Kegiatan‎ > ‎

Renungan Warta

Disalin dari renungan warta yang tercetak pada
halaman muka Warta Jemaat GKI Halimun

Jika Anda ingin berlangganan isi renungan warta melalui email, silahkan daftarkan email anda di sini.

Kelakuan Hidup Warga Kerajaan Sorga

diposting pada tanggal oleh Admin Situs

Matius 25:31-46

Hari Minggu ini disebut sebagai Hari Minggu Kristus Raja. Sebagai gereja-Nya kita mengagungkan Kristus sebagai Raja Hidup kita yang mengarahkan, membimbing, melindungi dan kelak juga mengevaluasi apa yang telah kita lakukan sebagai warga Kerajaan Sorga.

Hari ini juga menjadi penutup tahun gerejawi. Selama setahun ini kita berproses bersama Kristus dan Firman-Nya serta ditolong-Nya untuk melakukan apa yang harus kita lakukan kepada sesama ciptaan Allah lainnya. Biarlah dalam bimbingan Kristus, Raja sekaligus Gembala yang baik, saat memasuki tahun gerejawi yang baru pada minggu depan, kita bukan sekadar tahu, tetapi mau melakukan apa yang diharapkan Kristus, Raja hidup kita.
  1. Apa yang terjadi apabila Anak Manusia (Sang Raja / Kristus) datang dalam kemuliaan-Nya? (32-33) Apa yang dikatakan kepada orang-orang yang ada di sebelah kanan-Nya? (34) Apa alasannya? (35-36) Bagaimana tanggapan orang-orang benar saat mendengar ajakan dan alasan Sang Raja (Anak Manusia / Kristus)? (37-39) Bagaimana penjelasan Sang Raja? (40) 

  2. Apa yang dikatakan kepada orang-orang yang ada di sebelah kiri-Nya? (41) Apa alasannya? (42-43) Bagaimana tanggapan orang-orang terkutuk saat mendengar penolakan dan alasan Sang Raja (Anak Manusia / Kristus)? (44) Bagaimana penjelasan Sang Raja? (45) 

  3. Apa yang terjadi pada akhirnya dengan orang-orang terkutuk dan orang-orang benar (46)? 

  4. Apakah Anda mengetahui orang-orang yang membutuhkan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal di sekitar Anda? Apa yang akan Anda lakukan? 

  5. Apakah Anda mengetahui orang-orang yang membutuhkan dukungan doa dan perhatian karena mengalami masalah hidup atau sakit di sekitar Anda? Apa yang akan Anda lakukan?
Minggu 29 November 2017
EE

Kewaspadaan hidup

diposting pada tanggal 20 Nov 2017 03.10 oleh Admin Situs

1 Tesalonika 5: 1 - 11 

Setiap orang dipercaya oleh Tuhan dengan diberi tanggungjawab. Kepercayaan dari Tuhan disebut dengan talenta. Suatu hari, talenta itu akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Ketekunan dan kesetiaan adalah wujud kewaspadaan hidup bila sewaktu-waktu Tuhan meminta pertanggungjawaban kita. 
  1. Dengan apa Paulus melambangkan hari kedatangan Tuhan? 
  2. Menurut Paulus, apa yang perlu disiapkan guna menyongsong kedatangan Tuhan? 
  3. Sikap waspada seperti apa yang rasul Paulus kehendaki? 
  4. Karunia apa yang Tuhan percayakan kepada saudara? Sudahkah karunia itu berbuah untuk sesama? 
  5. Jika Tuhan meminta pertanggungjawaban kehidupan saudara, yakinkah sudara dengan buah kehidupan yang selama ini saudara hasilkan?
Minggu 19 November 2017
NS

Hari Tuhan

diposting pada tanggal 9 Nov 2017 06.40 oleh Admin Situs   [ diperbarui9 Nov 2017 06.42 ]

Matius 25:1-13

Berbahagialah setiap orang yang menghargai waktu dan disiplin untuk mengerjakan apa yang harus dikerjakan pada waktunya. Kebiasaan menunda-nunda acap kali menghasilkan masalah. Perumpamaan tentang 10 gadis ini menunjukkan perbandingan yang jelas. Ada yang bijaksana dengan menyediakan minyak cadangan dan ada yang bodoh karena tidak mengantisipasi keadaan yang mungkin dapat menimbulkan masalah.

