Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 1 Juni 2014

diposkan pada tanggal 30 Mei 2014 00.20 oleh Admin Situs   [ diperbarui30 Mei 2014 01.23 ]
Kejahatan Kalah Dengan Kuasa Kasih Allah

Kisah Para Rasul 1:6-14, Mazmur 68:2-10, 32-35, 1 Petrus 4:12-14, 5:6-11, Yohanes 17:1-11

Apakah yang membuat seseorang mampu hidup bersama tanpa berkelahi? Ya betul! Kerendahan hati dan kemahiran untuk menerima perbedaan dengan tidak mementingkan diri sendiri. Saya kenal seseorang yang pernah mengatakan begini: “Hati saya telah disakiti olehnya, tetapi saya tidak pernah sakit hati!”. Bagi saya orang ini sudah mengalami mukjizat! Ya! mukjizat perubahan hati yang akan membuatnya damai tiada bertara.

Kejahatan selalu akan kalah oleh kuasa kasih Allah. Allah selalu membela orang yang susah, sedih dan yang mengalami penderitaan karena berpihak kepada kasih. Sebaliknya, orang yang tinggi hati, yang hatinya dipenuhi kebencian, amarah, dendam, kejahatan kepada orang lain, sebenarnya sedang berhadapan dengan Allah sendiri, dan sudah pasti ia tidak akan pernah menang! Tidak ada sejarahnya Iblis itu menang melawan kuasa kasih Allah.

Murid-murid Yesus kembali ke Yerusalem, ke kota di mana Guru Agung mereka dibunuh oleh orang-orang yang diikat dalam kebodohan dosa. Apa yang membuat mereka mampu melakukan itu? Sebab Yesus Kristus, yang telah menang itu memperlengkapi mereka dengan kuasa kasih untuk menjadi saksi-saksi-Nya. Mereka sehati dan berkumpul bersama dalam persekutuan yang saling menguatkan dalam doa. Mereka menjadi saksi hidup bagi penduduk Yerusalem, bahkan kemudian menyebar sampai ke seluruh dunia, untuk memberitakan Injil Kristus yaitu bahwa kejahatan sudah kalah oleh kuasa kasih.

Tentu tidak mudah menghidupi kuasa kasih dalam kehidupan bersama. Dunia yang acap kali dipenuhi oleh orang-orang yang dipikat kebodohan dosa pasti menolak pembaruan hidup karena kuasa kasih. Itu sebabnya pengikut Kristus yang setia memberlakukan kasih di dalam hidupnya, hampir pasti akan mengalami aniaya dan penderitaan, penolakan dan cibiran. Tetapi Allah peduli. Tangan Allah jauh lebih kuat daripada kekejian dosa. Tangan Allah akan meninggikan dan menguatkan anak-anak-Nya yang sedang menghadapi kesusahan karena setia melakukan kasih.

Sebagai pengikut Kristus, kesadaran untuk berjaga-jaga dan melawan kuasa kejahatan (kuasa Iblis) dengan kuasa kasih itu harus terus dihidupi sampai kita menutup mata. Iblis, dengan kuasa jahatnya acap kali bekerja tak kasa mata di dalam hati dan pikiran seseorang untuk terus mencari mangsa supaya orang-orang mau mengikutinya untuk melakukan apa yang jahat.

Iblis dengan tampang jelek dan menakutkan itu, hanya ada di film-film. Iblis yang sejati itu bekerja tak kasa mata dan mempengaruhi dalam alam bawah sadar seseorang, menipu orang itu untuk mengikuti kejahatannya. Tetapi kuasa jahat itu tidak besar. Kuasa itu akan kalah oleh iman yang teguh, yaitu pengharapan dalam diri yang yakin bahwa kuasa yang sudah memenangkan Yesus Kristus dari maut, akan memampukannya untuk juga memenangkan kuasa kejahatan yang membodohkan itu.

Bagi pengikut Kristus yang memiliki iman yang teguh, penderitaan karena melakukan cinta kasih dilihat sebagai cara Allah menyempurnakan pribadinya menjadi pribadi yang semakin memuliakan Allah. Gambar Allah dalam dirinya menjadi semakin jelas setiap hari. Pribadi yang seperti itu sungguh akan mengalami damai sejahtera yang asalnya dari dalam, memancar ke luar, nyata dalam perkataan dan perbuatan.

Tidak sia-sia mengenal Allah yang benar, yang diperkenalkan Tuhan Yesus kepada kita. Allah yang kita panggil Bapa itu, mengutus Yesus Kristus untuk menunjukkan kepada kita keagungan hidup yang akan dikaruniakan Allah kepada setiap orang yang setia menyelesaikan tugas-tugas yang Ia percayakan kepadanya. Allah akan menjaga, memelihara dan mempersatukan orang-orang yang rendah hati dan mau percaya kepada-Nya untuk menghadapi kuasa jahat yang membinasakan. Kejahatan selalu akan dikalahkan oleh kuasa kasih Allah!

Renungkanlah
  • Apakah sekarang ini anda sedang sakit hati? Apa sebabnya? Apa yang akan anda lakukan sekarang?
  • Sejauh yang anda kenali, Allah itu membela orang jahat atau orang baik? Mengapa?
  • Apa yang terjadi dengan hidup anda setelah anda mengenal Allah melalui Yesus Kristus? Bagaimana orang-orang di sekitar anda melihat kehidupan anda sekarang ini?

(Pdt. Essy Eisen)

Comments