Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 19 Juni 2011

diposkan pada tanggal 7 Jul 2011 11.19 oleh Essy Eisen
Keutuhan Kasih Allah Tritunggal

Kejadian 1:1-2:4a, Mazmur 8, 2 Korintus 13:11-13, Matius 28:16-20

Ajaran tentang Allah Tritunggal kadang hanya dipahami sebatas pembelajaran doktrin belaka dan kehilangan sisi praktikalnya. Padahal, dalam Alkitab, penyataan tentang Allah Tritunggal itu berkaitan dengan pengalaman relasi Allah dengan umat-Nya. Oleh sebab itu, Ajaran Allah Tritunggal sebenarnya memiliki implikasi etis yang jelas bagi kehidupan orang Kristen. Matius menyimpulkan kabar baik tentang Allah dalam Kristus dengan pengutusan Kristus untuk "menjadikan semua bangsa murid." Pemuridan ini ditetapkan dalam dua komponen, baptisan dan ketaatan pada "segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." Komponen-komponen ini dapat dipahami secara berurutan, dengan baptisan sebagai ritus yang memulai murid ke dalam kehidupan Kristen di tempat pertama, dan kehidupan Kristen di tempat kedua yang terdiri dalam ketaatan terus menerus kepada perintah Yesus. Hal ini membuat baptisan lebih dari sekedar ritual formal, tapi menjadi awal pembentukan karakter kehidupan Kristen dan menetapkan perintah Yesus lebih dari daftar aturan dan peraturan, tetapi sebagai kualitas kehidupan. Dalam Injil, "perintah" Yesus dapat ditemukan dalam perintah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan pikiran dan jiwa dan kekuatan, dan untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri; Injil Yohanes menambahkan, dengan mengasihi satu sama lain seperti Yesus sudah mengasihi.

Dalam berkat penutup Paulus kepada jemaat di Korintus dikatakan "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian". Paulus menghubungkan "kasih karunia," “charis” (Yunani), yang menunjukkan bahwa cinta adalah hadiah, gratis, tanpa syarat. Ini adalah kualitas yang oleh Yohanes dicetuskan dalam perintah baru-Nya bahwa pengikut Yesus harus mengasihi seperti Yesus mengasihi. Cerita tentang Yesus dalam kitab-kitab Injil menunjukkan “charis”, cara Yesus menerima semua orang yang datang kepada-Nya. Allah dalam berkat Paulus dikaitkan dengan "kasih," Yunani: “Agape” yang, dalam Yudaisme Helenistik, membawa konotasi penting dari sebuah kasih yang menghendaki, sebuah disposisi yang disengaja untuk mencari kebaikan yang lain, dan menjadi setia bagi disposisi “dalam semua keadaan”. Dengan demikian modus kasih yang terbaik dicontohkan dalam pemilihan dan perjanjian, pertama melalui pemilihan Allah Israel, dan sekarang dalam pemilihan Allah kepada bangsa yang telah melalui perjanjian di dalam Kristus. Mereka kini mendapat kesempatan baru dalam beriman, untuk membuka perasaan proposisional baru menuju perwujudan dari tujuan yang baik berangkat dari cita-cita ilahi. Secara emosional, dampak dari kasih penebusan setia digambarkan dengan ketajaman besar dalam Roma 7:15-8:2. Pengalaman membebaskan “Agape” adalah berbeda tetapi tidak terpisahkan dari pengalaman karunia yang membebaskan dari “charis”. Roh Kudus oleh Paulus didekatkan pada "persekutuan" atau “koinonia” (Yunani), yang merupakan persekutuan kasih. Pada hari Pentakosta Roh Kudus menjadi kekuatan membangun hubungan keragaman-kesatuan kesepemahaman dalam perbedaan-perbedaan, dan ini sesuai dengan makna Roh Kudus dalam karya “koinonia”-kasih, dan tentu ini terkait dengan “charis” dan “Agape” yang menjadi realitas pengalaman kehidupan Kristen.

Dengan pemikiran ini, kita bisa melihat kisah Penciptaan pertama di Kejadian, dan melihat di dalamnya semua tiga pola kasih dalam kegiatan Allah menciptakan. Dari kekosongan “tehom” (Ibrani), Allah menciptakan hal-hal yang khas, Allah memisahkan terang dari gelap, ruang terbuka dari kekacauan, lahan kering dari laut, makhluk hidup dari tanah, dan sebagainya. Pada setiap tahap, Allah memberikan cara yang khas ini, untuk makhluk, bahwa mereka harus menjadi seperti mereka dan memiliki tempat khusus mereka dalam Penciptaan, dan ini selaras dengan kasih-“charis” yang dicontohkan di dalam Yesus. Selanjutnya, makhluk yang khas tidak dibiarkan dalam isolasi, tetapi diatur dalam hubungan yang dinamis: terang dan gelap tidak dibiarkan berlawanan belaka, tetapi diatur dalam dinamika pergantian siang dan malam, memberikan kerangka, dapat diandalkan setia, di mana semua sisa cerita terjadi; tanah dan laut terkait dengan pesisir dan pantainya, matahari dan bulan dan bintang-bintang, semua ada dalam pola gerakan relatif yang menandai waktu dan musim dan tahun; buah tanaman menghasilkan biji, buah-buahan untuk makanan, dan pada gilirannya membawa bibit ke tempat-tempat tumbuh baru untuk generasi baru, dan seterusnya. Karya tenun ilahi yang membangun jejaring hubungan yang memberi hidup ini adalah karya “koinonia”-kasih bersama dengan Roh, yang menaungi penciptaan. Akhirnya, “Agape”-kasih, tercermin dalam akhir setiap tahap penciptaan, Allah mengucapkan itu baik, dan pada tahap kemudian memberkati makhluk dan memberi mereka instruksi menjalani hidup berkat mereka. Di dalamnya ada aspek perjanjian-instruksi dari karya kreatif Tuhan dalam dunia yang dipuji sebagai tema dari Mazmur 8. Tiga pola kasih, yang diungkap oleh Paulus dan Matius jelas nyata juga dalam kegiatan Allah mencipta pada kisah Penciptaan.

Orang Kristen yang mencari kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus cenderung melihat betapa bermaknanya kehadiran mereka di dunia, karena mereka memperhatikan perasaan-isyarat di mana orang lain mungkin tidak memperhatikannya. Orang Kristen yang mencari rahmat dan kasih dan persekutuan karena mereka dimampukan menjadi jejak-jejak Allah akan mengalami dan menghadirkan Tuhan yang aktif di dunia, karena mereka memunculkan kenyataan ilahi di mana yang lain mungkin akan mengabaikan. Ajaran Tritunggal, dalam dirinya sendiri tentu abstrak, namun dapat berfungsi sebagai panduan bagi pengalaman Kristen, mengajak kita ke dalam rahmat dan kasih dan persekutuan sebagai cara konkret untuk berpartisipasi dalam Petualangan di alam semesta sebagai Satu kesatuan kasih Allah yang utuh.

(Di sadur dari tulisan Paul S. Nancarrow, oleh Pdt. Essy Eisen)
Comments