Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Mengoreksi diri dan berkontribusi

diposkan pada tanggal 12 Des 2015 07.09 oleh Admin Situs
Zefanya 3:14-20; Yesaya 12:2-6; Filipi 4:4-7; Lukas 3: 7-18

Pengantar
Semua manusia berdosa dan harus dihukum. Kisah-kisah penghukuman manusia oleh sebab keberdosaannya dapat kita temukan dalam kisah-kisah Alkitab. Namun, Alkitab juga menegaskan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang selalu rindu untuk menyelamatkan umatNya. Dalam kitab Yesaya dikatakan bahwa “murka Allah telah surut” (Yesaya 12:10). TUHAN ALLAH telah berkenan memberi keselamatan. Dia telah menyingkirkan hukuman dari umatNya (Zefanya 3:15). Hal ini membuat kita selayaknya bersukacita, sebagaimana dikatakan rasul Paulus dalam Filipi 4:4-7: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”

Keselamatan yang telah TUHAN berikan, dan yang telah kita terima, memungkinkan kita menghasilkan buah, yaitu hidup dengan cara yang berkenan kepada Allah serta memberi kontribusi yang baik kepada sesama dan semesta ciptaan Allah (Lukas 3:8). Agar dapat berbuah, kita diminta secara aktif menerima keselamatan tersebut, yaitu dengan cara terus menerus melihat apakah kita semua sudah hidup selaras dengan nilai-nilai yang TUHAN kehendaki.

LUKAS 3:7-18

Pengamatan
  1. Apa yang Yohanes Pembaptis katakan kepada orang banyak yang datang untuk dibaptis? 
  2. Apa saja yang ditanyakan orang-orang setelah mendengar perkataan Yohanes Pembaptis? 
  3. Bagaimana Yohanes Pembaptis menggambarkan Yesus? 
Pendalaman
  1. Dalam Lukas 3:7-9 kita membaca perkataan yang sangat keras. Mengapa Yohanes Pembaptis berkata demikian? 
  2. Mengapa orang-orang bertanya kepada Yohanes Pembaptis tentang apa yang mereka harus lakukan (ayat 10-14)? 
  3. Apa inti anjuran Yohanes Pembaptis kepada orang-orang yang bertanya kepadanya itu? 
  4. Apa arti perkataan Yohanes Pembaptis di ayat 17? 
Penerapan
  1. Apakah perkataan-perkataan Yohanes Pembaptis masih relevan dengan kita saat ini? Dalam hal apa?
  2. Pada masa lalu, orang-orang bertanya kepada Yohanes Pembaptis agar mereka dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah. Bagaimana caranya kita melakukan introspeksi diri pada masa kini? 

Minggu, 13 Desember 2015
Mathyas Simanungkalit
Comments