Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 12 Desember 2010

diposting pada tanggal 9 Des 2010 18.48 oleh Essy Eisen   [ diperbarui10 Des 2010 10.05 ]

Menanti damai sejahtera Allah dengan mewujudkan perdamaian

(Adven 3)

 

Yesaya 35:1-10

Pada pasal 1-34, Yesaya menyampaikan berita penghakiman untuk bangsa-bangsa, termasuk bagi Israel dan Yehuda. Kini mulai pasal 35, Yesaya menyampaikan visi yang indah dan penuh dorongan yang menyemangati. Allah berbelaskasih untuk memberikan pemulihan kepada umat-Nya. Pada saat-Nya keadilan-Nya ditegakkan dan kejahatan dimusnahkan. Kedamaian yang kekal akan dinyatakan dan segala sesuatu dibuat-Nya menjadi baik. Ada “Jalan Kudus” (ay.35) yang akan dijalani oleh orang-orang yang takut akan Allah. Dalam perjalanan itu Allah hadir mendampingi.

 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. (Isa 35:3)

Mazmur 146:5-10

Allah adalah sumber pengharapan. Yesus peduli kepada yang lemah dan tersisih (Luk 4:18-21; 7:21-23). Yesus memberikan kelegaan fisik dan rohani. Allah memanggil setiap orang menjadi alat di tangan-Nya menghadirkan kedamaian dan pemulihan.

 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

(Mzm 146-6-9)

 Yakobus 5:7-10

Seorang petani harus menunggu dengan sabar hasil panennya. Prosesnya tidak bisa dipercepat. Dalam penantian itu ada upaya yang dilakukan oleh petani untuk mendapat hasil yang baik. Ini mirip dengan sikap orang beriman yang menanti kedatangan Tuhan kembali. Dalam penantian, kita harus aktif berkarya, menghadirkan nilai-nilai kerajaan Allah, damai sejahtera-Nya. Setiap orang terpanggil untuk menuntut dirinya sendiri ketimbang menghakimi orang lain. Tugas menanti itu tidak mudah dan penuh dengan tantangan bahkan penderitaan. Tetapi, teladan para nabi memberikan kekuatan untuk tetap setia saat menjumpai tantangan.

 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

(Yak 5:8)

Matius 11:2-11

Yohanes pembaptis dipenjara oleh Herodes karena Herodes tidak suka ditegur dan dinasihati oleh Yohanes (14:3-5). Dalam penjara, Yohanes ragu. Apa benar Yesus itu Mesias. Yesus menjawab keraguan Yohanes dengan karya-karya pemulihan yang sudah dilakukan-Nya. Dengan bukti yang cukup itu, identitas Yesus jelas. Keraguan dalam hidup dapat dihilangkan dengan cara melihat Firman Tuhan dan perubahan hidup yang sudah dikerjakan Allah. Saat ragu, datang mendekat kepada Yesus adalah sikap yang tepat ketimbang menjauhi-Nya.

 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." (Mat 11:6)

 

Perenungan

·         Apa yang menjadi karya Allah dalam Yesaya 35:5-10, Mazmur 146:6-9, Matius 11:5?

·         Bagaimana Allah menghadirkan damai sejahtera-Nya? Adakah proses tertentu?

·         Dalam menantikan damai sejahtera-Nya, apa yang akan Anda lakukan dengan aktif?

Comments