Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Melekat Pada Kristus

diposting pada tanggal 4 Mei 2015 01.04 oleh Admin Situs
Kisah Para Rasul 8:26-40; Mazmur 22:26-32; I Yohanes 4:7-21; Yohanes 15:1-8

Dapatkah seseorang beriman Kristen tetapi tidak mengasihi? Dapatkah seseorang mengasihi tanpa beriman Kristen? Dua pertanyaan ini bisa mengusik kita tatkala kita melihat orang seperti Adolf Hitler yang dibaptis di Gereja Katolik pada masa kecilnya namun tumbuh membenci begitu banyak orang, terutama orang-orang Yahudi. Atau sebaliknya, kita membaca kisah hidup Mahatma Gandhi yang tidak pernah dibaptis di gereja manapun, tetapi menunjukkan kasih melalui gerakan nir-kekerasan untuk mencapai kemerdekaan bangsanya. 

Di sekeliling kita, juga barangkali banyak orang yang mengaku beriman Kristen, tetapi hidup jauh dari kasih, dan sebaliknya mereka yang tidak beriman kepada Tuhan, tetapi hidup penuh kasih. Adakah kasih lebih tinggi dari iman? Bukankah Rasul Paulus sendiri berkata, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya adalah kasih” (1 Kor. 13:13)? Bacaan-bacaan kita hari ini menolong kita memahami bahwa sesungguhnya iman Kristen dan kasih adalah bagai dua sisi dari satu keping koin. Keduanya tak dapat dipisahkan.

Pertanyaan Pembuka
  1. Pikirkanlah dalam hidup Saudara, apakah pernah melakukan hal-hal yang tidak bersifat kasih walaupun Saudara telah beriman pada Tuhan Yesus? 
  2. Situasi dan kondisi apa yang membuat Saudara tidak mengasihi? 
  3. Bagaimanakah reaksi Saudara setelah menyadari perbuatan tersebut tidak mencerminkan kasih Kristen? 
Pertanyaan Pendalaman Alkitab

Kisah Para Rasul 8:26-40 
  1. Perhatikanlah bacaan ini dengan seksama, dapatkah saudara temukan kata ‘kasih’ di dalamnya? 
  2. Perilaku Filipus manakah yang dapat kita golongkan sebagai tindakan mengasihi? 
  3. Apakah yang mendorong Filipus melakukan tindakan kasih tersebut? 
Mazmur 22:26-32
  1. Perhatikanlah bacaan ini dengan seksama, dapatkah saudara temukan kata ‘kasih’ atau ‘iman’ di dalamnya? 
  2. Hal-hal apa sajakah yang dapat kita kaitkan dengan kasih dan iman dalam bacaan ini? 
1 Yohanes 4:7-21
  1. Dapatkah sifat kasih dipisahkan dari Allah, Yesus Kristus, dan umat yang percaya padaNya? Mengapa?
  2. Jika Allah adalah kasih (ayat 8), apakah kasih adalah Allah? 
  3. Mengapa kesempurnaan kasih dikaitkan dengan keyakinan akan hari penghakiman? (ayat 17) 
  4. Bagaimanakah wujud kasih yang nyata menurut Yohanes? 
Yohanes 15:1-8
  1. Kata ‘tinggal’ diulang enam kali dalam bacaan ini. Mengapa ‘tinggal dalam Yesus’ begitu penting? 
  2. Yesus berbicara tentang buah yang muncul sebagai akibat dari tinggal di dalamNya. Apa yang kira- kira dimaksudkan dengan buah di sini? (Ayat 5) 
  3. Di ayat 7, Tuhan Yesus memberi jaminan jika kita tinggal di dalamNya dan firmanNya tinggal di dalam kita, segala apa yang kita minta akan kita terima. Hal-hal apa sajakah yang Saudara akan minta kepadaNya? 
  4. Apakah permintaan-permintaan itu mencerminkan kasih kita kepada Tuhan dan sesama? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Apakah kaitan antara iman dan kasih setelah Saudara membaca bahan Alkitab di atas? Bagaimanakah kaitan tersebut terlaksana dalam kehidupan Saudara? 
  2. Apakah Saudara merasa tinggal dalam Yesus saat ini? Hal apa sajakah yang membuat Saudara merasa demikian? 
  3. Jika kasih dan iman bisa mewujud dalam berbagai tindakan dan sikap hidup, apa saja tindakan dan sikap hidup yang Saudara akan wujudkan saat ini? 
Doa: Tuhan Yesus, Engkau adalah perwujudan kasih yang sempurna. Tolonglah kami yang beriman kepadaMu untuk menyatakan kasih yang nyata dalam hidup kami sehari-hari sebagai buah dari iman dan persekutuan kami dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitanMu. Yakinkanlah kami untuk dengan iman dan kasih yang penuh menantikan takhta penghakimanMu ketika segala keadilan dan kebenaran tegak berdiri. Mampukanlah gerejaMu saat ini menjelmakan keadilan dan kebenaranMu di segala segi kehidupan karena kami yakin segala yang kami minta dalam Engkau dan firmanMu akan digenapi. Amin.

Minggu, 3 Mei 2015
Agustian Nugroho Sutrisno, M.Min., Ph.D.
Comments