Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Pergi dalam damai

diposting pada tanggal 12 Mei 2017 06.45 oleh Admin Situs
Kisah Para Rasul 7:55-60; Mazmur 31:1-6, 15-16; 1 Petrus 2:2-10; Yohanes 14:1-14

Menghadapi kematian seringkali diwarnai oleh perasaan takut. Tidak ada kedamaian. Namun, batu-batu nisan orang Kristen seringkali ditulisi RIP: Rest in Peace atau Recquiescat in Pace, yang berarti beristirahat dalam damai. Apa yang melandasi keyakinan Kristen bahwa orang yang meninggal dalam Tuhan boleh pergi dalam damai?

Kisah Para Rasul 7: 55-60
  • Apa yang Saudara ketahui tentang latar belakang Stefanus?
  • Mengapa dia rela mati demi imannya kepada Tuhan Yesus?
  • Apakah yang menjadi penghiburannya dalam menghadapi kematian?
Mazmur 31:1-6, 15-16
  • Mengapa Pemazmur dapat mengatakan nyawanya diserahkannya ke tangan Tuhan Allah?
  • Apa Saudara juga memiliki keyakinan semacam ini?
1 Petrus 2:2-10
  • Mengapa Tuhan Yesus dibandingkan dengan batu penjuru?
  • Apakah Saudara juga mau dipergunakan sebagai batu hidup dalam pembangunan rumah rohani? Apa makna perkataan ini?
  • Apa yang menjadi penghiburan Saudara jika Allah menganggap Saudara bagian dari bangsa terpilih, imamat rajani, dan umat yang kudus?
Yohanes 14:1-14
  • Bagaimanakah pengajaran tentang Rumah Bapa menolong kita mempersiapkan diri untuk kematian?
  • Apakah dalam mempersiapkan diri untuk kematian Saudara juga sudah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan?
Minggu 14 Mei 2017
AS
Comments