Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Hidup dalam kasih-Nya

diposting pada tanggal 29 Mar 2017 12.46 oleh Admin Situs
Yehezkiel 37:1-14, Mazmur 130, Roma 8:6-11, Yohanes 11:1-45

Kasih Allah itu berkuasa memulihkan kehidupan yang rusak karena kebodohan dosa. Karena kuasa kasih Kristus yang nyata melalui kehadiran Roh-Nya, setiap orang yang percaya tetap memiliki pengharapan untuk bangkit dari keterpurukan hidup. Bukan hanya itu. Roh Kristus memampukan orang yang percaya untuk cakap memilah dan memilih segenap tindakan yang berujung pada kehidupan. Orang yang mau hidup dalam kasih-Nya itu akan dianugerahkan Allah kekuatan untuk tangguh menghadapi segenap penderitaan yang datang dan tetap setia melakukan kasih. Tidak ada yang dapat menghentikan kasih Allah dinyatakan. Bahkan maut sekalipun tidak dapat menghentikan kasih Allah yang memulihkan itu.
  1. Pada waktu umat Israel berada negeri lain karena dibuang penjajah, jauh dari kampung halaman, berpotensi kehilangan pengharapan, berlarut-larut dalam kesedihan, nabi Yehezkiel mendapatkan penglihatan. Apa yang diperlihatkan Allah kepadanya? (Yeh. 37:1-10) Apa arti dari penglihatan itu? (Yeh. 37:11-14) 

  2. Saat Anda kehilangan semangat karena melihat keadaan yang menjengkelkan atau mengalami situasi yang tidak Anda harapkan, hal apa yang membuat semangat Anda bangkit kembali? Apakah Firman Allah memiliki andil dalam membangkitkan semangat Anda? Dengan cara seperti apa? 

  3. Ada yang diserukan Pemazmur saat ia mengalami kesusahan. Apa yang menjadi penyebab kesusahannya? (Mzm. 130:3-4) Apa yang akan dilakukan Pemazmur seiring permohonannya kepada Allah? (Mzm. 130:5-6) Apa pesannya kepada saudara-saudaranya saat mengalami kesusahan? (Mzm. 130:7-8) 

  4. Menurut Anda apa manfaat yang didapat dari seseorang yang memiliki pengharapan? Apa yang membedakan pengharapan dengan khayalan? 

  5. Paulus menasihatkan gereja Tuhan untuk mewaspadai tabiat manusia yang memiliki kecenderungan untuk mementingkan diri sendiri dan menolak bimbingan Roh Allah (Rm. 8:6-9) Bagi Paulus, gereja Tuhan harus memilih kehidupan. Bagaimana caranya? (Rm. 8:10-11) 

  6. Apakah Anda cukup peka untuk mengendalikan keinginan yang buruk dan jahat dalam diri Anda selama ini? Bagaimana caranya? 

  7. Walaupun banyak orang yang keras hati di Yudea berhasrat untuk melenyapkan Yesus, Ia tetap datang ke sana untuk menjenguk Lazarus yang sakit. (Yoh. 11:8, Yoh. 11:1-4) 

    Karena kasih-Nya, Yesus selalu memberikan apa yang baik menurut kehendak Bapa bukan hanya untuk Lazarus dan keluarga, tetapi bagi banyak orang yang mau diajar-Nya. (Yoh. 11:9-16)

  8. Dalam duka cita yang dialami keluarga Lazarus, kepedulian Yesus nyata. Ia menghadirkan pengharapan dan kasih yang memulihkan. (Yoh. 11:17-36) Apa yang Yesus lakukan untuk memulihkan kehidupan Lazarus, Marta dan Maria? (Yoh. 11:37-44). Apa dampak dari karya Yesus bagi orang yang menyaksikan pemulihan hidup itu? (Yoh. 11:45) 

  9. Kabar baik apa yang Anda dapatkan dari kisah ini? Apa yang menjadi bekal hidup bagi Anda saat menghadapi peristiwa duka cita? Hikmat apa yang Anda dapat saat menyimak kisah ini terkait tentang bagaimana seseorang bangkit dari keterpurukan hidup? 
Minggu, 2 April 2017
EE
Comments