Sungguh mengalami

diposting pada tanggal 5 Jul 2017 06.24 oleh Admin Situs   [ diperbarui5 Jul 2017 15.23 ]
Pernah ada dalam perjalanan sejarah gereja, Yesus Kristus dianggap tidak sungguh-sungguh menjadi manusia. Ini tentu pemahaman yang tidak utuh jika dilihat dalam kerangka besar karya Kristus di dunia. Sebab jika Kristus dianggap tidak sungguh-sungguh menjadi manusia, maka segenap karya kasih-Nya yang berkurban dianggap dilakukan oleh sosok ilahi yang seolah-olah saja menderita, padahal dengan kesaktiannya, ia sanggup menahan semua siksa dan derita manusia. Pada akhirnya, keterlibatan yang terjadi antara Kristus dengan manusia adalah keterlibatan yang tidak penuh, cuma sebagian saja.

Oleh sebab itu penulis surat Yohanes yang pertama (1 Yoh. 4:1-6) dengan tegas memberikan nasihat, bahwa yang sesungguhnya terjadi ialah: Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Ia sungguh-sungguh mengalami apa yang dapat dialami dan dirasakan oleh manusia pada umumnya. Ia mati sebagai manusia. Ia paham betul suka dukanya menjadi manusia dengan segenap beban hidup. Tetapi justru dalam keterlibatan Yesus Kristus yang penuh sebagai manusia itulah maka setiap manusia di dunia ini beroleh jalan baru untuk mengalami pembaruan hidup. Melalui salib, terbukti bahwa egoisme sempit dapat dikalahkan. Melalui salib, nyata bahwa pengorbanan hidup sungguh berbuahkan pembaruan banyak pribadi dan komunitas. Bahwa sungguh, Allah berkenan untuk menyelamatkan manusia dengan kasih dan anugerah, jauh lebih besar dari pada semangat untuk menghakimi dan menghancurkan.

Jika sedemikian penuhnya keterlibatan Allah melalui Kristus untuk menyelami dan mengalami keadaan manusia seutuh-utuhnya, mengapa masih ragu untuk berjalan di belakang Yesus Kristus menuju pembaruan kehidupan yang disediakan-Nya?

EE
Comments