Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Hiduplah Sebagai Orang Arif

diposting pada tanggal 1 Des 2015 00.08 oleh Admin Situs
Efesus 5 : 15 – 21

Pengantar
Saat ini kita hidup di dunia yang bergerak kian cepat. Ritme kehidupan manusia pun makin melaju tidak terbatas. Tanpa kesediaan menjalani hidup secara arif, hidup akan berjalan kian mekanis. Manusia makin hari akan makin sulit menghargai sesama manusia, dan lebih bisa menghargai barang kesayangannya (gadget?). Hidup arif dan bijaksana akan menjadikan anugerah kehidupan kian bermakna. Kearifan adalah sebuah pembuktian kematangan iman orang percaya, sekaligus sarana untuk menjadikan kehidupan kita dan sesama dilingkupi damai sejahtera.

Pengamatan
  1. Bagaimana seharusnya orang hidup sebagai anak-anak terang? 
  2. Perbuatan apa yang tidak sepatutnya dilakukan oleh orang-orang arif? 
  3. Mengapa manusia harus mengucap syukur atas segala sesuatu kepada Tuhan? 
Pendalaman
  1. Apa maksud kalimat “pergunakanlah waktu karena hari-hari ini jahat” (ayat 16)? 
  2. Mengapa orang yang tidak mengerti kehendak Tuhan disamakan dengan orang yang bodoh (ayat 17)?
  3. Apa kaitan antara merendahkan diri (ayat 21) dengan kearifan hidup seseorang? 
Penerapan
  1. Sebutkan contoh-contoh “kearifan” hidup yang dapat manusia lakukan? 
  2. Apa yang menyebabkan manusia bertindak sembrono? Dan bagaimana cara mengatasinya? 
  3. Menurut saudara, apa yang harusnya menjadi peran gereja dalam mengatasi keidakarifan hidup yang mempengaruhi anggota jemaatnya? 

Minggu, 16 Agustus 2015
Pnt. Noerman Sasono, S.Si.
Comments