Kegiatan‎ > ‎

Renungan Warta

Disalin dari renungan warta yang tercetak pada
halaman muka Warta Jemaat GKI Halimun

Setia Ikut Tuhan

diposkan pada tanggal 14 Jan 2017 10.26 oleh Admin Situs

Yesaya 49:1-7, Mazmur 40:1-11, 1 Korintus 1:1-9, Yohanes 1:29-42

Sejatinya Tuhan selalu setia melayani manusia dengan kasih yang penuh rahmat dan pengorbanan. Ia tidak ingin manusia dan segenap ciptaan mengalami kehancuran karena kuasa dosa. Kasih Tuhan adalah kasih yang berkorban. Kuasa kasih Tuhan itu diberikan kepada kita dengan rela. Kepada mereka yang menyambut kasih itu dan dengan tulus menghidupinya, akan mengalami pembaruan hidup. Bahkan bukan hanya pembaruan hidup diri sendiri saja, tetapi akan dikuatkan dan diperlengkapi Tuhan untuk membaharui kehidupan banyak orang dan segenap ciptaan. Pertanyaannya, apakah kita cukup peka untuk menyimak panggilan-Nya dan setia mengikuti-Nya?
  1. Israel sering disebut sebagai Hamba Tuhan. Begitu juga para Raja, Nabi, Imam, pada Perjanjian Lama. Pada bacaan ini, sebutan “Hamba” ditujukan baik kepada Nabi maupun Israel sebagai sebuah bangsa. Kapan Sang Hamba ini menerima panggilan dari Tuhan? (Yes. 49:1) Apa yang Tuhan berikan kepada Sang Hamba itu? (Yes. 49:2-3) Apa tanggapan Nabi menerima janji Tuhan itu? (Yes. 49:4) Apa jawaban Tuhan kemudian? (Yes. 49:5-7) 

  2. Kapan Anda memutuskan untuk mengikut Tuhan? Apa penyebabnya? Bagaimana keadaan waktu itu jika dibandingkan dengan keadaan yang Anda alami saat ini? Apa yang menguatkan Anda untuk terus setia mengikut Tuhan? 

  3. Daud menaikan syukur dan doanya. Apa yang menjadi kerinduan Daud? (Mzm. 40:2) Apa jawaban Tuhan? (Mzm. 40:3-4) Bagaimana nasihat Daud kepada pembaca Mazmur kemudian? (Mzm. 40:5) Bagaimana pengalaman Daud bersama dengan Tuhan? (Mzm. 40:6-7) Apa yang menjadi komitmen Daud kemudian? (Mzm. 40:8-11) 

  4. Apa yang menjadi isi doa-doa Anda selama ini? Apa komitmen yang Anda buat setelah berdoa?

  5. Sebagai apa Paulus memperkenalkan dirinya kepada Gereja Korintus? (1 Kor. 1:1) Bagaimana Paulus menggambarkan Gereja Korintus itu? (1 Kor. 1:2) Apa saja yang sudah diberikan Allah kepada Gereja Korintus? (1 Kor. 1:4-9) 

  6. Kapan terakhir kali Anda berbagi pengalaman iman Anda kepada orang lain? Apa saja yang sudah Anda terima dari Allah selama ini? Menurut Anda, apakah ada maksud dari Allah saat Ia memberikan itu semua kepada Anda? 

  7. Apa yang dipahami Yohanes mengenai Yesus? Bagaimana Yohanes menggambarkan Yesus dan karya-Nya? Sebuatan apa yang digunakan Yohanes kepada Yesus? (Yoh. 1:29-34) Apa yang terjadi dengan kedua murid Yohanes setelah menjumpai Yesus? (Yoh. 1:35-37) Bagaimana tanggapan Yesus kepada dua murid Yohanes itu? Bagaimana juga tanggapan mereka kepada Yesus? (Yoh. 1:38-39) Siapa yang pada akhirnya mengikut Yesus? (Yoh. 1:40) Apa yang kemudian dilakukannya? (Yoh. 1:41-42) 

