Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Cinta dalam wujud pengampunan

diposting pada tanggal 3 Mar 2016 01.27 oleh Admin Situs
Yosua 5:9-12, Mazmur 32, 2 Korintus 5:16-21, Lukas 15:1-3, 11-32

Cinta kasih Allah jelas terasa dalam pengampunan yang dianugerahkan-Nya kepada orang yang rendah hati. Setelah mendapatkan kesempatan yang baru, orang yang telah menerima cinta Allah dalam bentuk pengampunan dosa, ditolong-Nya juga untuk dapat memberikan pengampunan kepada setiap orang yang bersalah kepada-Nya. Pesan ini akan kita hidupi pada masa Minggu pra paskah ke 4 ini.

Allah menghapuskan cela (Yosua 5:9-12)
Dalam pimpinan Allah, umat Israel pada akhirnya memasuki tanah perjanjian. Perjalanan mereka tidak mudah. Generasi pertama yang dituntun keluar dari negeri perbudakan, banyak menggerutu dan acap kali melarikan diri dari jalan cinta Allah. Tetapi Allah setia dengan kasih-Nya. Generasi mereka yang berikutnya mendapat kesempatan baru untuk menjalankan hidup yang baru karena rahmat pengampunan-Nya.

Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." ...(Yos. 5:9)
  • Apakah Anda pernah mengalami keadaan di mana Allah telah menghapuskan cela dalam hidup Anda? Bagaimana tanggapan Anda sesudah pengalaman itu? 
Memberitahukan dosa & tidak menyembunyikan kesalahan (Mazmur 32)
Pemazmur membagikan pengalaman hidupnya saat menyikapi dosa dan kesalahan. Baginya, adalah lebih baik merendahkan hati dan mengakui dosa-dosa dan kesalahan kepada Allah ketimbang menjadi tinggi hati dan tidak mau diubahkan Allah.

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.. (Mzm. 32:5)
  • Saat menaikan doa pengakuan dosa, apakah Anda sungguh-sungguh telah menyatakan dosa dan kesalahan Anda kepada Allah, atau masih ada yang disembunyikan? Mengapa? 
Di dalam Kristus ada kebaruan hidup (2 Korintus 5:16-21)
Paulus sudah mengalami hidup yang baru karena Kristus. Segala kesalahan yang ia hidupi pada masa lalu telah digantikan dengan pola pikir dan tindakan baru sebagai rasul Kristus. Semua karena Kristus, yang sudah mendamaikan dunia melalui cinta-Nya yang diwujudkan dalam bentuk pengampunan.

Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Kor. 5:17)... Sebab di dalam Kristus, Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya tanpa memperhitungkan pelanggaran mereka dan Dia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. (2 Kor 5:19)
  • Perubahan apa saja yang Anda alami dalam hidup karena percaya kepada Kristus? 
Belas kasihan Allah yang memberikan kesempatan baru (Lukas 15:1-3, 11-32)
Kisah anak yang hilang ini diceritakan Yesus saat ada tudingan-tudingan buruk kepada-Nya, sewaktu Ia menerima orang berdosa dan bahkan makan bersama-sama dengan mereka. Dengan kisah ini Yesus memperlihatkan dengan jelas cinta Allah seperti seorang bapa, yang sedang Ia hadirkan kepada orang-orang yang mau datang mendengarkan Dia, apapun dan bagaimanapun latar belakang hidupnya. Kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan pengampunan yang diberikan dengan berlimpah, adalah yang harus menjadi perhatian utama dalam hidup beriman, bukan yang lain. Sebab di dalam kerendahan hati dan pengampunan, ada kehidupan yang baru!

Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. (Luk. 15:17) ...Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan Bapa. (Luk. 15:18-19)... Lalu bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (Luk. 15:20)...Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali." (Luk. 15:32)
  • Kapan terakhir kali Anda menyadari bahwa Anda tidak dapat hidup tanpa Allah? 
  • Apakah dengan segala yang Anda miliki saat ini Anda merasa layak di hadapan Allah? Mengapa? 
  • Apa bukti belas kasihan Allah yang nyata bagi hidup Anda saat ini? 

Minggu 6 Maret 2016
(Pdt. Essy Eisen)
Comments