Hidup mengikut Yesus harus cekatan dan serius. Ingatlah bahwa akan ada saatnya apa yang semestinya dapat kita kerjakan sebelumnya menjadi terlambat dan tidak dapat diulang lagi. Oleh sebab itu biarlah kita menyiapkan “minyak” cadangan bagi “pelita hidup” kita. Seriuslah dalam mengasihi Allah dan sesama. Jangan pernah menolak ajaran Yesus dan mengabaikan kehendak-Nya. Sebab bukankah saat-Nya kelak “Hari Tuhan” akan tiba?
  1. Jika Anda hendak bepergian dengan berbagai alat transportasi (darat, laut, udara) yang menggunakan sistem waktu keberangkatan yang tegas, bagaimana Anda bersiap diri? Apakah Anda pernah terlambat? Apa akibatnya?
  2. Mengapa sebagian gadis dalam perumpamaan ini disebut bijaksana dan yang lainnya disebut bodoh?
  3. Mengapa gadis yang menyiapkan minyak cadangan tidak membagi minyaknya dengan yang kehabisan menurut Anda? Apakah kira-kira alasan mereka menurut Anda?
  4. Dari perumpamaan ini, hal-hal penting apa yang dapat kita pelajari tentang kedatangan Kristus kembali
  5. Tindakan apa saja yang akan Anda lakukan sebagai wujud kesiapan Anda menyediakan “minyak cadangan” dalam hidup Anda untuk menantikan kedatangan Kristus “Sang Mempelai Laki-Laki”?
Minggu 12 November 2017
EE

Aji Mumpung = Oportunisme

diposting pada tanggal 9 Nov 2017 06.34 oleh Admin Situs

Mikha 3: 5 - 12 

Oportunisme merupakan suatu dorongan kuat untuk memuaskan kebutuhan bathin agar jangan sampai "kehilangan kesempatanku"; suatu kecenderungan manusiawi untuk memanfaatkan kesempatan yang sedang terbuka, biasanya diwujudkan dengan kata-kata : Sekarang inilah saatnya yang paling tepat, marilah kita cepat-cepat memanfaatkannya! Ditangan orang-orang yang memiliki cara berpikir aji mumpung maka otoritas akan digunakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, tanpa peduli bahwa tindakan itu merugikan orang lain. 
  1. Mengapa Tuhan menegur para nabi pada saat itu? 
  2. Apa akibat dari teguran Tuhan tersebut? 
  3. Pernahkah saudara bersikap aji mumpung? Dalam hal apakah itu? 
  4. Bagaimana cara saudara memuliakan Allah dengan kehidupan saudara saat ini?
Minggu 5 November 2017
NS

Keluargaku adalah Sorgaku

diposting pada tanggal 25 Okt 2017 09.36 oleh Admin Situs

Mazmur 128

Kita tiba pada penghujung bulan keluarga. Semoga selama sebulan ini, kita banyak belajar apa-apa yang perlu dan segera mempraktekkan apa yang telah diberitakan setiap Minggu di kebaktian. Pemazmur mengatakan “Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!” (Mazmur 128:1).