  8. Siapakah Yesus menurut Anda? Apa yang terjadi sehingga Anda mengenal Yesus dan karya-Nya? Apakah ada perubahan yang terjadi dalam diri orang-orang yang ada di sekitar kehidupan Anda akibat Anda mengikut Yesus? Perubahan seperti apakah? 
Minggu 15 Januari 2017
Pdt. EE

Baptisan

diposkan pada tanggal 14 Jan 2017 10.19 oleh Admin Situs


Baptisan merupakan tanda dan meterai bahwa seseorang dengan hidup lamanya "diselamkan" ke dalam kematian Kristus dan dibangkitkan bersama kebangkitan Kristus sebagai manusia baru (Rm. 6:4). Artinya, baptisan itu menyatukan setiap orang percaya yang menerimanya dengan kematian dan kebangkitan Kristus (Rm. 
6:3-5). Air baptisan merupakan lambang (tanda) darah Kristus yang menyucikan manusia dari dosa (I Ptr. 3:21). 
  1. Apakah yang membuat Yohanes terkejut saat Yesus datang dan meminta dibaptis? 
  2. Apakah dengan dibaptisnya Yesus, menunjukkan bahwa Ia juga manusia berdosa? 
  3. Apa tanda yang muncul setelah pembaptisan Yesus? 
  4. Jika saudara sudah dibaptis, apakah ada perubahan dalam kehidupan saudara?
  5. Jika saudara belum dibaptis, apakah ada hal yang menjadi ganjalan untuk menerima baptisan?
Minggu 8 Januari 2017
Pdt. NS

Berkarya Kebaikan Bagi Masa Depan

diposkan pada tanggal 3 Jan 2017 11.12 oleh Admin Situs

Pengkhotbah 3:1-13, Mazmur 8, Wahyu 21:1-6, Matius 25:31-46

Jika Allah memberikan kekuatan, kesehatan, kemampuan dan banyak lagi hal yang baik lainnya untuk kita, maka itu semua harus dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan disia-siakan, apalagi diabaikan, semuanya harus terkelola semaksimal mungkin.

Tetapi seiring dengan itu, ada yang perlu diingat dengan seksama juga bahwa, segala yang baik dan sempurna yang telah kita dapatkan dan kelola itu, jangan hanya digunakan untuk diri sendiri saja. Kebaikan Allah yang kita alami itu harus berlanjut kepada sesama ciptaan Allah yang lain. Demikian nasihat Tuhan melalui pembacaan Kitab Suci Minggu ini.

