Menjadi Milik Yesus

diposting pada tanggal 5 Jul 2017 11.18 oleh Admin Situs   [ diperbarui5 Jul 2017 11.20 ]
Paulus menyadari betul bahaya legalisme agama. Betapa tidak, dahulu semasih namanya Saulus, ia adalah seorang pegiat penafsiran agama yang amat legalis dan hurufiah. Tetapi semenjak perjumpaannya dengan Kristus yang bangkit, hidupnya berubah. Bagi Paulus kini, hukum-hukum agama harus ditafsirkan berangkat dari karya kasih. Paulus banyak mendapat inspirasi tentang hal ini dari Yesus Kristus.

Oleh sebab itu kepada gereja di Roma, (Rm. 7:1-6) ia mengajak para pengikut Kristus untuk terus berbuah bagi Allah dengan menghidupi hidup keagamaan yang tidak sesempit mengikuti larangan-larangan keagamaan yang berpotensi menghambat kasih, tetapi selalu berkaca kepada Kristus, yang menghidupi hidup keagamaan dengan benar dan sehat. Apa artinya? Artinya hidup keagamaan itu diisi dengan kasih yang nyata, bahkan berkorban, yang berujung pada kebangkitan hidup yang baru.

Para pengikut Kristus -menurut Paulus- kini menjadi milik Yesus, Firman Allah yang hidup. Jadi pola hidup keagamaannya tidak lagi dikuasai semata-mata oleh huruf-huruf mati dalam kitab suci belaka saja, tetapi oleh semangat Kristus menghidupi Firman Allah secara sehat dan berdampak dalam buah-buah kehidupan yang membangun. 

Selama ini, bagaimana cara kita menghidupi hidup keagamaan kita? Milik siapa kita selama ini?

EE
Comments