Sekadar mengingatkan, yang semestinya kita sudah lakukan di tengah keluarga kita terkait bulan keluarga tahun ini yaitu:
  1. Terselenggaranya kebaktian/ibadah keluarga 
  2. Membangun relasi yang sehat dengan menyadari keunikan masing-masing anggota keluarga sehingga saling memberi dan menerima dengan sukacita 
  3. Menyisihkan waktu berkualitas bersama keluarga 
  4. Menunjukkan bakti yang nyata kepada orang tua 
Sebagai penutup, pada minggu ini kita akan mencermati nyanyian ziarah dalam Mazmur 128 terkait ketaatan kepada Tuhan dan bagaimana mewujudkan “sorga” di keluarga kita.
  1. Siapakah yang disebut berbahagia oleh Pemazmur? 
  2. Siapakah orang yang disebut baik keadaannya menurut Pemazmur? Apa yang menjadi jerih payah tangan Anda selama ini bagi keluarga Anda? 
  3. Pohon anggur dan pohon zaitun adalah komoditi yang berharga pada zaman itu. Jadi, pemazmur menggambarkan isteri dan anak-anak sebagai sosok yang berharga. Bagaimana Anda menggambarkan isteri, anak-anak Anda dan bagian anggota keluarga lainnya selama ini? 
  4. Apakah Anda yakin bahwa Tuhan sudah memberkati Anda? Apa alasannya? 
  5. Apa yang akan Anda lakukan dengan nyata untuk menjadikan keluarga Anda menjadi “sorga”?
Minggu 29 Oktober 2017
EE

Bakti kepada orang tua

diposting pada tanggal 25 Okt 2017 09.31 oleh Admin Situs

Efesus 6: 1 - 3

Setiap orang tentu memiliki orangtua, yang merupakan anugerah Tuhan baginya. Disebut anugerah karena merupakan pemberian mutlak dari Tuhan, semua dianugerahkan Tuhan menurut perkenan-Nya yang adil. Yang perlu kita lakukan adalah menerima keberadaan orangtua dengan ikhlas, penerimaan itu dinyatakan dengan kerelaan menyatakan bakti kepada orangtua.
  1. Apa pandangan Paulus tentang orangtua? 
  2. Menurut Paulus, dengan apa ketaatan terhadap orangtua di dasarkan? 
  3. Bagaimana cara mengasihi orangtua yang penuh kelemahan dan kesalahan? 
  4. Bagaimana mewujudkan rasa hormat kepada perintah orangtua ketika perintah itu keliru? 
  5. Sebutkan tindakan yang saudara lakukan sebagai wujud bakti terhadap orangtua? 
Minggu 22 Oktober 2017
NS

Waktu berkualitas untuk keluarga

diposting pada tanggal 9 Okt 2017 06.05 oleh Admin Situs

Yakobus 4:13-17

Kita semua mendapat anugerah berupa durasi waktu yang sama dari Tuhan, sehari 24 jam. Jika dikurangi 8 jam untuk istirahat, sisanya 16 jam. Dikurangi 8-10 jam untuk bekerja, transportasi dan lain-lain, maka katakanlah ada kurang lebih ada 4 jam waktu yang dapat kita manfaatkan secara kuantitas dalam kebersamaan bersama keluarga di setiap hari kerja. Pada hari libur, tentu jumlah waktu bersama secara kuantitas bertambah. Waktu adalah harta yang berharga yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya! Kegagalan untuk menggunakan waktu yang ada, dapat menimbulkan kekecewaan, kesedihan dan penyesalan kelak.

Selain secara kuantitas, ada yang dinamakan “waktu berkualitas”. Artinya, walaupun tidak dijalani dalam durasi yang lama dan dengan intensitas yang banyak, hasil yang didapatkan tetap berdampak baik. Jadi, walaupun 1 jam atau bahkan 5 menit sekalipun, relasi yang hangat, komunikasi yang membangun, perhatian yang nyata, tetap dapat terjadi. Ini pasti membutuhkan latihan, keseriusan, ketulusan, kesepakatan, ketekunan dan tentu kasih yang selalu memberi supaya menjadi kenyataan. Minggu ini kita belajar dan berproses untuk mewujudkannya. Mari, pakailah waktu anugerah Tuhan dengan bijaksana.
  1. Dengan apa penulis surat Yakobus menggambarkan kehidupan?
  2. Apa yang harus dilakukan oleh seorang beriman saat merencanakan sesuatu pada masa yang akan datang
  3. Kecongkakkan dan kemegahan diri seperti apa yang harus dihindari orang beriman?
  4. Apa ciri-ciri seorang yang berdosa menurut penulis surat Yakobus?
  5. Bagaimana kita memanfaatkan waktu sehingga menjadi berkualitas dalam membangun relasi yang sehat di tengah keluarga kita?
Minggu 15 Oktober 2017
EE

