun orang lain tidak bisa melihatnya. (Saya tahu, orang lain tidak tahu). Keempat (bidang D), bidang yang tidak disadari, yaitu apa yang kita dan orang lain tidak bisa lihat dalam diri ini (Saya tidak tahu, orang lain pun tidak tahu).

Jadi, dari empat bidang dalam kategori Jendela Johari, ada dua bidang yang kita bisa lihat dan ada dua bidang yang kita tidak bisa lihat. Dari kedua bidang yang kita tidak bisa lihat itu, hanya satu bisa dilihat orang lain. Sisa satu bidang yang semua orang tidak bisa lihat. Meskipun demikian, Tuhan bisa melihat semua bidang, dan Dia mengenal seluruh keberadaan kita.

Mazmur 139:1-6 menunjukkan pengakuan iman yang penuh ketakjuban dari pemazmur kepada Tuhan yang Maha Tahu. Tuhan mengetahui semua yang pemazmur lakukan. Bahkan Tuhan sudah tahu isi hati manusia sebelum diucapkan. Jadi, Tuhan mengetahui sedalam- dalamnya dan sebenar-benarnya pikiran, hati, perkataan dan perbuatan manusia, yang baik maupun yang jahat. Pengetahuan Tuhan itu membuat pemazmur kagum sekaligus percaya kepada-Nya.

Mazmur 139:7-12 menunjukkan Tuhan yang Maha Tahu adalah Tuhan yang Maha Ada. Ia ada di segala tempat. Manusia tidak dapat lari dari Tuhan, walaupun mendaki ke langit yang tertinggi atau dunia orang mati. Walau manusia terbang dengan kecepatan fajar, ataupun masuk ke dalam kegelapan malam, Tuhan tetap dapat menjangkaunya.

Pemazmur tidak hanya sadar bahwa Tuhan sungguh-sungguh mengenal dirinya, tetapi Ia mau datang ke hadapan Tuhan Yang Maha Tahu. Ia memohon agar Tuhan mengenal dan menguji hati dan pikirannya, serta memberi bimbingan kepadanya.

Demikian dalam kehidupan kita, setiap peristiwa yang ada tidak ada yang luput dari hadapan Tuhan. Termasuk segala persoalan kehidupan dan beban pergumulan yang saat ini kita rasakan. Selama ini kemanakah kita membawa beban kehidupan yang kita tanggung? Biarlah kita bisa belajar seperti pemazmur, yaitu senantiasa mau datang ke hadapan Tuhan yang Mahatahu, sambil berseru: “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139:23-24). Pemazmur menginspirasi kita untuk berani mempercayakan kehidupan kita kepada Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang Maha Tahu. Beranikah kita meneladani pemazmur?

(Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)
Comments