Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 16 Januari 2011

diposting pada tanggal 19 Jan 2011 09.11 oleh Essy Eisen
Dipanggil, Dibentuk dan Diutus oleh Allah 

Yesaya 49:1-7 
Rencana Tuhan itu baik. Ia memanggil dan membentuk orang yang dikasihi-Nya sehingga apa yang diperlukan dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai hamba-Nya tersedia, dan dapat terlaksana dengan baik. Dan tentu Allah menginginkan hamba-Nya itu terus melangkah. Pada saat hamba itu merasa sudah “cukup” dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Allah mendorongnya untuk melangkah lebih jauh lagi, tidak hanya menjadi terang bagi lingkungan yang mengenalnya, tetapi juga bagi lingkungan yang dikenalnya. Dalam pengutusan itu, Allah diagungkan. 

Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, 
berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. (Mat 5:41) 

Mazmur 40:1-11
Pemazmur bersyukur, karena pertolongan Allah tidak pernah terlambat. Ternyata Allah bukanlah Allah yang menuntut, tetapi Allah yang memberi rahmat. Pengalaman hidup yang sudah merasakan kebaikan Allah itu tidak disimpan sendiri olehnya. Pemazmur bersedia memberitakan kebaikan Allah bagi semua orang yang ditemukannya, 

..Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Mat 5:16) 

Yohanes 1:29-42 
Yohanes pembaptis orang yang rendah hati. Dalam pengajarannya ia meninggikan Yesus. Yohanes pembaptis mengenal Yesus (Luk 1:36), tetapi kini ia mengenalnya lebih dalam lagi. Baginya, Yesus adalah Anak Allah. Dan bukan hanya itu, murid-muridnya Yohanes pun diarahkan untuk mengikuti Yesus! Pertanyaan Yesus kepada yang mengikuti-Nya: “Apakah yang kamu cari?” adalah pertanyaan yang dalam untuk mempertanyakan motivasi seseorang dalam mengikut Yesus. Dan tentu Yesus selalu bersedia bagi setiap orang yang ingin mengenalnya lebih lanjut dan mengalami pembaruan-Nya. 

Kata-kata iman mudah diucapkan. Tetapi pengakuan bahwa Kristus yang menjadi Raja Penyelamat dalam kehidupan, terjadi karena pengenalan di dalam kedekatan dan kesetiaan kepada-Nya. 

1 Korintus 1:1-9 
Paulus adalah orang yang mau menerima pembaruan di dalam Yesus Kristus. Tidak hanya itu, sebagai seorang yang telah dibarui Kristus, ia dimampukan Allah untuk meneruskan pembaruan itu kepada orang lain. Sesudah dipanggil, dibentuk oleh Kristus, kini ia bersedia diutus untuk mengabarkan kabar baik dan pengharapan baru karena Yesus Kristus. 

Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, 
sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. (1 Kor 1:8-9) 

 Perenungan 
· Apa alasan manusia saat memilih menyerah ketimbang berjuang, melangkah lebih baik? 
· Mengapa Yohanes Pembaptis meninggikan Yesus dan mengagungkan-Nya? 
· Saat ini Anda ada dalam pemanggilan, pembentukan atau pengutusan Allah? Mengapa?
Comments