Relasi yang sehat

diposting pada tanggal 6 Okt 2017 22.35 oleh Admin Situs

Kejadian 27:1-29 

Tuhan menciptakan kita sebagai makhluk sosial yang hidup dalam relasi/hubungan satu sama lain. Tidak ada seorang pun yang dapat hidup tanpa kehadiran orang lain. Itulah salah satu makna kehidupan ketika Tuhan menjadikan hawa sebagai pendamping bagi Adam. Oleh sebab manusia adalah makhluk sosial maka mau tidak mau komunikasi menjadi hal yang penting bagi kehidupan manusia, termasuk di dalam kehidupan keluarga. 
  1. Apa yang Ishak minta dari Esau? 
  2. Apa yang Ribka minta dari Yakub? 
  3. Apa yang membuat Ishak memberkati Yakub? 
  4. Apakah komunikasi keluarga Ishak baik? Mengapa? 
  5. Apa dampak komunikasi buruk di keluarga kita? Bagaimana cara memperbaikinya?
Minggu 8 Oktober 2017
NS

Ibadah Keluarga

diposting pada tanggal 27 Sep 2017 10.59 oleh Admin Situs

2 Timotius 1:1-5

Selama sebulan ini, sebagaimana umumnya di lingkungan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, kita merayakan bulan keluarga. Bulan ini adalah waktu bagi kita untuk selalu belajar menjadi keluarga yang membiarkan Tuhan menjadi “Tamu terhormat yang tetap tinggal” di dalam rumah tangga kita. Walau hanya sebulan, tentu ini harus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya juga, sehingga menjadi kebiasaan yang pada akhirnya menjadi karakter bagi keluarga kita.

Oleh sebab itu baiklah kita memulainya dengan menyadari pentingnya ibadah atau kebaktian yang diadakan oleh keluarga. Maksudnya, bukan kebaktian wilayah atau kebaktian sesekali di rumah, tetapi ibadah harian setiap hari, di tengah keluarga, dan diadakan oleh keluarga kita sendiri. Ini menjadi kesempatan yang perlu, supaya kita dapat bersekutu bersama di sekitar Firman Tuhan, saling mendoakan, mendukung dan membiarkan anugerah kuasa kasih Tuhan mencerahi segenap langkah hidup kita bersama keluarga.

Apa yang dapat kita lakukan di dalam ibadah keluarga? Surat Paulus kepada Timotius mencerahi kita dengan beberapa gagasan indah:

1. Sadar peran yang diberikan Tuhan bagi kita (2 Tim. 1:1)
Sebagai rasul Kristus Yesus, Paulus memperkenalkan dirinya kepada Timotius. Penegasan ini tentu bukan untuk gagah-gagahan atau menunjukkan wibawa, tetapi Paulus sadar betul akan peran yang dipercayakan Allah kepadanya, dan berupaya menjalankan peran itu dengan baik. Kita semua mendapat peran, sebagai ayah, ibu, suami, isteri, oma, opa, mertua, menantu, anak, cucu, di dalam keluarga. Sadarkah kita akan peran yang diberikan Allah untuk kita jalani dengan baik di tengah keluarga? Bagaimanakah Anda menjalankan peran Anda selama ini di tengah keluarga Anda?

2. Mengucapkan berkat dan bukan kutuk (2 Tim. 1:2)
Paulus sadar betul bahwa kata-kata berkat memiliki kuasa yang menguatkan ketimbang kata-kata berdasarkan gagasan sendiri apalagi kata-kata yang negatif. Di tengah keluarga, ucapan yang menunjukkan apresiasi, penghargaan, dukungan akan jauh lebih membangun satu sama lain ketimbang keluhan, gerutu, tuntutan, atau adu gagasan yang hanya akan melahirkan debat. Sudahkah Anda mengucapkan berkat Tuhan bagi anggota keluarga Anda? Sadarkah Anda akan pengaruh mematikan dari kata-kata negatif dan kutukan?

