Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Hidup Jadi Berarti Sebab Dia Hidup!

diposkan pada tanggal 2 Nov 2016 14.45 oleh Admin Situs   [ diperbarui5 Nov 2016 11.35 ]
Ayub 19:23-27, Mazmur 17:1-9; 2 Tesalonika 2:1-5, 13-17, Lukas 20:27-38

Dengan iman, kita memiliki sudut pandang yang utuh mengenai hidup. Kita mengakui bahwa kita lemah dan terbatas. Kita bisa sakit, sengsara, mengalami kesusahan bahkan kematian. Tetapi pengakuan itu tentu tidak akan membuat kita kehilangan pengharapan. Sebab kita tahu bahwa Tuhan Yesus Kristus, bangkit, hidup dan berkuasa selama-lamanya. Dengan kuasa kasih-Nya, yang mengaruniakan kehidupan bagi kita yang percaya, maka hidup kita yang ringkih dan terbatas, tetap dapat kita isi dengan penuh arti dan berdampak bagi sesama. Inilah kabar baik dan kekuatan kita yang tidak pernah boleh diabaikan selamanya.
  1. Ada pengharapan iman yang kokoh dapat kita temukan dalam diri Ayub pada saat bercakap-cakap dengan teman-temannya. Pengharapan seperti apakah? (Ayb. 19:25-27) 
  2. Apa atau Siapakah yang membuat Anda tetap memiliki pengharapan saat menghadapi keadaan hidup yang tidak mudah? Mengapa demikian? 
  3. Apa yang menjadi permohonan Daud kepada Allah? Allah seperti apakah yang diimani Daud? (Mzm. 17:1-9)? 
  4. Apakah Anda mengalami kesulitan dalam berdoa saat mengalami kesusahan? Mengapa? 
  5. Apa nasihat Paulus kepada Jemaat di Tesalonika mengenai penantian kedatangan Hari Tuhan? (2 Tes. 2:1-5)? 
  6. Apa yang menjadi alasan Paulus bersyukur kepada Allah? (2 Tes. 2:13-14) Lalu apa yang harus Jemaat Tesalonika lakukan terkait hal itu? (2 Tes. 2:15, 17) 
  7. Menurut Anda apakah cara orang menafsir Kitab Suci akan memengaruhi perilaku hidupnya? Mengapa? Mencermati nasihat Paulus ini, apakah keselamatan itu diterima sekarang ini atau nanti saat kedatangan Tuhan? 
  8. Siapa yang datang kepada Yesus? Bagaimana pandangan mereka tentang kebangkitan? (Luk. 20:27) Apa yang mereka ajukan kepada Yesus untuk mendukung pandangan mereka itu? (Luk. 20:28-33) Apa jawaban Yesus kepada mereka? (Luk. 20:34-38) 
  9. Menurut Anda apa dampak dari pengakuan iman kita yang menegaskan kebangkitan orang mati, bagi hidup kita saat ini, sekarang ini? Lalu dampaknya bagi kita saat kita menghadapi kesusahan? Lalu dampaknya saat kita mengalami kematian? 
  10. Apa makna “kematian rohani” menurut Anda? Apa makna kebangkitan orang mati menurut Anda? Bagaimanakah relasi Anda dengan Allah saat ini? Apa dampaknya bagi hidup Anda sekarang ini? 
Minggu 6 November 2016
Pdt. Essy Eisen
Comments