Berbahagialah kita yang mau ikut serta berkarya bersama Allah memberikan kebaikan di tahun ini, sebab pada akhirnya segala yang baik dan indah tidak jauh dari hidup kita. Selamat Tahun Baru!
  1. Penulis kitab Pengkhotbah mengatakan bahwa untuk segala sesuatu ada masa dan waktunya. Kegiatan apa saja yang disebutkannya? (Pkh. 3:1-8) Apa yang sudah dilihat penulis kitab Pengkhotbah dalam hidupnya, siapa yang memberikan? Apa yang Allah buat indah? (Pkh. 3:9-13) 
  2. Apa saja yang sudah Anda lakukan di tahun lalu? Bagaimanakah Allah membuat indah kehidupan Anda? 
  3. Siapakah yang dipuji oleh Pemazmur dalam Mazmur 8:1-3? Apa saja karya Allah yang dimaknakan oleh Pemazmur? (Mzm. 8:4-5) Bagaimana Pemazmur menggambarkan dan memaknakan kehadiran manusia? (Mzm. 8:5-9) 
  4. Kapan terakhir kali Anda mengagumi karya Allah di dalam hidup Anda? Jika ada yang meminta Anda untuk menggambarkan diri Anda, bagaimanakah Anda menggambarkan dan memaknakan kehadiran Anda bagi dunia ini? 
  5. Apa yang dilihat dan didengar oleh Yohanes? (Why. 21:1-4) Perintah apa yang diberikan kepada Yohanes? (Why. 21:5-6) 
  6. Apa yang menjadi cita-cita, rencana dan harapan Anda di tahun ini? Apakah cita-cita, rencana dan harapan itu ada kaitannya dengan orang lain dan sesama ciptaan Allah lainnya? 
  7. Dengan menggunakan perumpamaan apa Tuhan Yesus menggambarkan saat Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya? (Mat. 25:31-33) Apa yang dikatakan “Sang Raja” kepada orang-orang yang disebut “domba-domba” pada sisi sebelah kanan? (Mat. 25:34-36) Apa tanggapan mereka saat mendengar perkataan “Sang Raja”? (Mat. 25:37-39) Bagaimana penjelasan “Sang Raja”? (Mat. 25:40) Lalu apa yang dikatakan “Sang Raja” kepada yang di sebelah kiri-Nya? (Mat. 25:41-43) Apa jawaban “kambing-kambing” pada sisi sebelah kiri? (Mat. 25:44) Apa tanggapan “Sang Raja” terhadap pandangan mereka? (Mat. 25:45-46) 
  8. Apa yang menghambat seseorang untuk melakukan kebaikan bagi sesama ciptaan Allah menurut Anda? Siapakah di dalam hidup Anda yang dapat dikategorikan sebagai Saudara dari Tuhan Yesus yang paling hina? Apa yang akan Anda lakukan untuknya atau untuk mereka? 
Minggu 1 Januari 2017
Pdt. EE

Damai itu telah datang

diposkan pada tanggal 3 Jan 2017 11.05 oleh Admin Situs   [ diperbarui3 Jan 2017 11.06 ]

Lukas 2:8-20

Hari ini umat Kristen merayakan Natal. Saat Natal tiba kita menjadi sibuk untuk menyiapkan ini dan itu. Namun, apakah makna dibalik tiap kesibukan yang kita lakukan itu? Bukankah acapkali Natal yang kita rayakan tak ubahnya seperti sebuah rutinitas tahunan tanpa makna?

Natal bukanlah sekedar peringatan tanggal kelahiran Yesus yang menelan biaya besar, namun hanya menyisakan rasa penat dan lelah sesudahnya. Natal adalah peringatan dan perayaan hadirnya damai di bumi melalui sang sumber damai yakni Yesus Kristus. Hal ini tergambar dalam Lukas 2:8-20. Lukas menggunakan kata eirene untuk menyebut damai sejahtera, yang bermakna keadaan jiwa yang tenang. Jadi, kedamaian yang dirayakan saat Natal adalah kedamaian yang bersumber dari Yesus Kristus sendiri, bukan ditentukan lewat hal-hal yang bersifat fana di dunia ini.

Bagaimana dengan perayaan Natal yang selama ini kita selenggarakan?
  1. Sudahkah perayaan natal kita menjadi perayaan hadirnya damai di bumi? 
  2. Apakah Natal yang kita rayakan membawa kelegaan bagi mereka yang selama ini hidup ketakutan? 
  3. Apakah Natal yang kita rayakan memberi ruang bagi setiap orang untuk hidup bersama dengan sukacita? 
  4. Apakah Natal yang kita rayakan membawa semangat baru bagi mereka yang mendengar dan mengalaminya? 
Selamat Hari Natal 
Selamat merayakan hadirnya damai di bumi.

Minggu 25 Desember 2016
Pdt. NS

Tuhan Hadir Beserta Kita

diposkan pada tanggal 16 Des 2016 20.22 oleh Admin Situs

Yesaya 7:10-16, Mazmur 80:1-7, 17-19; Roma 1:1-7; Matius 1:18-25

Tuhan tidak jauh. Iman kita menegaskan bahwa Ia sungguh menghargai apa yang sudah diciptakan-Nya ini dan mau terlibat dengan sepenuh cinta kasih sayang untuk terus menjadikannya baik. Melalui kehadiran Tuhan Yesus Kristus, yang Roh dan Firman-Nya sungguh sangat dekat dengan kita, penyertaan Tuhan memberikan kepada kita kekuatan yang baru setiap hari.

