Dusta berujung malapetaka

diposkan pada tanggal 20 Jan 2015 07.09 oleh Essy Eisen
Dasar Perenungan: 1 Samuel 15:10-31, Kisah Para Rasul 5:1-11

Saul lupa diri. Ia tidak memperhatikan perintah Allah dengan seksama. Mirisnya, ia malah membanggakan kecerobohannya dengan membangun monumen keunggulan diri sendiri tanpa mengingat Allah. Penghormatannya kepada Allah hanya sebatas ritual belaka. Jiwanya jauh dari keterikatan batin dengan Allah. Ada didikan yang tegas dari Allah karena tinggi hati dari Saul itu. Begitu juga terjadi dengan pasangan suami istri Ananias dan Safira di dalam Perjanjian Baru. Memang benar. Setiap dusta hanya akan berujung pada malapetaka. 

“Berikanlah kekuatan kepada kami ya Allah, untuk tetap menghidupi kejujuran dalam segala perkara. Amin.”
Comments