Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 17 Oktober 2010

diposting pada tanggal 14 Okt 2010 21.12 oleh Essy Eisen
Hidup dalam perdamaian dengan semua orang

Yeremia 29:1-7, Mazmur 34:12-15
Kepada umat yang berada di pembuangan Babel Allah berkata: “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Yer 29:7). Umat Israel harus belajar untuk menerima keberagaman dalam hidup mereka. Babel memang bukan Israel. Ada banyak hal yang mungkin membuat susah hati saat mereka berada di Babel. Tetapi dalam penyertaan Allah, umat Israel harus belajar untuk tetap melakukan yang baik. Mereka diajarkan untuk bersikap proaktif terhadap keadaan yang tidak menguntungkan dan bukan reaktif. Sebab dalam tindakan proaktif mereka bukan saja menikmati kesejahteraan untuk diri mereka saja, tetapi menjadi agen pembaharu lingkungan di mana mereka di tempatkan Allah. Dalam nasihatnya, Daud mau memilih perintah Allah itu juga saat ia berada dalam konflik dengan Abimelekh, Daud sadar, yang harus dilakukan sebagai tindakan iman ialah: “..jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!” (Mzm 34:15).

“Jika kita berada pada tempat di mana kita berpijak dan hidup saat ini, itu bukan kebetulan! Allah punya rencana di dalamnya. Allah mengajak kita mengusahakan kesejahteraan di dalamnya.”


Matius 5:13-16

Dalam terang setiap orang dapat melihat segala sesuatu dengan jelas dan benar. Dalam gelap yang ada adalah ketidakpastian dan ketakutan. Allah adalah sumber terang kehidupan. Di dalam Yesus Kristus jelas yang percaya kepada-Nya dapat merasakannya. Kepada para pengikut-Nya Yesus mengingatkan: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Mat 5:16). Seperti cermin besar pada mercu suar yang dapat memantulkan sinar lampu sehingga kapal-kapal laut dapat menghindari bahaya karang, pengikut Kristus ditantang untuk memantulkan sinar itu dalam perbuatan baik yang dapat dirasakan setiap orang di sekitarnya. Semuanya untuk kemuliaan Bapa.

“Setiap orang percaya ditantang untuk menjadi solusi yang baik, bukan menjadi polusi yang bermasalah”

Roma 12:10-21
Paulus memiliki cara pandang yang luar biasa dalam menyelesaikan konflik. Baginya, jika kekerasan dilawan dengan kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru yang tidak berujung pangkal. Hidup mengikut Kristus, ialah hidup dengan cara pandang baru. Sebagaimana Kristus melawan kekerasan dengan cinta kasih yang berujung pada perdamaian, Paulus menasihati supaya para pengikut Kristus meneladani-Nya. Dalam praktek yang sederhana itu dapat dilakukan dengan : “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!” (Rm 12:4). “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” (Rm 12:18)

“Orang-orang yang mengikut Kristus bukan hanya cinta damai, tetapi juga pembawa damai”

Perenungan

  • Usaha apa saja yang sudah Anda dan keluarga lakukan untuk mengupayakan kesejahteraan di lingkungan tempat tinggal Anda?
  • Selama ini apakah Anda telah menjadi solusi yang baik atau menjadi polusi yang bermasalah bagi anggota keluarga Anda dan bagi lingkungan tempat tinggal Anda?
  • Kapan terakhir kali Anda menyelesaikan konflik dengan perdamaian yang nyata?



Comments