Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 15 Desember 2013

diposting pada tanggal 14 Des 2013 08.02 oleh Admin Situs
Hidup adalah Perjuangan
Markus 2:1-12

Suatu hari saya menyaksikan berita di tv tentang sebuah desa yang terletak di daerah pegunungan yang belum terjangkau oleh PLN. Karena medan yang sulit maka instalasi listrik tidak bisa dipasang dan penduduk hidup tanpa listrik dalam waktu yang cukup lama. Hingga pada suatu hari ada penduduk yang mencetuskan ide untuk memanfaatkan air sungai yang deras sebagai sumber pembangkit listrik. Singkat kata, ide tersebut berhasil diwujudkan dan penduduk desa tersebut berhasil merasakan “kemerdekaan” dari kegelapan yang selama ini menghantui mereka.

Kisah dalam injil Markus 2:1-12, juga mengisahkan tentang empat sekawan yang mencoba untuk mempertemukan Yesus dengan rekan mereka yang rindu merasakan “kemerdekaan” dari sakit lumpuhnya. Akan tetapi upaya empat sekawan ini tidak mudah sebab banyak orang dalam rumah itu yang mengelilingi Yesus untuk melihat “aksi-Nya”. Rumah tersebut penuh sesak dengan kerumunan orang, mungkin suasananya mirip stadion Gelora Bung Karno ketika menggelar pertandingan Persija vs Persib. Penuh sesak, sampai tidak ada tempat tersisa, bahkan tidak ada jalan masuk. Cerita menjadi dramatis, sebab tatkala peluang untuk berjumpa dengan Yesus seakan tertutup, tiba-tiba empat sekawan ini mendapatkan ide cemerlang, yakni menurunkan rekan yang sakit melalui atap, supaya bisa langsung dilihat Yesus.

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita juga menjumpai hal-hal seperti yang dialami oleh si empat sekawan, yang tidak melihat adanya jalan untuk masuk, tidak ada solusi untuk sebuah persoalan. Perasaan kecewa melanda, rasa lelah mendera, kita merasa hancur karena semua yang diperjuangan seakan tampak sia-sia. Akan tetapi, bila kita berhenti pada perasaan- perasaan tersebut, apakah keadaan bisa berubah? Keadaan hanya akan bisa berubah apabila kita tetap memiliki pengharapan bahwa meskipun menghadapi keadaan yang “buntu”, akan tetapi bisa menemukan atau bahkan menciptakan jalan keluar!

Yesus Kristus mengajak kita untuk berkreasi bersama-Nya dengan ide-ide yang kreatif dalam melakukan hal-hal yang baru. Kita jangan hanya mengikuti arus pemikiran yang ada tapi bagaimana kita bersikap kritis dalam menerimanya. Semua orang tentu bisa jika hanya mengikuti arus tanpa berani menciptakan sesuatu yang baru. Sebaliknya, kita akan mengalami banyak tantangan jika kita berani menciptakan sesuatu yang baru. Kita harus maju meskipun tantangan menerjang kita. Terus maju pantang mundur, seperti lirik lagu grup band DEWA “bukankah hidup adalah perjuangan?”

Pertanyaan besar bagi kita adalah apa yang akan kita lakukan ketika melihat situasi di mana seakan-akan tiada jalan sama sekali untuk bisa “menerobos masuk”. Apa yang menjadi pengharapan kita?

Terakhir, mari kita bertemu dengan dua orang suporter timnas Indonesia, dua-duanya melihat tidak ada jalan masuk stadion karena sudah penuh sesak … yang satu akhirnya pulang sedangkan yang satu belum juga mau pulang, dia tetap ingin melihat tim Garuda bertanding, lalu dia melihat pohon tinggi di dekat stadion … AHA!! Tak bisa nonton bola di dalam stadion, memanjat pohon untuk menonton tim kesayangan pun ok saja!

Temukan keberanian anda untuk menerobos jalan buntu persoalan hidup!

(Noerman Sasono, S.Si. (Teol.))
Comments