Kepada Raja Ahas yang ragu, Ia menyatakan kepedulian-Nya. Ia tidak enggan mendengar doa setiap orang yang berpengharapan. Ia mengubahkan Saulus yang bengis dan keras kepala menjadi pembaru kehidupan banyak orang. Ia hadir menopang Yusuf dan Maria untuk terus melangkah dalam tindakan iman dan pada saat-Nya menegaskan Injil, kabar baik bagi dunia yang Ia kasihi ini.
  1. Raja Ahas yang sedang kebingungan menghadapi gempuran Damsyik dan Syria, mencari perlindungan kepada Asyur. Dalam kebimbangan itu, Allah memberi pertanda rencana penyelamatan-Nya. Apa yang Allah lakukan? (Yes. 7:10-11) Bagaimana respons Ahas? (Yes. 7:12) Apa tanggapan Allah kemudian (Yes. 7:13-16)? 

  2. Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini tentang sikap Allah kepada umat yang sedang khawatir, bingung dan mengalami kesusahan? Apakah yang menjadi tanda-tanda dari Allah bahwa Anda sekarang ini aman dalam penyertaan-Nya? 

  3. Tentang apakah doa dalam Mazmur 80:1-7? Apa saja permohonan sang pendoa? (Mzm. 80:4-8, 18-20) Kapan terakhir kali doa Anda mirip dengan apa yang didoakan oleh Pemazmur ini? 

  4. Paulus menjelaskan tentang Injil kepada jemaat di Roma. Bagaimana penjelasannya? (Rm. 1:2-4) Apa dampak Injil itu bagi dirinya? (Rm. 1:5) Bagi jemaat Roma? (Rm. 1:6-7) 

  5. Apa dampak Injil bagi diri Anda? Bagi orang-orang di sekitar kehidupan Anda? 

  6. Apa yang terjadi dengan Maria sebagai tunangan Yusuf sebelum mereka hidup sebagai suami isteri? (Mat. 1:18) Apa yang direncanakan Yusuf kemudian? (Mat. 1:19) Apa yang dilakukan Tuhan kemudian? (Mat. 1:20-21) Bagaimana penginjil Matius mengaitkan ini dengan nubuat nabi Yesaya? (Mat. 1:22-23) Apa yang dilakukan Yusuf kemudian? (Mat. 1:24-25) 

  7. Ada perubahan dalam hidup Yusuf saat ia mendapat penegasan bahwa Allah menyertai kehidupan-Nya dan ia menjadi rekan kerja Allah dalam menciptakan kebaikan bagi dunia ini. Perubahan-perubahan apa saja dalam hidup Anda saat mengimani bahwa Tuhan hadir beserta kita? Apa akibat perubahan-perubahan itu bagi hidup Anda dan orang-orang di sekitar Anda? 

Minggu 18 Desember 2016
Pdt. EE

Menolak Natal

diposkan pada tanggal 16 Des 2016 20.15 oleh Admin Situs   [ diperbarui16 Des 2016 20.23 ]

(Matius 11: 2 - 11)

