Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Siapa yang dicari Yesus? - 12 September 2010

diposting pada tanggal 7 Sep 2010 13.23 oleh Essy Eisen   [ diperbarui22 Sep 2010 15.15 ]
Lukas 15 : 1 – 10

Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Bersamaan dengan itu, setiap orang juga memiliki hasrat, kemauan dan kemampuan untuk belajar dari kesalahan. Kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan mengalami penerimaan penuh dari khalayak ramai untuk menjalani hidup yang baru kadang tidak mudah untuk didapatkan. Seringkali seseorang tidak melihat secara positif pribadi dari orang yang berkeinginan untuk berubah, tetapi hanya melihat kesalahan dan kejahatan yang telah dilakukannya. Jika kecenderungan seperti ini yang banyak menghinggapi pikiran banyak orang, upaya-upaya pembaruan nilai hidup pelan-pelan akan mengalami kebuntuan.

Sebaliknya, Allah memiliki proyek yang sama semenjak dulu sampai selama-lamanya. Proyek apa itu? Proyek pendamaian. Ia mencari, menerima dan merehabilitasi kekeliruan tata nilai diri seseorang agar pada akhirnya orang itu mau berproses untuk menjalani hidup yang lebih berkualitas karena anugerah dan kasih-Nya. Di dalam Tuhan Yesus Kristus proyek itu nyata sempurna. Ia mencari dengan rinci dan teliti orang-orang yang telah melakukan kesalahan bukan dengan “cemeti” di tangan, tetapi dengan penerimaan dan ajakan untuk menikmati pemeliharaan, perlindungan dan pengampunan-Nya yang besar.

Yesus menggambarkan ini dengan sosok seorang gembala yang mencari seekor domba yang hilang dan meninggalkan 99 domba lainnya. Sungguh sebuah tindakan ekstra perhatian yang luar biasa. Dalam banyak kesempatan, Yesus makan dengan orang berdosa yang acapkali dikucilkan. Yesus menyentuh orang kusta yang melulu dianggap nista. Di mata dan hati-Nya, mereka ini layak untuk mendapat kesempatan menikmati hidup dalam cara pandang yang baru. Dalam kesempatan yang baru itu, menjadi nyata bahwa Allah menjadi raja di dalam kehidupan. Ini merupakan kabar baik bagi yang sedang berada di dalam kesesakan dan keputusasaan. Allah sungguh peduli dan mencari kita yang sesat! Setiap pribadi berharga bagi-Nya, sebagaimana sekeping dirham yang menjadi hiasan kepala seorang perempuan. Jika satu keping saja hilang maka akan dicari sampai ditemukan dan jika ditemukan akan memberikan sukacita yang besar.

Jika demikian kasih yang besar dari Allah bagi kita, apa-apa saja yang selama ini menghalangi kita untuk mencari dan menemukan orang-orang yang membutuhkan kasih Kristus? Sungguh menjadi sukacita yang besar dalam hidup kita, keluarga kita, tempat kerja kita dan tentu di Sorga juga, jika kita mau mencari, siapa-siapa yang dicari Yesus, bukan?
Comments