Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Dosa penghalang kebaikan

diposting pada tanggal 1 Des 2015 09.18 oleh Admin Situs
Ester 7:1-10; 9:20-22; Mazmur 124; Yakobus 5:13-20; Markus 9:38-50

Pengantar
Sejak manusia dilahirkan ke dunia, ia tidak terlepas dari pengaruh kejahatan di bawah kuasa kegelapan. Apabila manusia tidak melawan kejahatan itu dengan tuntunan hikmat dari Allah, maka manusia dengan mudah berbuat jahat kepada sesama, alam, dan Tuhan. Kejahatan melahirkan dosa bagi manusia. Dosa adalah masalah yang serius karena bertentangan dengan kasih Allah. Dengan demikian, orang berdosa tidak mampu merealisasikan kebaikan di hadapan dunia dan Tuhan, karena tidak ada kejahatan yang melahirkan kebaikan, sebaliknya tidak ada kebaikan yang menghasilkan kejahatan. Oleh karena itu, St. Augustinus mengatakan bahwa: “a good tree cannot bear evil fruit.”

Padahal, orang percaya memiliki tugas yang penting, yaitu berpartisipasi dalam proyek keselamatan Allah yang dimulai dari hati yang tulus demi membangun relasi yang harmonis dengan sesame dan seluruh ciptaan Tuhan tanpa terkecuali. Namun, bagaimana itu menjadi mungkin jika seluruh hidupnya diarahkan untuk mencari kekuasaan, jabatan, ketenaran, dan uang dengan cara-cara yang jahat?

Beberapa bacaan kita Minggu ini akan menuntun kita melihat lebih jernih lagi tentang tema kita Minggu ini: “Dosa Penghalang Kebaikan.”

Pertanyaan Reflektif
  1. Dikatakan dalam Ester 7:1-10; 9:20 bahwa Haman menjadi penghalang bagi Ester, apakah kejahatan yang dilakukan oleh Haman kepada Ester? Apakah Haman dihukum karena kejahatannya? 
  2. Dalam Mazmur 124, kepada siapakah Allah berpihak? 
  3. Dalam Yakobus 5:13-20 mengatakan bahwa doa akan menuntun manusia pada kesembuhan dan penderitaan, mengapa? 
  4. Matius 9:38-50 hendak menjelaskan tentang sikap kemuridan yang penuh makna dan baik adanya, seperti apakah Yesus mengumpamakan sikap kemuridan yang baik pada ayat 50? 
Pertanyaan Aplikatif

Sikap dan perbuatan yang konkret seperti apakah yang dapat saudara lakukan kepada sesama dan alam ini untuk memaknai kebaikan itu dan terus melakukannya dalam kehidupan saudara?

Minggu, 27 September 2015
Melny Nova Katuuk
Comments