Beberapa hari lalu di kota Bandung, ibadah KKR dalam rangka natal dihentikan di tengah jalan akibat munculnya penolakan dari pihak yang merasa keberatan dengan kegiatan tersebut. Kita sering berasumsi bahwa yang menolak Kristus pastilah bukan orang Kristen. Tetapi benarkah demikian? Jangan-jangan dalam kehidupan orang- orang Kristenpun ada kecenderungan untuk “menolak” Kristus.
  1. Menurut saudara apa alasan banyak orang melarang kegiatan-kegiatan ibadah ataupun kegiatan yang terkait dengan orang-orang Kristen? 
  2. Bagaimana sikap saudara / gereja menyikapi persoalan penolakan tersebut? 
  3. Mengapa Yohanes pembaptis menyuruh para muridnya untuk bertanya kepada Kristus? Apa yang mereka tanyakan? 
  4. Apa yang menjadi jawab Yesus kepada mereka? 
  5. Apa ukuran kebahagiaan menurut Yesus? 
  6. Jelaskan contoh penolakan terhadap Kristus yang dilakukan orang-orang Kristen pada masa kini? 
  7. Apa komitmen saudara dalam menyambut kedatangan-Nya? 
Minggu 11 Desember 2016
Pdt. NS

Pembawa Kedamaian, Keadilan dan Kebenaran-Nya

diposkan pada tanggal 2 Des 2016 20.31 oleh Admin Situs

Yesaya 11:1-10; Mazmur 72:1-7, 18-19; Roma 15:4-13; Matius 3:1-12

Sebagai seorang Kristiani, nilai-nilai kehidupan yang diajarkan dan diteladankan Tuhan Yesus Kristus harus kita pegang teguh dan hidupi dengan serius. Nabi Yesaya, Raja Salomo, Rasul Paulus, Yohanes Pembaptis, mereka semua menjunjung kepemimpinan Kristus, Raja Damai yang mengubahkan kehidupan banyak orang. Setiap orang yang mau dipimpin Kristus akan dikuatkan Roh Kudus untuk membangun komunitas yang telah diperbarui menjadi komunitas di mana kedamaian, keadilan dan kebenaran nyata demi kemuliaan Allah, Bapa kita yang baik.
  1. Nabi Yesaya menubuatkan kehadiran seorang Raja Damai. Dari manakah Ia berasal (Yes. 11:1)? Apa yang menjadi kekuatan-Nya (Yes. 11:2)? Bagaimana sikap hidup-Nya (Yes. 11:3-5)? Gambaran apa yang digunakan oleh nabi Yesaya untuk menggambarkan akibat kepemimpinan sang Raja Damai itu (Yes. 11:6-8)? Bagaimana dampak kepemimpinan-Nya bagi dunia (Yes. 11:9-10)? 
  2. Nilai-nilai baik apa yang Anda wariskan dari tradisi keluarga besar Anda? Apakah Anda akan mewariskan nilai-nilai itu pada generasi berikut? Nilai-nilai kehidupan apa yang Anda dapatkan dari Kristus? Apa akibat dari nilai-nilai itu bagi hidup Anda? 
  3. Salomo berdoa untuk orang yang menjalankan kepemimpinan. Apa saja harapan-harapannya bagi sang pemimpin itu (Mzm. 72:1-7)? Lalu kepada siapa pujian pada akhirnya tertuju (Mzm. 72:18-19)?
  4. Apa saja yang menjadi isi doa Anda bagi orang-orang yang menjalankan kepemimpinan selama ini?
  5. Bagaimana sikap orang Kristen terhadap Kitab Suci (Rm. 15:4)? Apa harapan Paulus bagi Jemaat Roma (Rm. 15:5-6)? Hal-hal apa yang harus mereka hidupi di dalam Jemaat (Rm. 15:7)? Apa yang menjadi dasar sikap hidup seperti itu (Rm. 15:8-12)? Apa yang menjadi kekuatan Jemaat dalam melakukan itu (Rm. 15:13)? 
  6. Kapan terakhir kali Anda membaca Kitab Suci bersama-sama dengan keluarga Anda dan membahasnya? Apa akibatnya? 
  7. Apa berita yang disampaikan Yohanes Pembaptis (Mat. 3:2)? Di mana ia menyampaikannya (Mat. 3:1)? Siapa Yohanes Pembaptis menurut Matius (Mat. 3:3)? Apa yang dipakai Yohanes Pembaptis (Mat. 3:4) apa maknanya jika dibandingkan pakaian orang pada umumnya saat itu (lihat Mat. 11:8, Luk. 7:25). 
  8. Apakah ada perbedaan nilai-nilai hidup Anda dengan nilai hidup yang Anda pandang buruk di lingkungan Anda? Bagaimana Anda menyikapinya, apa yang Anda lakukan? 
  9. Siapa saja yang datang kepada Yohanes Pembaptis dan apa yang mereka lakukan (Mat. 3:5-6)? Apa yang dikatakan Yohanes Pembaptis kepada banyak orang Farisi dan Saduki yang datang untuk dibaptis? Mengapa ia mengatakan itu (Mat. 3:7-10)? 
  10. Apa makna pertobatan bagi Anda? Apa-apa saja buah pertobatan yang sudah Anda hasilkan dalam hidup Anda? 
  11. Yohanes Pembaptis menyinggung Tuhan Yesus. Apa yang akan dilakukan Tuhan Yesus (Mat. 3:11-12)? 
  12. Bagaimanakah Tuhan Yesus sudah membentuk hidup Anda sejauh ini? Apa yang Anda harapkan untuk terjadi pada hari-hari mendatang kehidupan Anda?
Minggu 4 Desember 2016
Pdt. EE

