Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Kasih Kristus: Kekuatan Yang Baru Dalam Melaksanakan Visi Yang Baru

diposkan pada tanggal 28 Apr 2016 02.35 oleh Admin Situs
Kisah Para Rasul 16:9-15, Mazmur 67, Wahyu 21:10, 22- 22:5, Yohanes 14:23-29

Visi adalah apa yang dibayangkan dan direncanakan untuk terwujud pada masa mendatang. Visi pengikut Kristus adalah visi yang baru, yaitu visi yang diajarkan oleh Allah sendiri. Jika karena dosa dahulu kala visi seseorang hanya berpusat pada dirinya sendiri saja, maka pada visi yang baru, dengan pertolongan kuasa kasih Kristus, setiap orang percaya memiliki cara pandang dan pola sikap yang baru. Dengan berpegang pada janji penyertaan Tuhan yang setia, setiap orang percaya ditolong-Nya untuk menghadirkan dirinya sebagai kabar baik bagi sesama ciptaan Allah, hingga pada saatnya Allah menyempurnakan pembaruan alam semesta, kelak.

Yohanes 14:23-29
Dengan jelas kita dapat menjumpai karya Allah Tritunggal dalam bacaan ini. Sang Bapa dan Sang Anak akan tinggal di dalam hidup orang yang mengasihi dan menuruti Firman-Nya, begitulah janji Kristus. Roh Kudus adalah Penolong yang diutus Sang Bapa di dalam nama Sang Anak. Roh itu akan mengajar setiap orang untuk menerima kebenaran Firman Tuhan dan mengingatkan apa yang diajarkan Yesus tentang Firman, melalui kata-kata dan perbuatan-Nya. Selain itu, damai sejahtera Yesus juga diberikan untuk tinggal dalam diri orang percaya. Damai-Nya melampaui damai yang diberikan dunia. Damai-Nya melenyapkan gelisah dan gentar.
  • Apa perbedaan dari orang yang menuruti Firman Tuhan karena cinta kasih dan karena alasan-alasan lain yang bukan cinta kasih? 
  • Dapatkah seseorang memahami Firman Tuhan tanpa pertolongan Roh Kudus? 
  • Apa perbedaan damai yang diberikan dunia dengan damai yang diberikan Kristus? 
Kisah Para Rasul 16:9-15
Allah memberikan hikmat kepada setiap orang untuk merencanakan tindakan kebaikan sesuai Firman-Nya, supaya sebanyak mungkin orang mengalami kabar baik Allah di dalam Yesus Kristus. Upaya penyampaian kabar baik adalah upaya yang dilakukan bersama dengan kuasa Tuhan. Dengan pertolongan Tuhan, orang yang rindu untuk mendapat kebaikan Allah dibuka hatinya untuk cakap menyimak kebenaran yang dari Tuhan. Orang yang menerima kabar baik dari Tuhan, percaya kepada kuasa-Nya, akan memberi diri dengan utuh untuk dilibatkan dalam kelanjutan upaya penyampaian kabar baik bagi orang lain.
  • Kapan terakhir kali Anda memberitakan kebaikan Tuhan Yesus melalui hidup Anda kepada orang lain?Bagaimana tanggapan orang itu? 
  • Siapa yang memperkenalkan Anda kepada Tuhan Yesus? Apa yang menyebabkan Anda menerima Injil Tuhan Yesus Kristus? 
Mazmur 67
Berkat yang diberikan Allah akan memampukan sang penerima berkat untuk memperkenalkan kebaikan Allah bagi sesama ciptaan Allah yang lainnya. Berkat dari Allah bukan untuk kesenangan dan kenikmatan diri sendiri. Pada saatnya, berkat itu berujung pada pemuliaan Allah, supaya segala ujung bumi, takut akan Dia!
  • Bagaimana Anda mengartikan “berkat dari Allah” selama ini? 
  • Apakah ada orang yang tidak diberkati oleh Allah di dunia ini? 
Wahyu 21:10, 22 - 22:5
Visi suci yang diterima Yohanes dari Allah mengungkapkan apa yang akan Allah kerjakan pada masa mendatang kepada setiap orang yang mengasihi-Nya. Akan tiba saatnya Allah menjadi begitu sangat akrab dan dekat dengan manusia sebab tiada sekat-sekat yang menghalangi. Kemuliaan Allah menjadi terang dalam hidup sehingga setiap orang yang percaya mendapatkan air kehidupan yang menyegarkan jiwa dan pohon kehidupan yang menyembuhkan segala penyakit yang membinasakan.
  • Apa yang akan Anda lakukan kepada orang yang melakukan kekejian dan dusta di dalam hidupnya? Bagaimana Anda dapat menolongnya? 
  • Penghiburan iman apa yang Anda dapatkan saat membaca bagian wahyu yang didapat dan dituliskan oleh Yohanes untuk gereja Tuhan Yesus ini? 

Minggu 1 Mei 2016
Pdt. Essy Eisen

Comments