Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Bertumbuh sebagai manusia baru

diposting pada tanggal 22 Des 2015 20.05 oleh Admin Situs
1 Samuel 2:18-20,26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52

Kita seringkali tenggelam dalam rutinitas kerja untuk mengambil bagian dalam hiruk pikuk metropolis. Situasi Ini kemudian menyeret kita ke dalam kehidupan tanpa makna. Lalu yang tersisa adalah manusia-manusia usang yang gelisah, cemas, dan ketakutan akan masa depan.

Pertanyaan yang patut kita ajukan bagi orang beriman saat ini adalah bagaimana kita memberi diri untuk ikut berproses dan bertumbuh menjadi manusia baru? Suasana natal saat ini menawarkan jalan untuk kembali pada jati diri kita sebagai orang percaya. Bukan dengan pesta pora atau bersemadi, melainkan dengan mewujudkan kasih dalam keseharian; menyingkapkan diri melalui tindakan-tindakan nyata, bermanfaat, dan tepat sasaran. 

Dengan demikian, orang percaya diundang untuk memikirkan dan berpartisipasi aktif dalam perbuatan kasih terhadap masalah kerusakan lingkungan dan masalah keretakan hubungan antara sesama manusia. Hal ini mengingatkan kita tentang keselamatan yang Allah telah anugerahkan kepada kita dengan tujuan untuk membangun kehidupan yang harmonis dan damai dengan seluruh ciptaan.

  1. Setelah membaca 1 Samuel 2:18-20, 26, apa yang dilakukan Samuel sejak ia masih kecil? 
  2. Apakah yang patut dilakukan oleh orang percaya ketika ia melihat Allah seperti yang pemazmur gambarkan dalam Mazmur 148? 
  3. Ketika membaca Kolose 3:12-17, atas dasar apa jemaat Kolose mengambil bagian dalam kehidupan baru (ayat 12)? Lalu bagaimana orang percaya merespon hidup baru yang dikatakan dalam surat Kolose tersebut? 
  4. Dalam Lukas 2:41-52 diceritakan bahwa Yesus telah melakukan pelayanannya sejak ia masih kecil, sama seperti Samuel. Bagaimana Yesus tampil menjadi orang yang berbeda dari anak kebanyakan diusianya (ayat 47-48)?. 
Pertanyaan Reflektif 
  1. Bagaimana Saudara mewujudkan makna hidup baru dalam menumbuhkan iman yang teguh di hadapan Tuhan dalam merespon kerusakan alam dan pemanasan global yang kita alami saat ini? 
  2. Pedulikah Saudara dengan populasi ikan hiu yang semakin menurun bahkan hampir punah karena siripnya diambil dan dihidangkan dalam mangkok sup di restoran-restoran di Indonesi? Setujukah Saudara bahwa tindakan seperti ini harus dihentikan? 

Minggu, 27 Desember 2015
Melny Nova Katuuk
Comments