Berjaga-jagalah

diposkan pada tanggal 2 Des 2016 20.05 oleh Admin Situs

(Matius 24: 36 - 44)

Masa adven adalah masa di mana kita diajak mempersiapkan diri sebaik-baiknya menyongsong kedatangan (adventus) Tuhan dengan berjaga-jaga dalam kedewasaan iman, maksudnya mempersiapkan kedatangan-Nya di akhir zaman dengan membiasakan hidup dalam jalan Kristus. Karena tidak ada yang tahu kapan hari itu tiba, maka pengikut Kristus diminta selalu siap sedia. Inilah adventus bagi kita.
  1. Apa yang melatarbelakangi diskusi Yesus dengan orang Yahudi dalam Matius 24: 3 - 44? Adakah perbedaan pandangan di antara mereka? 
  2. Apa makna perumpamaan pertama yang Yesus gunakan? 
  3. Apa makna perumpamaan kedua yang Yesus gunakan? 
  4. Apa makna perumpamaan ketiga yang Yesus gunakan? 
  5. Adakah kesamaan pesan dari tiga perumpamaan yang Yesus gunakan? 
  6. Apakah misteri kedatangan-Nya yang tiba-tiba itu bisa kita maknai sebagai sebuah anugerah kehidupan? 
  7. Apakah makna berjaga-jaga sampai hari-Nya tiba pada masa kini? Apakah wujud konkretnya? 
  8. Apakah komitmen pribadi saudara dalam merayakan adven ini?
Minggu 27 November 2016
Pdt. NS

Kristus adalah Raja kita!

diposkan pada tanggal 2 Des 2016 19.56 oleh Admin Situs

Yeremia 23:1-6, Mazmur 46, Kolose 1:11-20, Lukas 23:33-43

Sebagai Raja kehidupan kita, Kristus menunjukkan kepemimpinan yang melayani. Dia sangat berkuasa, tetapi kekuasaan-Nya tidak digunakan untuk menindas, melainkan untuk menyatakan kebaikan. Nabi Yeremia sudah bernubuat tentang raja yang berasal dari tunas Daud, sebagai raja yang menggembalakan umat-Nya dengan sempurna (Yeremia 23:1-6). Pemazmur pun mengundang umat-Nya untuk merayakan pemeliharaan Allah dengan kerendahan hati dan syukur yang tulus (Mazmur 46).

