Di ujung hidup Stefanus

diposting pada tanggal 31 Des 2017 10.42 oleh Admin Situs
Para martir bukanlah orang yang bersedia mati konyol. Bukan! Para martir adalah orang yang menghidupi kasihnya dengan setia kepada Allah dan menghendaki supaya semua orang mengalami kebaikan Allah melalui apa yang dihidupinya. Mereka tidak akan pernah mundur untuk mengerjakan kebaikan Allah, bahkan jika harus dihambat oleh kematian sekalipun.

Di ujung hidup Stefanus, pengikut Kristus yang menjadi martir, tidak ada caci maki dan kebencian. Stefanus menyayangkan kekerasan hati orang-orang yang tidak mau menerima kabar baik yang Allah sampaikan melalui Kristus. Dan yang paling mulia, sebagaimana Kristus telah teladankan, Stefanus mengakhiri hidupnya bukan dengan kebencian atau melenyapkan nyawa manusia lain. Stefanus memohon supaya Allah mengampuni dosa-dosa orang yang menyakitinya (Kis. 7:51-60)

Apa yang menjadi harapan kita saat nanti kita berada pada ujung hidup kita? Apakah kasih tetap ada? Apakah pengampunan tetap terucap?

EE
Comments