Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Jadilah Penurut-Penurut Allah

diposting pada tanggal 1 Des 2015 00.01 oleh Admin Situs
2 Samuel 18:5-15, 31-33; Mazmur 130; Efesus 4:25-5:2; Yohanes 6:35, 41-51

PENGANTAR
Seorang pemimpin agama pernah berujar:

"Jagalah pikiranmu, Karena akan menjadi perkataanmu.
Jagalah perkataanmu, karena akan menjadi perbuatanmu.
Jagalah perbuatanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu.
Jagalah kebiasaanmu, karena akan membentuk karaktermu.
Jagalah karaktermu, karena akan membentuk nasibmu, 
dan nasibmu akan menjadi kehidupanmu.... ” 

Ungkapan ini secara tepat menggambarkan bahwa segala sesuatu dimulai dari pikiran. Menjadi manusia baru berarti harus mengubah segalanya dengan diawali mengubah cara pandang atau cara berpikir tentang bagaimana kehidupan seorang manusia baru yang sudah diselamatkan oleh kasih Kristus. Rasul Paulus, dalam Suratnya kepada jemaat di Efesus, memberi nasihat tentang bagaimana menjadi manusia baru, yaitu penurut-penurut Allah.


PERTANYAAN PEMBUKA
  1. Bagaimana manusia baru? Kapan dan dalam hal apa saudara sangat menyadarinya? 
  2. Apakah pikiran, perkataan dan tindakan saudara mencerminkan keadaan sebagai manusia baru tersebut? 
PERTANYAAN PENDALAMAN
Efesus 4:25-5:2
  1. Menurut Rasul Paulus, manusia baru harus menanggalkan manusia lama, supaya diperbarui di dalam roh dan pikiran yang baru, yang sesuai kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sejati (ayat 20-24). Berkaitan dengan itu, apa yang pertama-tama ditekankan Rasul Paulus untuk dilakukan? Mengapa? 
  2. Apa nasihat Rasul Paulus mengenai kemarahan? 
  3. Apa lagi saja yang harus dibuang dari pengikut Yesus sebagai respon terhadap kasih Kristus? 
  4. Apa yang menjadi dasar bagi kita untuk hidup sebagai penurut-penurut Allah? 
PERTANYAAN PENERAPAN
  1. Pernahkan saudara menyadari bahwa saudara adalah manusia baru? Kapan dan dalam hal apa saudara sangat menyadarinya? 
  2. Apakah pikiran, perkataan dan tindakan saudara sudah mencerminkan keadaan sebagai manusia baru tersebut? 
  3. Secara praktis apa saja yang harus kita lakukan agar kita dapat menanggalkan manusia lama lalu mengenakan manusia baru dan dengan demikian menjadi penurut-penurut Allah? 

Minggu, 9 Agustus 2015
Mathyas Simanungkalit, S.Si. (Teol.)
Comments