Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Allah atau Mamon?

diposting pada tanggal 15 Sep 2016 02.06 oleh Admin Situs
Amos 8:4-7, Mazmur 113, 1 Timotius 2:1-7, Lukas 16:1-13

Mamon adalah dewa kekayaan. Berhala. Orang yang menyembah Mamon pasti sangat egois dan nyaris tidak pernah peduli orang lain. Kalaupun peduli kepada orang lain, biasanya ada maksud-maksud lain yang ujungnya mendapatkan keuntungan diri sendiri. Sebagaimana berhala lain, ujung dari penyembahan berhala adalah kerugian bagi diri sendiri. Sebab, tidak seperti Allah yang berjanji memberikan apa yang sungguh berharga dan bernilai, berhala pada akhirnya justru akan mengambil apa-apa yang berharga dan bernilai dalam hidup. Hati-hati! Pengabdian kita harus selalu terarah kepada Allah dan bukan kepada Mamon.
  1. Nabi Amos menyampaikan peringatan Allah kepada orang-orang yang seperti apa dan yang melakukan tindakan-tindakan apa? (Am. 8:4-6) 
  2. Apa yang Allah lakukan kepada orang semacam itu? (Am. 8:7) 
  3. Apakah Anda pernah berbuat curang saat bekerja? Apa yang terjadi? 
  4. Apa yang Allah lakukan kepada orang-orang yang mengalami kesusahan dan kesedihan? (Mzm. 113:7-9) 
  5. Kapan terakhir kali Anda mengalami pertolongan Allah saat susah dan sedih? 
  6. Siapa saja orang-orang yang perlu dibawa dalam doa menurut rasul Paulus? (1 Tim. 2:1-2) Apa sebabnya? (1 Tim. 2:3-4) 
  7. Siapa saja orang-orang yang Anda doakan saat ini? 
  8. Siapa Allah dan siapa Kristus Yesus menurut Paulus? (1 Tim. 2:5-6) Lalu siapa Paulus menurut dirinya sendiri? (1 Tim. 2:7) 
  9. Siapakah Allah menurut Anda? Apa kaitan Dia dengan hidup Anda saat ini? 
  10. Dalam perumpamaan yang diceritakan Yesus (Luk. 16:1-8a), menurut Anda mengapa si bendahara yang tidak jujur itu dipuji oleh tuannya? (Luk. 16:8) 
  11. Apakah dengan perumpamaan ini Yesus mengajarkan kita untuk tidak jujur? 
  12. Apa maksud Yesus saat Ia mengatakan: “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."
  13. Perhatikan penjelasan Yesus di Lukas 16:10-13. Apakah penjelasan ini menolong Anda untuk memahami Lukas 16:1-8a dengan lebih jelas? 
  14. Bagaimanakah jika seandainya, Anda diminta memberikan nasihat kepada orang yang lebih menyembah kekayaan ketimbang menyembah Allah? Apa isi nasihat Anda? 
  15. Apa wujud nyata dari perkara kecil yang akan Anda lakukan dengan setia pada waktu-waktu mendatang?
Minggu 18 September 2016
Pdt. Essy Eisen
Comments