Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Berdoa dengan hati yang tulus

diposkan pada tanggal 3 Des 2015 12.34 oleh Admin Situs
1 Samuel 1:4-20; Ibrani 10:11-25

Doa adalah nafas hidup orang percaya, sebuah ungkapan yang menunjukkan betapa pentingnya doa bagi orang beriman. Sama seperti orang yang tidak bernafas akan mati, demikian pula orang yang tidak berdoa akan mati secara iman. Tanpa doa berarti tidak ada relasi dengan Tuhan. Tentu saja doa bukan formalitas, tetapi merupakan ungkapan isi hati manusia kepada Tuhan yang tentu saja disampaikan dengan tulus hati. Doa juga sebuah sarana manusia untuk merasakan kehadiran Tuhan serta mendengar suara panggilan-Nya.
  1. Adakah doa yang paling sering saudara panjatkan? Mengapa? 
  2. Bacalah I Samuel 1:4-20, Bagaimanakah sikap Hana saat berdoa? 
  3. Apakah isu keluarga yang menyebabkan Hana menderita? 
  4. Bacalah Ibrani 10:11-25, Apakah perbedaan korban persembahan para imam dengan Yesus? 
  5. Apakah nasehat Paulus untuk orang Ibrani? Apa kaitannya dengan kehidupan kita? 
  6. Apakah yang menjadi fokus kita dalam berdoa: Jawaban dari doa atau sikap penyerahan terhadap Tuhan? 
  7. Bagaimana cara saudara membangun relasi yang dekat dengan Tuhan melalui doa? 

Minggu 15 November 2015
Pnt. Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)
Comments