Kegiatan‎ > ‎

Renungan Warta

Disalin dari renungan warta yang tercetak pada
halaman muka Warta Jemaat GKI Halimun

Jika Anda ingin berlangganan isi renungan warta melalui email, silahkan daftarkan email anda di sini.

Mengasihi dalam tindakan

diposting pada tanggal oleh Admin Situs

Yohanes 10: 11-18

Pembicaraan tentang kasih bukanlah hal yang baru dalam kehidupan orang percaya. Perihal kasih ini tak akan pernah berhenti untuk disampaikan dan digemakan karena kasih adalah ciri mutlak yang harus dimiliki dan melekat dalam diri seorang pengikut Kristus. Adalah mudah jika hanya berbicara tentang kasih atau membuat slogan-slogan yang bertemakan tentang kasih, tapi mempraktekkan kasih dalam sebuah tindakan nyata tidak semua orang mau melakukannya, apalagi mengasihi seperti cara Tuhan mengasihi kita yaitu mengasihi tanpa pamrih.
  1. Menurut Yoh 10:11-18, dengan apakah Yesus menggambarkan diri-Nya? 
  2. Apakah dua aspek penting dari gembala menurut Yesus? 
  3. Yesus mau berkorban untuk saudara! Apa wujud pengorbanan saudara bagi Yesus? 
  4. Apa yang membuat saudara sulit mempraktekkan kasih? 
  5. Bagaimana seharusnya GKI Halimun mewujudkan kasih dalam tindakan? 
“Berbagi dengan orang lain adalah bentuk terbaik mensyukuri apa yang telah kita dapatkan dari Tuhan.” 

Minggu 22 April 2018
NS

Komunitas yang bersaksi

diposting pada tanggal 13 Apr 2018 11.00 oleh Admin Situs

Lukas 24: 36 - 48

Gereja adalah komunitas yang seharusnya dapat bersaksi (menghayati dan menyatakan Firman Tuhan) baik di dalam komunitas maupun di luar komunitas. Mengapa? Itu semua berdasarkan kepada penghayatan bahwa bersaksi adalah salah satu tugas panggilan gereja yang seharusnya dihayati dan dilakukan setiap umat. Bersaksi pun membutuhkan semangat yang dapat menguatkan setiap umat untuk mampu menyampaikan kepada siapa saja dan dimana saja. Ketika gereja siap bersaksi di tengah-tengah komunitas dan masyarakat maka siap juga untuk menerima segala risiko yang mungkin akan dialami. Akan tetapi, kita dapat menghayati bahwa Tuhan akan selalu menyertai dan menolong kesaksian yang kita lakukan.
  1. Bagaimana respon murid-murid saat Yesus hadir di tengah tengah mereka? 
  2. Bagaimana Yesus meyakinkan mereka? 
  3. Apa tugas para murid yang disampaikan Yesus? 
  4. Bagaimana Yesus memperlengkapi mereka? 
  5. Bagaimana dengan kita, sudahkah GKI Halimun bersaksi di tengah-tengah kehidupan komunitas?
  6. Bagaimana dengan kita, sudahkah GKI Halimun bersaksi di tengah-tengah kehidupan masyarakat? 
Ketika kita sudah melakukan kesaksian, maka kata “sudah” belumlah cukup karena bersaksi menjadi pangilan yang akan terus dilakukan, direfleksikan, dan kemudian dilakukan. Itu adalah siklus yang seharusnya terus berputar karena jika kita hanya bersaksi tanpa berfleksi, kita akan terjebak dalam “rutinitas semata”. Padahal, bersaksi bukan hanya sekedar tugas yang rutin saja melainkan kita dapat menghayati keberadaan Tuhan, diri, dan komunitas. Dengan begitu, saat kita sama-sama bersaksi berarti kita mengalami semangat untuk terus bertumbuh dalam komunitas baik dari segi iman, relasi, kerjasama, dsb. Mari, bersaksi!