Dalam kepemimpinan Kristus, seperti disebutkan dalam surat Kolose 1:11-20, kita diperbarui dari kerajaan kegelapan kepada kerajaan terang dari Anak-Nya yang kekasih. Oleh sebab itu saat menghadapi ragam peristiwa kehidupan, dengan penuh pengharapan kita pun berseru kepada Kristus: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

Dalam penyerahan diri kepada Kristus yang adalah Raja itulah maka kita dimampukan untuk memimpin diri sendiri dengan bijak, serta memberikan karya-karya hidup yang baik dan berguna kepada orang-orang di sekitar kita, yang membutuhkan tuntunan dan keteladanan hidup di tengah dunia yang acap kali dipenuhi dengan roh mementingkan diri sendiri dan pengabaian.
  1. Apa yang Tuhan lakukan kepada pemimpin umat pada zaman Yeremia? (Yer. 23:1) Mengapa? (Yer. 23:2) Apa yang akan Tuhan lakukan kepada umat-Nya? (Yer. 23:3-6) 
  2. Pernahkah Anda mengalami kepemimpinan yang buruk di tempat kerja, rumah atau masyarakat? Apa yang akan Anda lakukan menanggapi hal itu? 
  3. Siapa Allah bagi Pemazmur? (Mzm. 46:2) Apa dampaknya bagi iman Pemazmur? (Mzm. 46:3-12) 
  4. Kapan terakhir kali Anda mengalami perlindungan dan pemeliharaan Tuhan yang kokoh? 
  5. Karya-karya Allah yang seperti apa yang dialami oleh gereja Kolose? (Kol. 1:11-14) Siapakah Kristus? (Kol. 1:15-20) 
  6. Menurut Anda, nilai-nilai seperti apa yang seharusnya dihidupi oleh orang yang mengakui Yesus Kristus sebagai Raja hidupnya? 
  7. Siapa yang disalib bersama-sama dengan Yesus? (Luk. 23:33) Apa yang dikatakan Yesus di atas salib? (Luk. 23:34) Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang melihat Yesus disalib? (Luk. 23:35-39) Apa tanggapan dari salah seorang yang disalib bersama Yesus? (Luk. 23:40-41) Apa tanggapan Yesus terhadap salah seorang yang disalib bersama-Nya itu? (Luk. 23:43) 
  8. Jika seandainya Anda berada saat Yesus disalib, apa yang menjadi tanggapan Anda terhadap-Nya? Menurut Anda mengapa orang Kristiani mengagungkan salib sebagai simbol iman? “Kristus adalah Raja kita!” setujukah Anda dengan pernyataan ini? Apa dampaknya bagi hidup Anda selanjutnya? 
Minggu 20 November 2016
Pdt. EE

Akhir Zaman

diposkan pada tanggal 2 Des 2016 18.49 oleh Admin Situs   [ diperbarui2 Des 2016 18.50 ]

Lukas 21:5-19

Pada sekitar tahun 1998, banyak sekali seminar-seminar akhir zaman yang diadakan oleh berbagai kalangan gereja. Mengapa? Nampaknya ini berkaitan dengan situasi yang terjadi pada sekitar tahun-tahun itu, yaitu banyaknya perusakan gereja dan kerusuhan di kota Jakarta. Biasanya pada saat zaman sulit, maka keinginan mendengarkan ajaran akhir zaman meningkat. Pada masa kini bagaimana kekristenan menghidupi penghayatannya tentang akhir jaman?
  1. Apa reaksi saudara saat mendengar tentang hal yang terkait “akhir jaman”? 
  2. Mengapa para murid mengkaitkan kehancuran Bait Allah dengan peristiwa akhir zaman? 
  3. Apakah rangkaian peristiwa yang Yesus sebutkan merupakan tanda khas dari akhir zaman? 
  4. Apakah yang hendak Yesus katakan lewat peristiwa-peristiwa yang mendukakan itu? 
  5. Bagaimana sikap kita dalam menghidupi dan menghadapi berita tentang akhir zaman? 
  6. “Kita harus memperhatikan tanda-tanda zaman bukan untuk menghitung-hitung hari kedatangan Yesus, tetapi agar kita waspada dan berjaga-jaga sehubungan dengan waktu-Nya yang semakin dekat” 
Minggu 13 November 2016
Pdt. NS

1-10 of 338