Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Damai itu telah datang

diposkan pada tanggal 3 Jan 2017 11.05 oleh Admin Situs   [ diperbarui3 Jan 2017 11.06 ]
Lukas 2:8-20

Hari ini umat Kristen merayakan Natal. Saat Natal tiba kita menjadi sibuk untuk menyiapkan ini dan itu. Namun, apakah makna dibalik tiap kesibukan yang kita lakukan itu? Bukankah acapkali Natal yang kita rayakan tak ubahnya seperti sebuah rutinitas tahunan tanpa makna?

Natal bukanlah sekedar peringatan tanggal kelahiran Yesus yang menelan biaya besar, namun hanya menyisakan rasa penat dan lelah sesudahnya. Natal adalah peringatan dan perayaan hadirnya damai di bumi melalui sang sumber damai yakni Yesus Kristus. Hal ini tergambar dalam Lukas 2:8-20. Lukas menggunakan kata eirene untuk menyebut damai sejahtera, yang bermakna keadaan jiwa yang tenang. Jadi, kedamaian yang dirayakan saat Natal adalah kedamaian yang bersumber dari Yesus Kristus sendiri, bukan ditentukan lewat hal-hal yang bersifat fana di dunia ini.

Bagaimana dengan perayaan Natal yang selama ini kita selenggarakan?
  1. Sudahkah perayaan natal kita menjadi perayaan hadirnya damai di bumi? 
  2. Apakah Natal yang kita rayakan membawa kelegaan bagi mereka yang selama ini hidup ketakutan? 
  3. Apakah Natal yang kita rayakan memberi ruang bagi setiap orang untuk hidup bersama dengan sukacita? 
  4. Apakah Natal yang kita rayakan membawa semangat baru bagi mereka yang mendengar dan mengalaminya? 
Selamat Hari Natal 
Selamat merayakan hadirnya damai di bumi.

Minggu 25 Desember 2016
Pdt. NS
Comments