Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Jangan abaikan tuntunan Allah!

diposkan pada tanggal 25 Mei 2016 11.17 oleh Admin Situs   [ diperbarui25 Mei 2016 11.17 ]
Amsal 8:1-4, 22-31, Mazmur 8, Roma 5:1-5, Yohanes 16:12-15

Yohanes 16:12-15
Murid-murid Yesus dapat saja ragu dan salah mengerti tentang karya yang dilakukan Yesus dalam kaitan-Nya dengan karya Allah, yang dipanggil Yesus dengan sebutan Bapa. Apakah sebuah karya yang terpisah atau berbeda? Oleh sebab itu, Kristus menegaskan bahwa saat Roh Kudus datang dan menguasai kehidupan murid-murid-Nya, maka mereka akan dimampukan untuk memahami seluruh kebenaran. Kebenaran dalam pengertian seperti apa? Yaitu bahwa pengajaran yang mereka dengarkan dari Kristus Sang Anak, termasuk juga peristiwa kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya, itu semua adalah wujud nyata dari kasih Allah, Bapa yang hendak menyelamatkan dunia ini. Itulah seluruh kebenaran yang membawa hidup baru. Itulah yang diberitakan Kristus melalui Roh Kudus bagi murid-murid-Nya dan bagi kita juga saat ini.
  • Kebenaran apa yang akan anda pegang sampai mati dan sangat memengaruhi cara anda hidup saat ini? 
  • Menurut anda, apa yang menjadi kesamaan dari karya Bapa, Anak dan Roh Kudus?
Amsal 8:1-4, 22-31
Hikmat adalah pengertian yang bijaksana karena mengasihi Allah dan sesama. Hikmat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Allah. Ia diciptakan Allah bahkan disebut sebagai “anak kesayangan Allah”. Hikmat menghasilkan daya cipta, daya hidup, kekuatan, ketertiban, harmoni dan kehidupan. Rasul Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 1:30 bahwa Allah menghadirkan Kristus supaya kita mendapat hikmat-Nya menjalani kehidupan yang terselamatkan (Lihat juga Mat. 13:54, Luk. 2:52). Karena hikmat-Nya, kita dapat menjalankan sebuah kehidupan yang baru dalam hubungan kasih yang memulihkan dan mendamaikan.
  • Apakah keuntungan yang diperoleh saat orang memiliki hikmat di dalam hidup? 
  • Bagaimanakah cara kita mendapatkan hikmat? 
Mazmur 8
Daud kagum melihat bagaimana Allah menciptakan semesta. Terlebih lagi saat manusia dihadirkan di dalam ciptaan itu. Sebab jika dibandingkan dengan ciptaan Allah lainnya, manusia memiliki kelemahan-kelemahan dan keterbatasan. Tetapi manusia “dimahkotai dengan kemuliaan dan rahmat” bahkan dibuat “hampir sama seperti Allah”. Manusia mendapat tugas-tugas untuk mengelola ciptaan Allah yang lain menjadi daya guna pendukung kehidupan ciptaan yang lainnya. Mengingat ini, tentu kita juga mengingat kehadiran Kristus, Sang Anak Manusia yang mengutus kita untuk mengabarkan karya kebaikan-Nya dalam mengelola dunia dengan rahmat dan keselamatan dari-Nya.
  • Apa yang dimiliki manusia yang tidak dimiliki oleh ciptaan Allah yang lain? 
  • Bagaimanakah caranya supaya manusia dapat menjalankan tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya dengan baik? 
Roma 5:1-5
Kalau kita mengimani Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita menjadi orang yang hidup dalam kedamaian dengan Allah. Kita menjadi sadar betapa sesungguhnya Allah sangat mengasihi kita dan ingin kita bahagia. Bahkan di dalam kesengsaraan yang dialami saat mengikuti kehendak Allah, kita tetap tabah, tekun, tahan uji serta berharap apa-apa yang baik. Semua dimungkinkan karena hati dan pikiran kita dipenuhi kasih yang diberikan oleh Roh Kudus.
  • Bagaimanakah anda menjelaskan makna “pengharapan” kepada orang lain? 
  • Bagaimanakah orang Kristen seharusnya bersikap saat mengalami kesengsaraan karena setia di dalam iman? 

Minggu 22 Mei 2016
Pdt. Essy Eisen
Comments