Minggu 15 April 2018
RC

Komunitas yang hangat, dinamis dan berpengaruh

diposting pada tanggal 7 Apr 2018 02.15 oleh Admin Situs   [ diperbarui7 Apr 2018 02.15 ]

Yohanes 20: 19: 31

Komunitas orang percaya pada saat ini diperhadapkan dengan tantangan yang tidak mudah. Kita hidup di tengah masyarakat yang mengalami ketimpangan, meski pemerintah sudah berusaha namun hasilnya memang jauh dari harapan. Bagaimana gereja sebagai komunitas memandang hal ini?
  1. Mengapa para murid berada dalam ruangan yang tertutup? 
  2. Bagaimana sikap para murid saat melihat Yesus yang bangkit? 
  3. Apa yang Yesus sampaikan bagi mereka dan apa maknanya? 
  4. Tugas apa yang diemban para murid? 
  5. Komunitas seperti apa yang saudara rindukan ada dalam gereja kita? 
  6. Sudahkah GKI Halimun menjadi gereja yang hangat, dinamis dan berpengaruh? 
Minggu 8 April 2018
NS

Mengalami kuasa kebangkitan

diposting pada tanggal 29 Mar 2018 09.59 oleh Admin Situs

Kisah Para Rasul 10:34-43

Yesus telah dibangkitkan Allah dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Kepada mereka yang melihat-Nya hidup, Yesus memberi tugas, supaya mereka menyampaikan kepada semua orang, bahwa Dialah yang ditentukan Allah untuk menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Kabar baiknya, kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya akan mendapatkan pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.

Demikianlah cukilan dari kesaksian Petrus tentang apa yang terjadi dengan Yesus dan apa yang terjadi dengan dirinya dan murid-murid Yesus yang lain. Kesaksian Petrus ini diungkapkan selepas Petrus mencermati bahwa kuasa kebangkitan Yesus pun ternyata dialami oleh Kornelius, seorang yang merindukan pembaruan spiritualitas hidup. Nyata betul bagi kita bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa, tetapi juga membawa kuasa pembaruan hidup yang tidak pernah berhenti bagi dunia ini.

Melalui kebangkitan Kristus, Allah menegaskan bahwa kuasa kasih telah menang atas kuasa kejahatan dosa. Apa yang diajarkan, dihidupi oleh Kristus merupakan tanda betapa besarnya kasih Allah bagi dunia ini. Kematian Yesus tidak dapat menghentikan kuasa kasih Allah yang membarui dunia ini. Kristus dibangkitkan. Ini berarti setiap orang yang mengikuti-Nya dan percaya kepada-Nya pun akan mengalami kebangkitan hidup dan lepas dari kebodohan dosa dan cengkeraman kuasa jahat. Terpujilah Allah atas kuasa kasih-Nya, kini dan selama-lamanya! 
  1. Apa yang paling memberikan sukacita bagi Anda saat merayakan Paskah? 
  2. Dari sekian banyak kuasa yang telah Anda terima dari Allah melalui Kristus dalam kehadiran Roh Kudus, kuasa apakah yang telah mengubah kehidupan Anda? 
  3. Bagaimanakah caranya supaya setiap orang dapat mengalami kuasa kebangkitan Kristus di dalam hidupnya? 
  4. Apakah pemaknaan dan penghayatan Anda tentang Paskah dari tahun ke tahun mengalami perkembangan atau biasa saja? Apa sebabnya? 
  5. Jika ada orang yang mempertanyakan tentang bukti kebangkitan Kristus, bagaimanakah Anda menjelaskan kepadanya? 
Minggu 1 April 2018
EE

Keadilan atau kepentingan?

diposting pada tanggal 21 Mar 2018 22.42 oleh Admin Situs   [ diperbarui22 Mar 2018 01.38 ]

Markus 15: 6 - 15 

Secara kronologis pemeriksaan Yesus dari penangkapan di Getsemani sampai dijatuhi hukuman mati menunjukkan ada enam pemeriksaan terpisah. Tiga pemeriksaan di depan para pemimpin agama Yahudi, satu pemeriksaan di hadapan Herodes dan dua pemeriksaan di hadapan Pilatus. 
  1. Apakah sebuah peradilan dapat berpihak kepada ketidakadilan? Mengapa? 
  2. Mengapa Yesus berdiam dan tidak melakukan pembelaan? 
  3. Pilatus tahu bahwa Yesus tidak bersalah, tetapi mengapa ia tidak mengungkapkan kebenaran dan keadilan
  4. Bagaimana sikap gereja terhadap lembaga pemerintahan / pengadilan yang menyalahgunakan kekuasaan? 
  5. Tindakan apa yang dapat kita lakukan sebagai pribadi dan gereja, untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran?
Minggu 25 Maret 2018
NS

