Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Jalan baru dalam pertobatan

diposting pada tanggal 17 Mar 2016 00.54 oleh Admin Situs
Yesaya 43:16-21; Mazmur 126; Filipi 3:4-14; Yohanes 12:1-8

Yesaya 43:16-21
Pembaruan hidup merupakan proses spiritualitas yang tidak boleh berhenti. Pertobatan bukan sekedar peristiwa pembaruan sebagai respon anugerah keselamatan Allah di masa lalu, tapi selayaknya terus bersambung sampai akhir hidup. Kita selayaknya tidak terjebak dalam romantisme iman di masa lampau, sebagaimana dalam Yesaya 43:18 “firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!...”

Mengapa? Karena Allah terus bekerja membuat sesuatu yang baru: “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara (ay.19).” Kita diminta peka terhadap kehadiran Allah yang terus berkarya hingga saat ini.

Refleksi:
Apakah saudara merasa terus mengalami pembaruan sehingga tetap dimampukan melihat kehadiran dan karya Allah dalam kehidupan saudara di masa kini? Atau, apakah saudara terjebak dalam romantisme iman masa lalu?

Filipi 3:4-14
Pembaruan hidup yang dialami Rasul Paulus mengubahkan cara pandangnya terhadap banyak hal. Pengenalannya akan Kristus membuatnya meninggalkan banyak nilai-nilai dan perilaku yang dulu dianggapnya berharga “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah..(ay.7-8). Paulus tidak membiarkan dirinya terjebak dalam romantisme imannya di masa lalu, tapi terus bertumbuh dalam kekayaan iman yang membuatnya mampu menanggapi kehadiran Allah secara terus menerus. “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”(Ay.13-14).

Refleksi:
Adakah hal-hal yang dulu terasa penting dan sekarang saudara anggap tidak berharga sehingga perlu ditinggalkan setelah saudara mengalami pembaruan dalam Kristus?

Yohanes 12:1-8
Perikop ini menggambarkan pribadi-pribadi yang hidup di sekitar Yesus. Ada yang terus mengalami pembaruan. Ada juga yang terjebak dalam romantisme iman masa lalu namun berhenti mengalami pembaruan.

Pertanyaan Pendalaman:
  1. Mengapa Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal dan menyekanya dengan rambutnya? 
  2. Menurut saudara, apa perbedaan dasar sikap Maria dengan Yudas dalam hal merespon kasih Yesus Kristus? 
Pertanyaan Penerapan:
  1. Sikap siapa yang paling berkesan bagi saudara dalam perikop ini? Mengapa? 
  2. Sikap bagaaimana dalam kehidupan gereja yang dapat kita samakan dengan sikap Yudas dan Maria? 

Minggu 13 Maret 2016
Mathyas Simanungkalit
Comments