Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 10 Oktober 2010

diposting pada tanggal 7 Okt 2010 10.55 oleh Essy Eisen   [ diperbarui7 Okt 2010 11.02 ]
“Bertolong-tolongan menanggung beban”

Yosua 24:14-18, Mazmur 97

Yosua dan keluarganya telah memilih kepada siapa mereka akan berbakti (Yos 24:15). Pilihannya tepat. Sebab bukankah telah terbukti bahwa Allah telah nyata berkarya untuk mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan bagi Israel? Sia-sia saja jika umat Allah mengandalkan kekuatan di luar Allah (Mzm 97:9). Bukan saja memilih dengan tepat, Yosua juga mau mengingatkan umat Allah agar juga mau memilih dengan tepat kepada siapa mereka berbakti. Sungguh sebuah sikap kepedulian yang membangun telah ditunjukkan di sini. Di tengah ragam pilihan yang ada mengenai “hal-hal yang dapat menggantikan Allah” Yosua mengajak umat untuk memperluas sudut pandang mereka akan rentang dan cakupan karya Allah yang lebih berkuasa ketimbang “allah-allah” lokal.

 "Keluarga-keluarga Kristen pada masa kini harus waspada agar tidak menggantikan Allah dengan hal-hal lain yang sifatnya tidak abadi.”

“Orang tua terpanggil untuk menunjukkan keteladanan dalam hal kesetiaan kepada Tuhan dan saling peduli untuk mengingatkan satu sama lain akan pilihan hidup yang bermakna dan bernilai sesuai kehendak-Nya”


Lukas 2:36-40

Yusuf dan Maria adalah orang tua yang taat berbakti kepada Allah (Luk 2:22,39). Mereka percaya bahwa warisan nilai-nilai kerohanian sama berharganya dengan warisan-warisan yang lain. Bahkan mungkin lebih. Sebab Yesus bukanlah anak kecil biasa. Karya-Nya kelak mendatangkan kelepasan bagi banyak orang (Luk 2:38). Setidaknya itu juga yang ditegaskan oleh Simeon dan Hana, orang-orang yang peduli bukan saja kesalehan diri mereka sendiri, tetapi kesalehan mereka telah menjadi berkat bagi keluarga Yusuf dan Maria yang semakin dikuatkan dalam iman, untuk membesarkan dan mendidik Yesus dalam asuhan yang benar menyambut karya besar-Nya kelak (Luk 2:40).

“Pendidikan nilai-nilai Kristiani sama penting dengan pendidikan keahlian pada umumnya bagi perkembangan pribadi manusia menghadapi tantangan zaman.”

“Semakin saleh seseorang, semakin karyanya memberikan manfaat kepada banyak orang”

Galatia 6:1-10

Paulus memberikan nasihat tentang hukum berbagi dan peduli (Gal 6:1-5). Hukum ini berangkat dari teladan Kristus. Di dalamnya ada upaya mengoreksi tindakan yang dilakukan dengan bijaksana. Dalam tindakan berbagi kedua pihak dapat saling memberikan keuntungan satu sama lain. Beruntunglah jika orang mau menabur apa yang baik, sebab pada saat-Nya ia akan menuainya.

“Mengoreksi tindakan yang salah dengan bijaksana adalah bukti kasih dan kepedulian”

Perenungan:
  • Apa yang membuat Anda memilih iman yang Anda hidupi sekarang ini? Bagaimana Anda menunjukkan kesejatian pilihan iman itu kepada orang lain?
  • Apa yang akan Anda lakukan untuk mengisi waktu bersama “yang berkualitas” dengan anggota keluarga Anda?
  • Upaya apa yang akan Anda lakukan untuk “menabur apa yang baik” di tengah keluarga?
Comments