Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Apabila Kamu Berdoa...

diposkan pada tanggal 19 Jul 2016 10.00 oleh Admin Situs
Lukas 11:1-13

“Berdoalah sebelum Anda didoakan!” Ungkapan ini pernah saya baca dalam sebuah artikel. Maksudnya tentu saja mengarahkan orang untuk tekun berdoa. Namun ungkapan ini punya kelemahan. Sebab seolah-olah doa menjadi sebuah kewajiban dengan akibat buruk atau menyedihkan jika tidak dilakukan.

Doa semestinya tidak terpaksa atau dipaksa. Doa adalah bagian dari hidup beriman. Semua orang beriman berdoa. Dari kerinduan dan kedalaman hati setiap orang yang dipenuhi cinta kasih Tuhan, acap kali doa mengalir deras terungkap dengan sendirinya. Kadang bahkan bukan dalam bentuk untaian kata-kata.

Kita semua perlu terus belajar berdoa. Bukan sebatas belajar isi kata-kata doa saja. Tetapi juga belajar untuk menghidupi apa yang menjadi doa-doa kita. Karakter indah dari setiap orang yang berdoa terjadi pada saat diri semakin peka untuk mencermati apa yang menjadi kehendak Allah dan apa yang merupakan kehendak pribadi. Ada yang perlu diwaspadai dalam berdoa: jangan sampai doa-doa kita menjadi basa-basi, sebab tidak dilakukan dalam relasi yang asli, asri dan rendah hati dengan Sang Maha Suci yang maha mengetahui! 

  1. Apakah Anda masih ingat isi doa Anda semasa kecil dahulu? Bagaimanakah isinya? 
  2. Apa doa terlucu yang pernah Anda dengar dari mulut seorang anak kecil? 
  3. Apa yang menjadi latar belakang murid-murid meminta Yesus mengajarkan doa kepada mereka (ay.1)? 
  4. Dalam model doa yang diajarkan Yesus (ay.2-4) hal apa saja yang terkait dengan Allah pada awal doa? Mengapa awalnya demikian? Lalu hal-hal apa saja yang terkait dengan diri? 
  5. Menurut Anda apa ada kaitan antara berdoa dengan pengampunan? Bagaimana kaitannya? 
  6. Perhatikan perumpamaan dalam ayat 5-8. Apa pesan perumpamaan itu tentang “berdoa”? 
  7. Perhatikan ayat 9-10. Apa kaitan penyataan Yesus ini dengan perumpamaan sebelumnya? 
  8. Perhatikan ayat 11-13. Apakah penyataan Yesus ini menjernihkan pemahaman kita memahami ayat 9-10? Dalam hal apa? 
  9. Memperhatikan model doa yang diajarkan Yesus ini, bagaimanakah jika dibandingkan dengan doa-doa kita selama ini? Apa persamaannya? Apa perbedaannya? 
  10. Bagaimanakah Anda berdoa selama ini? Apakah ada waktu atau tempat tertentu untuk berdoa? Atau spontan saja? 
  11. Apa saja yang Anda siapkan sebelum berdoa, apakah membaca Mazmur? Buku renungan harian? Atau menyanyikan sebuah lagu? 
  12. Apa yang menjadi bagian terbesar doa-doa Anda: Ucapan syukur? Pengakuan? Permohonan? Mengapa? Pada bagian yang manakah Anda ingin bertumbuh? 
  13. Apa yang menjadi pemberian paling berharga yang dapat diberikan oleh Allah (ay.13)? Apakah Anda membutuhkan pemberian dari Allah itu? Mengapa? 
  14. Sebutkan satu hal yang ingin Anda dapatkan dari Bapa di Sorga?

Minggu 24 Juli 2016
Pdt. Essy Eisen
Comments