Mati dalam Tuhan

diposting pada tanggal 1 Des 2017 07.05 oleh Admin Situs   [ diperbarui1 Des 2017 08.39 ]
Ada suara dari sorga yang berkata: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka." (Why. 14:3). 

Pewahyuan suci kepada Yohanes ini disampaikan oleh Tuhan saat gereja sedang digoda untuk mengabaikan Injil, berpijak pada kekuasaan yang jahat dan dipaksa untuk ikut-ikutan kebiasaan yang menyesatkan. Dengan jelas gereja mendapatkan arahan yang jelas dari Allah, yaitu Injil dan kekuasaan Allah itu jauh lebih besar dari pada kekuasaan manusia yang lalim (Why. 14:6-13). Sehingga, walaupun kematian datang sekalipun karena tekanan yang jahat, kematian yang dijalankan dengan kesetiaan iman dan kasih yang nyata adalah kematian di dalam Tuhan. Kematian itu seperti sebuah istirahat dari jerih lelah yang benar dan sehat. 

Tidak perlu ada ketakutan menghadapi kematian seperti itu, sebab segala perbuatan baik menyertai. Maksudnya, kematian menjadi bukan sekadar matinya raga belaka, tetapi menjadi kematian yang bermakna dan berdampak bagi yang masih hidup.

EE
Comments