Mengikuti Yesus di jalan kemuliaan-Nya

diposting pada tanggal 15 Mar 2018 01.02 oleh Admin Situs

Yohanes 12:20-33

Hidup diwarnai oleh beragam pilihan untuk diambil dan dijalani. Setiap pilihan yang diambil dilatarbelakangi oleh alasan-alasan tertentu. Alasan yang kita kemukakan dalam mengambil sebuah pilihan, memengaruhi pilihan yang kita ambil dan dampak dari pilihan itu.

Jika alasannya untuk mementingkan diri sendiri saja, maka biasanya relasi kita dengan sekitar kita dapat menjadi dingin dan kaku. Tetapi alasan yang lahir dari kedewasaan iman spiritual, yaitu saat kita juga memikirkan apa yang menjadi kebutuhan orang-orang di sekitar kita, akan membuat pilihan yang kita ambil akan menjadi jembatan bagi terbinanya relasi yang hangat dan dinamis serta memberikan pengaruh kebaikan yang nyata bagi sesama ciptaan.

Kematian Kristus di atas kayu salib adalah sebuah pilihan hidup dan jalan yang mulia. Sebab pilihan untuk menjalani kasih yang selalu memberi dan berkorban demi kebaikan sesama itu, pada akhirnya mengubahkan hidup banyak orang serta tata cara bagaimana dunia ini diperbaiki dari kejahatan dosa.
  1. Saat beberapa orang Yunani ingin bertemu Yesus, apa yang lalu Yesus sampaikan kepada mereka yang ingin bertemu dengan Yesus? 

  2. Jika seumpamanya Anda mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Yesus, apa yang ingin Anda tanyakan kepada-Nya? 

  3. “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”. Apakah kaitan kata-kata Yesus ini dengan kematian yang akan Ia jalani menurut Anda? 

  4. Apakah kasih harus selalu ditunjukkan dengan pengorbanan? Mengapa? 

  5. Apakah jalan mulia yang ditempuh Yesus turut memengaruhi hidup Anda yang mengikuti-Nya? Dalam hal apa sajakah? 
Minggu 18 Maret 2018
EE

Dihidupkan untuk suatu pekerjaan baik

diposting pada tanggal 7 Mar 2018 05.39 oleh Admin Situs

Efesus 2: 1 – 10
Kekristenan mestinya menjadi sesuatu yang berdampak baik di tengah-tengah lingkungannya, meskipun lingkungan di mana ia tinggal menawarkan banyak hal yang buruk. Kita masih menyaksikan banyaknya kekerasan baik fisik maupun verbal di lingkungan sekitar kita. Belum lagi banyaknya tindakan amoral dan buruk yang mewarnai keseharian umat manusia. Dalam keadaan demikian kita perlu mengingat tujuan kehidupan yang kita jalani. Kekristenan harus berdampak baik untuk mewarnai dunia agar menjadi lebih baik.
  1. Hal-hal apa saja yang dapat membelokkan tujuan hidup Kekristenan?
  2. Bagaimana cara agar manusia dapat diselamatkan dari dosa-dosanya?
  3. Apa tujuan Allah bagi hidup orang Kristen?
  4. Apa pekerjaan-pekerjaan baik yang saudara hasilkan dalam kehidupan?
  5. Apa tantangan yang saudara hadapi saat berusaha mewarnai dunia dengan kebaikan saudara?
Minggu 11 Maret 2018
NS

Hidup yang mau dibersihkan Yesus

diposting pada tanggal 1 Mar 2018 02.57 oleh Admin Situs

Yohanes 2:13-22

Allah memindahkan kita dari penjajahan dosa pementingan diri dan mendidik kita untuk menghidupi kasih kepada Allah dan kepada sesama. Melalui Kristus, Allah memberi diri-Nya demi kebaikan dan keselamatan kita. Ini acap kali bertentangan dengan kemauan kita. Sebab kita acap kali mau melulu mendapatkan. Bahkan kalau sudah dapat mengambil.