3. Bersyukur kepada Allah (2 Tim. 1:3)
Kekuatan kita dalam menjalankan peran kita dalam hidup ini, termasuk di dalam keluarga sumber kekuatannya dari Allah, bukan semata kekuatan kita saja. Oleh sebab itu, yang tidak boleh dilupakan atau diabaikan adalah bersyukur kepada Allah. Bersyukur di dalam doa. Bersyukur lewat nyanyian pujian. Bersyukur dalam tindakan. Kapan terakhir kali Anda bersyukur kepada Allah atas peran yang dipercayakan kepada Anda? Melalui cara apa Anda bersyukur kepada Allah?

4. Bersyukur atas kehadiran orang lain (2 Tim 1:3)
Paulus selalu mengingat Timotius dalam doanya. Bagi Paulus, kehadiran Timotius bukan kebetulan. Walau banyak tugas penginjilan, ingatan dan perhatian kepada Timotius tidak pernah hilang. Ini menjadi teladan baik yang patut kita ikuti. Di tengah kesibukan kita, apakah kita selalu mengingat setiap orang dalam anggota keluarga kita dan mendoakan mereka? Kapan terakhir kali Anda mendoakan setiap orang di dalam anggota keluarga Anda?

5. Sedih kala berpisah, senang saat bersama (2 Tim. 1:4)
Perangkat teknologi informasi dan komunikasi dapat menggoda kita menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Acap kali bahkan kita lebih senang berada dengan orang yang jauh dari kita, ketimbang keluarga sendiri. Itu bahaya! Sebaliknya, lihatlah Paulus, ia selalu rindu untuk bersama-sama dengan Timotius yang sudah ia anggap seperti anak sendiri. Apakah Anda rindu untuk selalu berada di tengah-tengah keluarga dan berjumpa dengan anggota keluarga Anda? Bagaimana cara Anda melepaskan kerinduan?

6. Mempertahankan tali iman dan kasih supaya tidak putus (2 Tim. 1:5)
Paulus mengingatkan Timotius supaya jalinan tali iman dan kasih yang sudah terbangun tidak putus. Ini penting bagi setiap keluarga Kristen. Walaupun sudah dewasa dan memiliki keluarga sendiri, para orang tua jangan takut untuk mengingatkan anak-anak mereka untuk selalu ikut Tuhan dan menjadi teladan yang benar dalam mewariskan iman kepada anak-anak. Kapan terakhir kali Anda mengingatkan anggota keluarga Anda untuk setia mengikut Tuhan? Bagaimana cara Anda mengingatkan mereka?

Demikianlah pencerahan spiritual yang dapat kita ambil dari penggalan surat Paulus untuk Timotius. Segeralah mengadakan ibadah keluarga. Jangan ditunda-tunda, jangan malu-malu. Kekuatan kuasa Roh Kudus akan menolong Anda untuk memulainya. Allah baik! 

Minggu 1 Oktober 2017
EE

Mensyukuri Hidup

diposting pada tanggal 22 Sep 2017 07.42 oleh Admin Situs

Yunus 3: 10 - 4: 11

Hidup yang kita jalani pada dasarnya adalah anugerah Allah. Kita senang saat menerima kemurahan Allah dalam rupa-rupa kebaikan yang kita terima. Namun tak jarang kita bersungut-sungut saat melihat orang lain mendapat anugerah yang lebih besar dari yang kita dapatkan, atau bahkan kita marah saat tidak mendapat apa yang kita harapkan. Akibatnya kita tidak bersyukur dengan berbagai kebaikan dari Allah yang kita miliki dan alami.
  1. Tugas apa yang harus Yunus kerjakan di kota Niniwe? 
  2. Apa yang membuat Yunus kesal dan marah terhadap Allah? 
  3. Hal-hal apa saja yang membuat kita sulit untuk bersyukur? 
  4. Apakah dampak ucapan syukur dalam kehidupan kita? 
Syukur adalah cara paling bijak untuk merasa lebih 
meski kita berada dalam kekurangan dan keterbatasan

Minggu 24 September 2017
NS

1-10 of 383