Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Berkarakter rajawi di tengah derita

diposting pada tanggal 3 Des 2015 12.38 oleh Admin Situs
2 Samuel 23:1-7; Mazmur 132; Wahyu 1:4-8; Yohanes 18:33-37

Sudah sejak manusia dilahirkan sampai pada kematiannya ia akan berjumpa dan menghadapi berbagai penderitaan hidup. Penderitaan itu sendiri adalah akibat-akibat logis dari berbagai sumber yang memicunya. Ada yang diakibatan oleh karena kejahatan moral seperti pembunuhan, perampokan, penindasan, dll. Ada juga yang disebabkan karena sakit-penyakit dan bencana alam. Berbagai penderitaan inilah yang memunculkan pertanyaan tentang keberadaan Allah dan kemahakuasaan-Nya.

Sebagai orang Kristen yang dengan sadar dan bebas telah memilih Yesus sebagai jalan keselamatan, maka pertanyaannya bukan lagi berkutat tentang: jika ada Tuhan mengapa ada penderitaan?. Orang percaya harus mengubah pertanyaan itu menjadi: bagaimana memaknai penderitaan dalam terang iman Kristiani?

Jika kita taat kepada Dia dan melayani ciptaan-Nya dengan penuh kasih, tetapi kita masih mengalami penderitaan, maka penderitaan Kristus di kayu salib dapat dijadikan referensi utama untuk memaknai penderitaan lebih positif. Ketika Yesus memilih untuk menyatakan kasih Allah kepada dunia ini, Ia harus menyerahkan nyawanya di atas kayu salib. Sebelum mati, Ia dihina dan disiksa. Ia juga ditinggalkan oleh murid-murid-Nya, tetapi Ia tidak mundur dan menuntut balas. Di sinilah terletak karakter rajawi seorang Kristen yang sejati. Berani melakukan misi Allah kepada sesama meskipun konsekuensinya adalah penderitaan.

Pertanyaan Reflektif
  1. Setelah membaca 2 Samuel 23:1-7, makna penderitaan seperti apa yang dapat kita pahami khususnya pada ayat 1-4? 
  2. Mengapa Daud bertanya:”… bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah?” Apakah pertanyaan ini adalah ungkapan bahagia Daud dihadapan Tuhan, atau sebaliknya? 
  3. Sebutkan janji Tuhan kepada umat-Nya yang Saudara temukan dalam Mazmur 132 (ayat 11-16)
  4. Dalam Yohanes 18:33-37 tersirat karakter Yesus yang rajawi. Menurut Saudara seperti apakah karakter Rajawi dalam bacaan ini (ayat 34-35)
  5. Tunjukkanlah ayat di mana Yesus dihina oleh Pilatus dalam Yohanes 18:33-37. Apakah Yesus membalas hinaan itu?
  6. Dalam Wahyu 1:4-8, siapakah Yesus yang tersirat dalam ayat 5b-6? Deklarasi apa yang dapat kita pahami tentang Yesus dalam ayat 8? 
Pertanyaan Aplikatif
Bagaimanakah karakter rajawi yang kita teladani dari Kristus dapat membantu pelayanan kita kepada sesama dan kepada seluruh ciptaan? Sudahkah Saudara melakukannya dalam kehidupan Saudara?

Minggu 22 November 2015
Melny Nova Katuuk
Comments