Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Bahagia karena Tuhan

diposting pada tanggal 3 Des 2015 10.18 oleh Admin Situs
Lukas 11:27-28

Sumber kebahagiaan menurut Kristus ialah Firman Allah dan kesediaan untuk memelihara Firman Allah dalam hidup. Hidup bukan sekedar meliputi aspek jasmani, materi dan perkara-perkara rasional belaka. Hidup perlu dicerahi oleh hikmat suci yang mempengaruhi sikap hidup nyata keseharian. Memasuki Bulan Keluarga pada Minggu pertama ini kita mau berjalan bersama Kristus, melandasi dasar bahagia kita dengan mengambil komitmen yang serius dalam mendengar dan memelihara Firman-Nya di tengah kehidupan keluarga kita.

Pengamatan & perenungan:
  1. Bagaimana pendapat seorang perempuan tentang “kebahagiaan” kepada Yesus (Luk. 11:27)? 
  2. Apa yang menjadi tanggapan Yesus terhadap pernyataan perempuan itu? (Luk. 11:28)? 
  3. Menurut saudara, apakah Yesus sepenuhnya menyanggah pendapat perempuan itu? 
  4. Apa makna “mendengar dan memelihara Firman Allah” yang dimaksudkan Yesus di sini menurut saudara? 
Penerapan
  1. Di dalam keluarga saudara, bagaimanakah cara membangun pola pembiasaan supaya semua anggota keluarga menghidupi kehidupan spiritual yang tulus, jujur, sehat dan berdampak? 
  2. Sejauh mana dalam hidup sehari-hari, hikmat Firman Tuhan mencerahi segala sikap dan perilaku saudara? 
  3. Apakah saudara membaca Firman Allah setiap hari? Kapan? Bagaimana cara saudara memelihara hikmat Firman Allah itu? 
  4. Buatlah rincian ciri-ciri pribadi seorang:
    • Ayah yang kristiani
    • Ibu yang kristiani 
    • Anak yang kristiani 
    • Saudara yang kristiani 
  5. Apakah saudara menemukan kebahagiaan yang asalnya dari Tuhan saat saudara melakukan saat teduh, berdoa dan beribadah bersama dengan keluarga?
  6. Kapan terakhir kali saudara mendiskusikan masalah yang muncul di tengah keluarga dengan menggunakan hikmat Kristiani? Apa dampaknya? 
Doa
Ya Tuhan, sumber bahagia dalam hidup ini, terima kasih untuk Firman-Mu yang selalu tersedia untuk kami dengarkan dan pelihara dengan nyata. Bentuklah dan tuntunlah kami dengan Firman-Mu dalam kehidupan keluarga kami selama-lamanya. Amin.

Minggu 4 Oktober 2015
Pdt. Essy Eisen
Comments