Dalam kesusahan bisa sesat

diposting pada tanggal 1 Des 2017 22.11 oleh Admin Situs
Kristus menegaskan bahwa mengikuti-Nya dengan setia, memang tidak mudah. Akan ada saatnya, pembaruan tatanan hidup dunia ini menuju kesempurnaan karya-Nya akan berbenturan dengan kuasa-kuasa yang merusak dan menghambat (Mat. 24:15-28).

Dalam dinamika perjuangan iman, distraksi (pengalihan perspektif) atau dalam bahasa Kristus (penyesatan), besar kemungkinan terjadi. Dalam kekalutan, seseorang dapat dengan mudah diretas pikiran dan hatinya.

Oleh sebab itu, Kristus mengajarkan Gereja bukan untuk menghindari kesusahan, tetapi menghadapinya dengan kecermatan bersikap dan ketangguhan karena iman. Sebab pada akhirnya, Kristus akan berjaya (Mat. 24:29-31).

EE
Comments