Kristus bersikap tegas dengan mengajar orang percaya untuk menempatkan apa yang semestinya ditempatkan sesuai dengan perannya. “Rumah Bapa-Ku jangan dijadikan rumah jualan.” kata-Nya.

Kristus ingin hidup kita tidak melulu diwarnai sebagian besar dengan hubungan transaksional yang acap kali menghilangkan kasih tulus yang relasional. Kristus tidak ingin kita tidak adil. Sudah seharusnya kita membersihkan “rumah” kita menjadi tempat di mana kasih diberikan, diterima dan mengubahkan hidup.
  1. Apa yang didapati Kristus di Bait Suci yang menurut-Nya tidak tepat berada di situ? 
  2. Apa yang kita dapati dalam hidup pribadi dan keluarga kita yang semestinya tidak tepat untuk terjadi? 
  3. Yesus marah karena para pedagang menghalangi orang-orang yang ingin datang berbakti kepada Allah dan menikmati kemurahan anugerah-Nya. Kapan terakhir kali Anda marah karena orang lain mengalami hambatan untuk mengalami kasih yang semestinya dapat ia/mereka terima? 
  4. Sebagai Bait Allah, Kristus memberikan diri seutuhnya demi kebaikan banyak orang. Apa saja yang sudah Anda berikan sehingga orang lain dapat mengalami apa yang baik dalam hidup? 
Minggu 4 Maret 2018
EE

Ikut Yesus harus berani

diposting pada tanggal 24 Feb 2018 07.44 oleh Admin Situs

Markus 8: 31 - 38

Mengikut Yesus adalah sebuah keputusan iman, sebuah kesiapan menghadapi semua konsekuensi yang ada di dalamnya. Mengikut TUHAN Yesus bukanlah perkara mudah, sebab banyak hal yang harus di tanggung.
  1. Mengapa Yesus menegur Petrus? 
  2. Apa yang Yesus maksud soal menyangkal diri? 
  3. Apa yang Yesus maksud soal memikul salib? 
  4. Menurut Yesus, apakah yang diperoleh oleh mereka yang setia mengikuti Dia? 
  5. Konsekuensi apa yang selama ini saudara terima tatkala menjadi pengikut Kristus? 

“Menjadi murid Kristus ada harga yang harus dibayar, yakni segala yang kita miliki”

Minggu 25 Februari 2018
NS

Menyingkirkan halangan-halangan

diposting pada tanggal 17 Feb 2018 06.20 oleh Admin Situs

1 Petrus 3:8-12

Menjadi rendah hati adalah tujuan utama dari orang yang mau bertumbuh imannya. Hidup bersama dengan sesama ciptaan Allah memang tidak akan lepas dari masalah relasi. Bagi pengikut Kristus, solusi bagi masalah relasi diawali dari diri sendiri yang mau ditolong Allah untuk mengupayakan perdamaian. Allah memberi hikmat bagi setiap orang untuk tidak menambah buruk masalah dengan menimbulkan masalah baru. Mengelola kata-kata dalam setiap komunikasi akan mempengaruhi apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang.

Memasuki masa pra paskah kita semua belajar untuk arif dan aktif. Tidak lagi kita menunda-nunda apa yang dapat dengan segera kita kerjakan demi pembaruan hidup. Apa yang jelas-jelas menghalangi kita untuk melakukan apa yang baik dan menjadi baik karena anugerah-Nya, harus disingkirkan. Demikianlah kita memulai Minggu Prapaskah pertama ini. Percayalah, Allah ingin kita mengalami apa yang baru dalam hidup kita. Bersediakah kita diperbarui?
  1. Apakah dengan menjadi seorang penyayang dan rendah hati seseorang dapat menyelesaikan pertengkaran dengan orang lain? Mengapa?
  2. Apakah pengikut Kristus boleh membalas kejahatan? Mengapa?
  3. Apa yang menyebabkan orang mengucapkan kata-kata jahat kepada orang lain? Apa akibat dari tindakan itu
  4. Menurut Anda apa yang paling penting untuk dilakukan dalam menghadirkan perdamaian saat seseorang sedang berselisih?
  5. Apa yang Tuhan lakukan baik kepada orang-orang benar maupun kepada orang-orang yang jahat menurut penulis surat Petrus dalam bacaan ini?
Minggu 18 Februari 2018
EE

1-10 of 404